Tak Terima Penguburan Cara Penerapan Covid-19, Keluarga Pasien Blokade Jalan Negara -->

Iklan Semua Halaman

.

Tak Terima Penguburan Cara Penerapan Covid-19, Keluarga Pasien Blokade Jalan Negara

Sunday, September 20, 2020
Warga saat menggelar aksi blokade jalan. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Pihak keluarga pasien maupun puluhan warga Dusun Buncu Utara, Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu menggelar aksi blokade jalan Negara, Minggu (20/9/2020) pagi.

Warga melakukan blokade Jalan Lintas Dompu - Sumbawa ini, karena tak terima jenazah pasien yang meninggal dunia Sirnawan A Karim pria (65) dikuburkan dengan cara penerapan protokol Covid-19.

Menurut keluarga pasien Usman H Muhammad yang juga mantan Kepala Dusun Buncu, pasien meninggal dunia sekira pukul 05.00 Wita diduga telah dinyatakan terkontaminasi Covid-19.

Sedangkan, pasien dilarikan oleh pihak keluarganya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu Minggu pada dini hari, sekira pukul 02.00 Wita, lantaran pasien mengalami sesak nafas. Namun beberapa jam kemudian pasien meninggal dunia.

"Pada saat kami menjemput jenazah, pihak rumah sakit melarang dan mengatakan bahwa almarhum dinyatakan terjangkit Covid-19 dan akan dilakukan penguburan protap Covid-19," ungkap pria sapaan akrap Nova ini.

Nova berpendapat, apa yang disampaikan pihak rumah sakit, tidak masuk di akal, sehingga, saat penjemputan almarhum di rumah sakit keluarga pasien sempat terjadi aduk argumen dengan pihak rumah sakit. 

Akibatnya, warga melakukan blokade jalan sebagai bentuk kekecewaan mereka. 

"Dapat kami simpulkan, bahwa almarhum diduga sengaja dibuatkan isu Covid-19, makanya kami melakukan blokade jalan," kesal Noval.

Sebelumnya, Direktur RSUD Dompu dr. Alif melalui Kepala seksi Hubungan Kemasyarakatan (Kasi Humas) dan Pemasaran RSUD Dompu Ida Fitriani, S.Keb, Bd membenarkan, pasien masuk rumah sakit pada Minggu (20/9) sekira pukul 02.00 Wita dini hari.

"Pasien diperiksa tim medis dan mengalami penyakit diagnosa dan menderita sakit jantung disertai penyakit lainnya, selanjutnya tim medis melakukan Rapid Tes dengan hasil Reaktif," ungkap Ida Fitriani.

Menurutnya, pasien diambil simpel swebnya sekira pukul 05.00 Wita, namun, setelah meninggal dunia, pasien baru diketahui hasil swab Laboratorium RSUD Dompu dan pasien dinyatakan positif Covid -19. 

"Pada saat tim medis akan mengambil tindakan protokol Covid -19, keluarga pasien menolak dengan alasan bahwa pasien tidak mengalami tanda atau gejala Covid-19," beber Ida Fitriani.

Tak lama kemudian, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu mendatangi rumah sakit untuk negosiasi dengan pihak keluarga pasien, namun keluarga tetap menolak almarhum diperlakukan menggunakan protap Covid-19.

Aksi blokade jalan dilakukan dimulai sekira pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.30 Wita. Setelah Kepala Desa Matua Samsul, Camat Woja, Herman dan Kapolsek IPDA Abdul Haris melakukan upaya pendekatan dan memberikan pemahaman kepada keluarga armarhun. 

Sehingga warga menerima dan membubarkan diri, dan pasien dikuburkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa setempat sekira pukul 14.00 Wita. [B-10]