Puluhan Tukik Dilepas, Cara Unik SALAM Bangkitkan Destinasi Wisata Mataram di Tengah Pandemi -->

Iklan Semua Halaman

.

Puluhan Tukik Dilepas, Cara Unik SALAM Bangkitkan Destinasi Wisata Mataram di Tengah Pandemi

Sunday, September 20, 2020
Hj Putu Selly Andayani saat Melepas Puluhan Tukik di Pantai Batas Senja Kota Mataram, Sabtu (20/09/2020) Sore.

Mataram, Berita11.com— Sebagai daerah yang memiliki ragam destinasi wisata cukup terpukul dengan pandemi Covid-19. Wisatawan mancanegara mengalami penurunan yang sangat signifikan, sehingga NTB harus "menggayung" wisatawan lokal untuk datang menikmati wisata.

Tidak semua destinasi wisata yang telah terekspos di NTB. Minimnya promosi tersebut membuat banyak destinasi baru harus berupaya menarik minat pengunjung dengan mempercantik diri.

Salah satu destinasi baru yang belum terekspos maksimal adalah Pantai Batas Senja. Pantai tersebut berlokasi di Lingkungan Mapak Belatung, Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pantai itu dilaunching pada 17 Agustus 2020 lalu.

Pantai tersebut berada di Jalan Lingkar Selatan, yang letaknya tidak jauh dari pantai-pantai indah di sana seperti Pantai Gading, Pantai Mapak Indah hingga Loang Baloq.

Menariknya Pantai Batas Senja ditata sedemikian apik dan sangat instagramable. Deretan lapak di sana menggunakan mini kontainer dengan balutan warna warni. Aneka kursi santai bean bag beragam warna dengan hiasan payung dan spot foto disiapkan di sana.

Senja akan terbenam di mata setiap pengunjung pantai di sana. Begitu indah dengan siur angin pantainya.

Untuk menarik minat wisatawan lokal mengunjungi pantai tersebut, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan, pada Sabtu sore, 19 September 2020 datang langsung mempromosikan dan melaunching Pantai Batas Senja Standart Covid.

Turut hadir dalam acara launching Pantai Batas Senja Standar Covid anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PKS dan PDIP. Sejumlah legislator dari FPKS yang hadir yaitu Hj. Istiningsih, S.Ag (ketua Fraksi), Ismul Hidayat S.Ip, Irawan Aprianto ST, H Syamsul Bahri, Drs Salim Bamasaq, sedangkan dari FPDIP yang hadir Nyayu Ernawati, S.Sos (Ketua Fraksi), I Gede Wiska S.Pt, I Wayan Wardana, SH, I Wayan Sugiartha, dan I Nyoman Yogantara.

Selain itu, hadir juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram , Made Slamet yang juga anggota DPRD Provinsi NTB. 



Sebelum peluncuran, H Selly menyapa pengunjung pantai dan membagikan masker, termasuk masker khusus untuk anak -anak. Ia ingin masyarakat tetap menikmati wisata Kota Mataram, namun harus dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

"Pantai boleh dihidupkan yang penting tetap menjaga protokol kesehatan. Kita membagikan masker. Saya lihat sudah bagus, setiap Sabtu ada live music, jadi masyarakat kita sudah cerdas. Kita tidak perlu takut tapi tetap waspada," ujarnya.

Acara puncaknya Hj Putu Selly melepas puluhan anak penyu atau tukik yang disaksikan pengunjung untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi. Ini sekaligus meneguhkan komitmen Selly Manan (SALAM) dalam menjaga pelestarian lingkungan biota laut.

"Karena ini adalah biota laut yang perlu kita jaga, karena telur-telurnya bisa beranak pinak. Saya ingin kalau terpilih ada demplot untuk anak penyu," ujarnya.

Ia meminta masyarakat agar tidak mengkonsumsi telur penyu demi kelestarian habitat laut tersebut.

"Saya ingin jadi edukasi wisata untuk tukik. Kalau dia hidup menandakan pantai kita bersih dari sampah. Ini edukasi kepada anak-anak kita, jangan telurnya diambil dan dikonsumsi," imbaunya seraya menambahkan agar pengelola pantai menambahkan fasilitas bak sampah untuk kebersihan pantai.

"Selama pandemi ini masyarakat juga butuh refreshing dan berekreasi. Nah menghidupkan gairah destinasi menarik seperti Pantai Batas Senja ini, salah satu upaya bagaimana menggerakan kunjungan wisatawan lokal. Masyarakat Kota Mataram dan NTB pada umumnya, bisa punya destinasi alternatif yang dipastikan bebas Covid-19," ujar Selly.

Selain itu, SALAM juga melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang penanganan penyakit menular. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota ini untuk menerapkan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada Kota Mataram.

"Sosialisasi dan edukasi Perda tentang penanganan penyakit menular ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata. Semua pihak harus berbuat, termasuk SALAM juga merasa punya kewajiban untuk sama-sama membangun kesadaran masyarakat," ujar Selly Andayani.

Pantai Batas Senja sendiri merupakan kawasan pantai destinasi wisata di Kota Mataram. Sebelumnya, pada 17 Agustus lalu, Ketua Fraksi PKS , Istiningsih dan sejumlah Anggota DPRD Kota Mataram dari PKS melakukan bersih pantai serta melaunching bantuan beberapa lapak UMKM Cafe Kontainer pedagang binaan PKS di kawasan pantai batas senja agar nampak lebih rapi dan indah.

Setelah kegiatan tersebut viral di media dan Medsos, destinasi pantai batas senja mulai ramai dikunjungi dan menjadi perbincangan publik.

Menurut Selly, pantai Batas Senja bisa menjadi contoh permodelan (role model) bagi destinasi wisata bebas Covid-19. Pengunjung yang datang wajib menerapkan protokol kesehatan: cuci tangan, jaga jarak, dan selalu mengenakan masker.

"Intinya bagaimana pandemi tidak mematikan sektor produktif wisata pantai sekaligus jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan. Di masa adaptasi new normal ini yang terpenting adalah bagaimana warga melakukan penyesuaian agar tetap bisa beraktivitas ,” kata Selly.

Calon Wakil Wali Kota Mataram, TGH Abdul Manan menambahkan, selain mengkampanyekan protokol kesehatan, kegiatan Selly-Manan di Pantai Batas Senja dalam rangka memberikan motivasi dan support bagi pelaku wisata agar terus semangat dan bertahan melewati masa sulit ini.

"Semua merasakan dampak pandemi ini, bukan hanya Mataram, Indonesia, bahkan seluruh dunia terkena dampak. Tetapi semangat jangan sampai pudar, kita semua harus bisa beradaptasi dengan tantangan saat ini, tentu saja dengan inovasi dan kreativitas menangkap peluang," jelasnya.

Menurutnya, kegiatan di Pantai Batas Senja juga mendorong masyarakat untuk mencintai lingkungan. Ke depan model pariwisata berkelanjutan adalah model pariwisata yang akan mampu bersaing.

"Pantai ini tertata apik dan pengunjunganya mentaati protokol kesehatan, serta menjaga kebersihan. Ini bisa menjadi destinasi alternatif, masyarakat yang jenuh di rumah bisa berekreasi dan berwisata kemari," katanya.

Dengan begitu, kegiatan tersebut diharapkan menimbulkan multi player effect dan optimisme sektor pariwisata Kota Mataram, saat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara anjlok dan sepi dari berbagai event wisata.

Sementara itu pengelola pantai, Syamsul Bahri mengatakan, ide menggagas pantai sejak dia menjadi kepala lingkungan. Dia mulai merintis Pantai Gading. Saat Pantai Gading mulai familiar, kemudian merintis Pantai Batas Senja.

"Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat. Sehingga kita buka lagi di perbatasan Lombok Barat dan Mataram. Kita berinisiatif membuka lapak kecil di sini," ujarnya.

Awalnya pantai tersebut tidak tertata, namun berkat tangannya, Syamsul yang merupakan anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PKS ini mulai menata Pantai Batas Senja hingga mulai ramai dikunjungi seperti saat ini.

"Awalnya tidak terawat, akses jalan tidak ada. Kita kemudian buka dan berinisiatif dengan beberapa tokoh untuk bangun," ujarnya. [B-19]