Warga Kilo Digegerkan dengan Penemuan Jasad Pria Tergantung di Sebuah Pondok -->

Iklan Semua Halaman

.

Warga Kilo Digegerkan dengan Penemuan Jasad Pria Tergantung di Sebuah Pondok

Saturday, September 26, 2020
Pihak Kepolisian Sektor Kilo saat koordinasi dengan pihak keluarga korban. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Warga Desa Mbuju, Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu NTB digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria Sahyun 36 tahun yang tergantung menggunakan tali nilon di sebuah pondok miliknya yang berlokasi di Dusun Pantai Biru Desa setempat, Jumat (25/9/2020) sore, sekira pukul 15.00 Wita.

Jasad Sahyun pertama kali ditemukan Saiful Bahri (34) dan Muslimin (22) warga setempat yang hendak memanjat kelapa di sebuah kebun dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun saat melintas di depan pondok atau gubuk tersebut, keduanya tiba-tiba melihat korban dalam keadaan posisi tergantung.

Melihat kejadian tersebut, sontak keduanya kembali dan berlari menuju perkampungan dan memberitahukan kepada warga masyarakat. 

Mengetahui adanya kejadian tersebut kepala Dusun pesisir Iskandar beserta warga masyarakat mendatangi TKP dan langsung memeriksa korban yang sudah dalam keadaan tak bernyawa dan segera membuka tali yang melilit dileher korban kemudian korban dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Kilo IPTU Yuliansyah melalui PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah mengungkapkan, warga setempat menghubungi pihak Kepolisian Sektor Kilo. 

"Merespon laporan warga, Kapolsek Kilo beserta anggotanya sampai di rumah duka pada sekitar pukul 15.20 Wita melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban terkait kejadian yang menimpa Sahyun," ungkap Hujaifah.

Menurut Hujaifah, dari pihak keluarga korban sudah mengakui bahwa korban memang mengalami gangguan jiwa (stress) lantaran ditinggal oleh isterinya. 

"Pihak keluargapun menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan meyakini bahwa murni bunuh diri, dan korban rencananya akan dikebumikan besok, Sabtu (25/9)," jelas Hujaifah.

Atas kejadian itu, Kapolsek Kilo menghimbau kepada warga setempat agar tidak ada muncul hal lain yang terjadi sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. 

"Kita semua tahu bahwa saudara kita (korban) mengalami gangguan jiwa, jadi ini murni bunuh diri," imbuh Kapolsek.

Sementara, orang tua korban Suparman Hamzah (62) juga sudah menerima atas kejadian apa yang menimpa anaknya, dan mengikhlaskan bahwa kejadian tersebut murni meninggal karena butuh diri. 

"Saya selaku orang tua korban mengikhlaskan kejadian ini, dan anak saya (korban, red) memang mengalami gangguan jiwa terkait prahara rumah tangga yang dialaminya, sejak ditinggal isterinya anak saya mengalami gangguan jiwa," tuturnya. [B-10]