Soal Oreo Mengandung Babi, ini Pernyataan Tokoh dan Pimpinan Ormas di Bima dalam Diskusi LEMBIDARA -->

Iklan Semua Halaman

.

Soal Oreo Mengandung Babi, ini Pernyataan Tokoh dan Pimpinan Ormas di Bima dalam Diskusi LEMBIDARA

Friday, September 18, 2020
Suasana Coffee Morning Bertajuk Meneguhkan NKRI, Menolak Intoleransi Menuju Peradaban Maju yang Digelar LEMBIDARA Kota Bima NTB, di Aula Kemnag Kota Bima, Jumat (18/09/2020) Pagi. Foto B-12/Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Lembaga Bina Damai Resolusi Agama (Lembiradara) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat menggelar ngopi pagi (coffee morning) di Aula Kementerian Agama (Kemnag) Kota Bima, Jalan Garuda Nomor 9 Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Jumat (18/09/2020) pagi. Kegiatan diikuti sejumlah tokoh agama Islam dan pimpinan Ormas.

Coffee Morning bertajuk Meneguhkan NKRI dan Menolak Intoleransi Menuju Peradaban Maju dipimpin langsung Ketua Lembidara Kota Bima NTB, H Eka Iskandar Zulkarnain M.Si.

Dalamp penyampaiannya, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur mengatakan, berkaitan makanan haram merupakan hal vital bagi kaum mislimin. “Apabila terkonsumsi, doanya tidak akan diterima oleh Allah dan ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah,” ujarnya.

Berkaitan hal tersebut, pihaknya menghimbau pemilik toko, para penjual dan pengedar makanan agar memerhatikan peredaran dan pejualan barang yang terindikasi tidak halal.

“Kerena akan menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan terutama di daerah Bima ini, bahkan sejarah harurs diingat kembali waktu itu Bima bergejolak. Jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali,” katanya mengingatkan.

Pihaknya mengimbau terutama para pemilik super market agar memperhatikan tentang halal dan haram produk yang dijual agar jangan sampai terkomsumsi kaum musilim di Bima. “Itu menjadilan catatan penting, bagaimana protes-protes oleh korban kemarin. Kepada kaum muslimin agar benar- benar memerhatikan atau menjaga makanan dan minuman dari barang-barang yang haram,” katanya.

Menurut Ustadz Asikin, pihaknya sering menganjurkam berbelanja ke toko yang bisa menjaga kehalalan produk makanan dan minuman.

“Kepada pemerintah segera mengambil sikap, kerena keadaan ini akan tenang apabila pemerintah cepat mengambil sikap mengamankan keadaan ini melaui aparat-aparat pemeritahan yang terkait,” ujarnya.

Adapun Ketua Lembidara, H Eka Iskandar Zulkarnain M Si menyampaikan, bahwa untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), semua umat Islam termasuk di Bima meyakini bahwa mereka adalah bagian dari NKRI dan tidak akan berbuat sesuatu yang mencederai NKRI.

“Sementara sikap-sikap intoleran itu, saya yakin umat Islam tidak akan melakukan, umat Islam sangat toleran. Umat Islam itu sangat membenci kepada sikap sikap intoleran, karena sikap itu yang tidak bisa menjaga perdamaian, keamanan dan ketentraman umat Islam,” ujar mantan Ketua FKUB Kota Bima ini.

Melalui momentum ini, melalui momentum coffee moring yang digelar Lembidara Kota Bima NTB, pihaknya mengajak semua umat Islam dan umat beragama secara keseluruhan, mampu melakukan prediksi-prediksi yang akan terjadi, yang dapat mengganggu keutuhan NKRI.

“Menanggapi kasus Marina Mart itu dengan adanya terjual Oreo berlabel babi , cukup sampai di sini. Tidak perlu kita persoalkan dengan catatan-catatan mempertimbangkan bahwa pèmilik Marina Mart sudah minta maaf dan menyatakan akan menghentikan distributor dari Surabaya untuk tidak lagi mengirim barang berupa makanan kecil (Oreo ) yang bergambar ada babi,” ujarnya.

H Eka juga menilai bahwa yang terjadi adalah adanya human error. Namun demikian, hal itu tetap menjadi perhatian bersama. Intinya dalam bermuammalat berkaitan kasus seperti itu, jika pemilik atau penjual meminta maaf atas kesalahan prosedural, maka dmaafkan.

“Dalam rekomendasi , kami segera membentuk tim gerak cepat untuk memperingati dan melakulan teguran tidak lagi menjual bebas barang haram. Meminta distributor itu untuk menghentikan. Jangan sampai ada pengiriman barang seperti itu di Bima,” katanya.

Ditambahkannya, penjualan sifatnya Muamalat. Jika makanam yang dijual yang bisa dimakan umat Islam, tidak bisa disamakan dengan makanan yang dikonsumsi oleh umat nonmuslim.

Sesuai rencana, usai coffee morinng, Lembidara akan menemui pemilik toko agar melakukan perminta maaf secara terbula kepada seluruh umat Islam di Bima. Selain itu, para peserta forum meminta pemerintah segera membuat peraturan daerah (Perda) peredaran makanan dan minuman yang mengandung zat babi agar dipisahkan, tidak dicampur dengan makanan halal. Selain itu, dibuatkan tulisan pada barang tersebut dalam model besar. Dalam forum juga mengemuka agar masyarakat mempunyai kesadaran berbelanja di toko-toko yang bertuliskan halal dan haram.

Selain Ketua Lembidara Bima NTB, H Eka Iskandar Zulkarnain M.Si, coffee morning juga dihadiri Ketua FUI Bima Ustadz Asikin bin Mansyur, ustadz Gunawan, Mulyadin M.Pd.I, Sudirman H Makka (pemerhati), akademisi Ustadz Irwan M.Pd.I, Yusuf Imawan, Ustadz Taufikurahman MT (Ketua IKADI), Ketua Brigade Masjid, Burhanuddin SP, Amiruddin Ncuhi Dara, Ustadz Iswadin S.P.i, Ustadz H Ahmad Rosyadi S.Ag, Drs Taufiqurahman M.Pd (Kemnag Kota Bima), Ustadz Ridwan Haryanto S.Pd, Rahmawati S.Ag dan Ira Izzatul. [B-12]