Pemilik Marina Mart Sampaikan Permohonan Maaf, Ketua FUI Ingatkan Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian -->

Iklan Semua Halaman

.

Pemilik Marina Mart Sampaikan Permohonan Maaf, Ketua FUI Ingatkan Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian

Sunday, September 20, 2020
Pemilik Marina Mart, Oktavianus Mulyadi Membacakan Surat Pernyataan Permohonan Maaf Disaksikan Ketua LEMBIDARA, Ketua FUI Bima dan Sejumlah Pimpinan Ormas di Kota Bima, Sabtu (19/09/2020). Foto B-12/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Pemilik Marina Mart Oktavianus Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam dan korban atas penjualan makanan serea Oreo yang mengandung babi yang dijual di ritel miliknya.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Oktavianus Mulyadi dihadapan Ketua Lembaga Bina Damai Resolusi Agama (Lembiradara) Kota Bima, NTB, H Eka Iskandar Zulkarnain M.Si, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur, tokoh Islam Sudirman H Maka, Ustadz Muhtar (JAS), Ustadz Sudarman (JAS), yang berlangsung di Aula Masjid Raya Al Muwahidin Kota Bima, Sabtu (19/09/2020) sore.

Ketua Lembidara Bima NTB, H Eka Iskandar Zulkarnain M.Si menyampaikan terima kasih atas kehidiran pemilik toko Marina Mart, menyelesaian permaslahan dan menyampaikan permintaan maaf atas kehilafan dan kesalahan dalam penjualan makanan yang mengandung babi, dicampur dengan produk lain.

“Dengan persoalan ini kita harus hadapi dan kita selesaikan persoalan ini agar secepatnya selesai, jangan sampai berlarut-larut. Masih banyak persoalan besar yang masih perlu kita hadapi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, permasalahan tersebut menjadi pembelajaran sehingga kesalahan yang sama tidak terulang.

“Menanggapi kasus Marina Mart itu dengan adanya terjual Oreo berlabel babi, ke depan kepada pengelola Marina Mart dengan hasil musyawarah kami bersama FUI Bima dan Ormas Islam lain bahwa pèmilik Marina Mart segera minta maaf dan menyatakan akan menghentikan distributor dari Surabaya untuk tidak lagi mengirim barang berupa makanan kecil Oreo yang bergambar ada babinya,” katanya.

Selain itu, katanya, pihak Marina Mart agar lebih selektif dalam penjualan makanan dan minuman yang mengandung babi.

Adapun Ketua FUI Bima Ustadz Asikin bin Mansyur mengatakan, dengan adanya pertemuan ini, pihaknya menyampaikan terima kasih pada pihak Marina Mart yang telah mengakui kehilafan dan atas janji tidak mengulangi serta berhati-hati dalam berjualan dan penyediaan barang -barang jualan.

“Mudah mudahan ini menjadi pelajaran besar bagi semua penjual dan pemilik toko, super market supaya berhati hati dalam penjualan barang dan minuman, kerena penduduk Bima ini sangat sensitif terhadap makan dan minuman yang haram ,” ujarnya.

Diingatkannya, harus diingat oleh semua pihak bahwa sudah pernah kasus besar. “Kita semua tidak berharap dan tidak menginginkan kasus tersebut terulang kembali,” katanya mengingatkan.

Ustadz Asikin mengimbau kepada semua pihak agar bisa menahan diri, menjaga keamanan dan kedamaian di tengah tengah ujian maha besar dan banyak, terutama di tengah-tengah isu Covid -19

“Terima hasih juga kepada pihak Lembidara atas kerja samanya dan usaha beliau yang selama ini yang telah mampu mencarikan solusi ini mudah-mudahan ermasalahan ini segera cepat berakhir berjalan dengan aman,” ucap Ustadz Askin.

Pada kesempatan yang sama, Ustadz Darman mengatakan, perlu diketahui FUI Bima berangkat dari visi misi amar ma'ruf nahi munkar. Artinya menyuruh orang berbuat baik.

“Menurut kami persoalan ini cepat ditangani dan ke depannya agar tidak ada lagi kejadian seperti ini terulang lagi. Mari kita saling menjaga bersama kerukunan dalam kehidupan beragama, jangan sampai ada yang memecah belah karena kehidupan kerukunan hidup berbangsa bernegara dan beragama saling menghormati saling menghargai agar supaya kehidupan kita berbangsa dan bernegara bejalan dengan damai,” ajaknya.

Pihaknya berharap, tidak ada lagi kejadian seperti itu. “Tolong agar pengelola Super Market Marina mart tidal menjual makanan dan minuman yang mengandung babi. Apabila masih ada makanan sejenis itu tolong dimusnahkan,” harapnya.

Dalam pernyataan tertulis dan dibacakan, Direktur Toko Swalayan Marina Mart, Oktavianus Mulyadi menyatakan tiga poin pernyataan, sebagai berikut:

  1. Bahwa kami mengakui hilaf telah menjual biskuit sereal Oreo yang ada gambar babi. Olen Karenanya mulai surat pernyataan ini kami buat, tidak menjual dan menyediakan makanan dan minuman yang ada unsur babinya di Marina Mart.
  2. Bahwa kami dengan tulus ikhlas meminta maaf secara terbuka melalui media cetak yang ada dan kepada seluruh umat islam dan warga Kota Bima atas kehilafan yang kami lakukan.
  3. Kami berkomitmen untuk menyediakan barang-barang, makanan dan minuman yang sudah terjamin halal dan berlabel Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Surat pernyataan tersebut kemudian ditandatangani Direktur Toko Swalayan Marina Mart, Oktavianus Mulyadi di atas materai 6000. 



Secara terpisah, korban, Anisa Puspitasari mengatakan, Marina Mart tidak komitmen sesuai kesapakatan awal, yang mana permintaan maaf disampaikan dan disaksikan di hadapan pihak MUI, BPOM, Dinas Koperindag, dan perwakilan Ormas Islam serta insan pers yang dipilih oleh dirinya.

“Saya selaku korban dengan adanya kegiatan permintaan maaf pemilik toko melalui LEMBIDARA dan FUI Bima ini keputusan sepihak dan tidak menghargai saya sebagai korban,” katanya.

Anisa mengaku, hingga kini dirinya belum pernah dihubungi oleh pihak manapun berkaitan komitmen dirinya dengan pihak Marina Mart. [B-12]