KPU Dompu Dinilai Gagal Membangun Pilar Keempat Demokrasi -->

Iklan Semua Halaman

.

KPU Dompu Dinilai Gagal Membangun Pilar Keempat Demokrasi

Monday, September 7, 2020
Gedung KPU tampak depan. Dok Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Kebebasan pers tentu akan memunculkan pemerintahan yang cerdas, bijaksana, dan bersih. Karena itu, media dapat dijuluki sebagai pilar keempat demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Kebebasan pers pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Namun miris, apa yang sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu NTB sebagaimana yang lansir oleh puluhan media masa (online) baik di Dompu maupun di Bima.

Menurut salah seorang politisi dari pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) Ikhwayudin, AK, apa yang sudah dilakukan oleh KPU Dompu telah mencederai demokrasi dan gagal membangun pilar keempat demokrasi.

Selain itu, ia juga menilai bahwa KPU Dompu diduga telah melakukan tindak diskriminatif terhadap pers dengan menghalang halangi tugas wartawan yang hendak meliput proses pendaftaran Pasangan Calon Bupati Era-HI pada hari pertama, Jumat (4/9/2020) pekan lalu.

"KPU gagal membangun pilar demokrasi dan KPU harus bisa memahami teman-teman wartawan, media ini adalah salah satu pilar pembangunan demokrasi," kata pria yang disapa akrab Boy ini, saat berada di jalan raya depan gedung KPU setalah sejumlah pers tidak bisa masuk meliput pendaftaran itu.

Menurut pria yang juga mantan anggota DPRD Dompu periode 2014-2019 ini, hal yang dilakukan KPU Dompu sedikit mengundang kemarahan (gusar) dia, sehingga ia menilai, bahwa KPU tidak mampu memposisikan media sebagai alat demokrasi dan KPU sudah gagal menyempurnakan media sebagai pilar keempat.

"Mestinya, mereka harus menginventarisasi, berapa media yang ada di Dompu dan dilibatkan dalam proses Pilkada ini, nggak boleh begitu dong, apalagi dibatasi gitu, ini nggak fair," kesalnya.

Boy berpendapat, dalam kaca mata politik, KPU tidak mampu memaksimalkan dalam membangun demokrasi, apalagi hal itu dirasakan oleh sejumlah wartawan di Dompu, hal itu juga pihaknya menyayangkan bahwa media tidak bisa dilibatkan dalam proses ini.

"Media salah satu pilarnya demokrasi, berfungsi dalam membangun negara, keseimbangan sosial dan memahami dalam demokrasi, kalau media dibatasi begini, sangat disayangkan sekali," sesalnya. [B-10]