Komitmen SALAM Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Gagas Kelautan Perikanan Terintergrasi -->

Iklan Semua Halaman

.

Komitmen SALAM Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Gagas Kelautan Perikanan Terintergrasi

Wednesday, September 30, 2020
Tambahkan teks Hj Putu Selly Andayani Membeli Beberapa Trai Ikan dan Berbincang dengan Nelayan di Kawasan Pondok Prasi, Pantai Ampenan Mataram, Senin (28/09/2020). 



Mataram, Berita11.com— Kunjungan lapangan menyapa warga masyarakat Kota Mataram terus dilakukan Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Berbagai aspirasi dan harapan masyarakat pun diserap dan akan diperjuangkan demi membangun Kota Mataram Berkah dan Cemerlang lima tahun ke depan. Termasuk harapan masyarakat pesisir dan para nelayan di Kota Mataram.

Pasangan calon nomor urut 2 di Pilkada Kota Mataram ini memang merangkul semua masyarakat. Tak peduli latar belakang, kemampuan ekonomi dan tingkat pendidikan. SALAM menilai selama mereka adalah warga Kota Mataram harus mendapatkan hak dan pelayanan yang sama dari pemerintah Kota Mataram.

"Kita coba ubah mindset, jangan sampai masyarakat pesisir dan para nelayan ini terabaikan dari perhatian. Agar tidak hingar bingar melulu oleh pusat perbelanjaan. Mataram punya garis pantai yang lumayan panjang dan di sana juga ada masyarakat pesisir dan nelayan yang punya hak yang sama untuk diperhatikan," kata Hj Putu Selly Andayani, saat melihat kawasan Pondok Prasi, Pantai Ampenan, Kota Mataram, Senin sore (28/9/2020).

Awalnya, usai melayat di rumah duka Relawan SALAM di kawasan Pagutan Peresak dan mengunjungi rumah Calon Wakil Wali Kota, TGH Abdul Manan,Selly kemudian berkeliling ke sejumlah lokasi di perkampungan nelayan. Sesekali wanita ramah dan cerdas ini menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang ditemui, tanpa melakukan kampanye terbuka maupun terselubung.

Bagi para nelayan, musim baik saat ini memang tengah ramai-ramainya hasil tangkapan ikan. Namun tak seperti komoditi lainnya, untuk komoditi ikan tangkapan, semakin banyak panen maka harga jualnya murah.

"Tangkapan sedang rame karena musim ikan tongkol. Akibatnya harganya anjlok, karena stok berlimpah," kata seorang nelayan pondok prasi yang ditemui Selly.

Sebagian ikan yang tidak terjual, akan diolah menjadi ikan asin atau pindang, sehingga daya tahannya bisa lebih lama dan bisa laku di pasaran.

"Kalau musim cuaca buruk, bisa berbulan-bulan tidak melaut. Akhirnya tambal sulam berhutang di koperasi untuk bertahan hidup," imbuhnya.

Sementara itu, Hj Selly Andayani mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat pesisir dan nelayan di Kota Mataram. Karena itu, SALAM menggagas program kelautan dan perikanan terintegrasi.

Menurut Selly, dalam konsep pembangunan Mataram Berkah dan Cemerlang, setiap OPD atau instansi terkait harus berbuat maksimal sesuai tupoksinya. Dinas Kelautan dan Perikanan akan bekerja dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Selly mengatakan, SALAM akan mengupayakan bantuan peralatan dan juga coldstorage untuk para nelayan maupun bantuan modal tanpa bunga untuk nelayan. Selain itu, peningkatan kapasitas dalam pengolahan produk kelautan dan perikanan akan ditingkatkan. Diharapkan dengan demikian, produk kelautan dan perikanan tidak hanya dalam bentuk mentah tetapi olahan, seperti kerupuk ikan, abon ikan, atau minyak ikan nutrisi.

Konsep kelautan dan perikanan terintegrasi akan membuat sektor kelautan dan perikanan di Kota Mataram digarap bersinergi Dinas Kelautan Perikanan bersama Dinas terkait lainnya.

"Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mendorong produk turunan ikan dan hasil laut lainnya. Sementara Dinas Pariwisata juga bisa memaksimalkan potensi pasar komoditas perikanan di destinasi wisata yang ada," tegas Selly Andayani.

Bertemu dengan sejumlah masyarakat pesisir dan nelayan, Selly Andayani memberi motivasi. Selly menekankan bahwa Kota Mataram akan menjadi Kota yang besar jika semua potensi masyarakat dilibatkan dalam pembangunan.

Kehadiran Selly yang mendadak dan tanpa pemberitahuan itu membuat masyarakat mengaku terkejut. Namun mereka menyambut Selly dengan sumringah, karena bersedia mengunjungi mereka yang terkesan terabaikan.

"Iya kami sangat senang Bu Selly mau mampir melihat kondisi kami di pesisir ini," kata seorang ibu pedagang ikan pindang yang dagangannya dibeli Selly beberapa trei. [B-19/*]