KPU Harus Tahu Tugas dan Fungsi Bawaslu dalam Hal Pengawasan -->

Iklan Semua Halaman

.

KPU Harus Tahu Tugas dan Fungsi Bawaslu dalam Hal Pengawasan

Sunday, September 13, 2020
Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Kabupaten Dompu, Swastari Haz, SH. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Selain menyusun standar tata laksana pengawasan penyelenggaraan Pemilu untuk pengawas Pemilu di setiap tingkatan dan melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran baik sengketa maupun mengawasi persiapan penyelenggaraan Pemilu.

Ketua Bawaslu Dompu, Irwan melalui Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Kabupaten Dompu, Swastari Haz, SH saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/9/2020) siang mengatakan, seluruh tahapan harus diawasi Bawaslu termasuk verifikasi Dokumen para Calon dan itu harus diketahui oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu.

"KPU wajib berkoordinasi kepada  Bawaslu terkait dokumen apa saja yang akan dilakukan verifikasi dan di mana tempat dilakukan verifikasi," ujar wanita familiar dangan sapaan Acha Tari ini.

Ia menerangkan, berdasarkan pernyataan Ketua Bawaslu Dompu, memang sejauh ini, Bawaslu melakukan pengawasan. KPU tidak pernah melakukan hal demikian dan proses verifikasi tidak pernah diawasi oleh Bawaslu.

"KPU tidak melakukan koordinasi dengan Bawaslu terkait verifikasi dokumen calon," isyaratnya.

Untuk itu, wanita yang dikenal cukup tegar ini menegaskan, penyelenggara Pemilu, saat pendaftaran calon baik syarat calon maupun pencalonan perlu diawasi Bawaslu tetmasuk semua tahapan penyelenggara teknik maupun verivikasi faktual (verfak).

"Kalau syarat calon itu berpotensi pemalsuan dokumen itu ada, teman - teman KPU melakukan verfak dokumen-dokumen pencalonan, itu peran penting adalah Bawaslu," ungkapnya.

Adapun dokumen yang sangat penting yang perlu diawasi ntara lain Ijazah, surat keterangan berbadan sehat semuanya berkas itu, kata Acha Tari, Bawaslu harus memastikan pasangan calon ini hadir di rumah sakit itu atau tidak.

"Jangan sampai, ada keluar berbadan sehat, tapi ternyata dia (Calon, red) tidak hadir mengikuti seleksi itu," cetus Acha Tari sembari memperdengarkan senyuman yang sudah menjadi ciri khasnya.

Disinggung tentang munculnya berita ketua Bawaslu Drs. Irwan yang menyatakan bahwa KPU Dompu tidak memberikan izin stafnya untuk masuk mengikuti pendaftaran Pasangan Bakal Calon Bupati (Pasbacabup) di hari pertama yakni Era-HI pada Jumat (4/9) beberapa waktu lalu, begini jawaban Acha Tari. 

"Staf Bawaslu juga mempunyai peran penting dalam hal itu, salah satu contoh memeriksa syarat pencalonan termasuk B1 KWK itu asli atau foto copy, maupun dokumen persyaratan lainnya," ujar wanita yang dikenal cukup humoris ini.

Acha Tari menerangkan, pada saat kejadian itu, KPU diniali sudah salah dan KPU harusnya tidak boleh melakukan hal itu, jadi tidak salah menurutnya muncul kecurigaan atau asas praduga bahwa KPU ada "main mata" dengan Pasbacabup. 

"Jadi menurut saya ini, patut diduga kenapa KPU ini tidak mau terbuka. Apalagi, bukan hanya staf Bawaslu, saat itu, ada beberapa media ditahan dan tidak diizinkan untuk masuk, KPU harusnya terbuka agar masyarakat di luar juga bisa mengetahuinya," tandas Acha Tari. [B-10]