Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Persetubuhan di Pekat Hingga Hamil Tujuh Bulan -->

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Persetubuhan di Pekat Hingga Hamil Tujuh Bulan

Tuesday, September 1, 2020
Kanit PPA AIPDA Ahmad Rimawan usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Penyidik Kepolisian Resor Dompu bakal menggelar perkara untuk memastikan atas kasus dugaan persetubuhan antara pria berinisial SAB (45) dengan wanita berinisial S yang masih di bawah umur hingga hamil tujuh bulan.

Dugaan persetubuhan tersebut terjadi di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat pada Bulan Februari lalu, sekira pukul 01.00 Wita dini hari dan korban lapor ke polisi pada tanggal 26 Agustus 2020 dengan nomor : LP/ K / 350 / VIII / 2020 / NTB /Res Dompu.

"Gelar perkara bakal dilakukan pekan depan dan diundang berbagai pihak termasuk Kejari Dompu dan pihak keluarga baik dari korban maupun terduga pelaku," isyarat Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), AIPDA Ahmad Rimawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2020) siang.

Kanit PPA menjelaskan, terduga pelaku mengakui saat nyelinap masuk ke dalam kamar korban dan melancarkan akasinya saat kedua orang tua korban tengah berada di kebun dan korban saat itu hanya tidur berdua dengan adiknya yang masih duduk di bangku kelas IV SD.

"Dari keterangan pelaku saat masuk pertama kali, hanya melihat korban dengan adiknya, sementara kedua orang tua korban sedang tidak berada di rumah," ungkap Kanit PPA.

Namun penyidik PPA menemukan kejanggalan atas keterangan antara terduga pelaku dengan korban, yang dimana pengakuan korban, pelaku mulai beraksi bermula memegang tangan korban kemudian menutup mulut korban menggunakan kain yang sudah diberi wangi-wangian, sehingga korban merasakan pusing-pusing.

Sedangkan pengangkutan terduga pelaku tidak pernah melakukan hal demikian, karena di anatara keduanya ada hubungan asmara alias pacaran. 

Pasca kejadian itu, menurut pengakuan terduga pelaku, sempat ingin melakukan hal yang sama di dalam WC, namun beruntungnya pada saat itu ibu korban cepat balik ke rumah sehingga terduga pelaku berupaya untuk bersembunyi.

"Selang beberapa Minggu kedepan, terduga sempat ingin melakukan hal itu lagi di siang hari, tetapi hanya cabul saja, karena cepat melihat ibu korban pulang ke rumahnya," beber Kanit PPA.

"Ada lima orang yang kita kantongi nama pacarnya, tapi itu dulu waktu tahun 2016 sampai 2018, dan kelimanya sudah kami lakukan lidik tapi hanya sekedar pacaran saja," sambung AIPDA Ahmad Rimawan.

Disinggung pasca kejadian, kenapa korban tidak melaporkan atas kejadian yang menimpa dirinya kepada orang tua atau ke pihak yang berwajib, AIPDA Ahmad Rimawan menjawab, korban berdalih takut kepada kedua orang tuanya.

"Sampai saat ini, kami belum bisa memastikan terduga pelaku dikenai pasal sangkaan, kami masih mendalami," isyaratnya. [B-10]