Angka Covid-19 belum Lunak, DKI Jakarta PSBB Transisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Angka Covid-19 belum Lunak, DKI Jakarta PSBB Transisi

Sunday, October 11, 2020
Balai Kota Jakarta. Foto Ist.


Jakarta, Berita11.com— Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi mulai 12-25 Oktober 2020 mendatang. Hal itu sebagaimana diumumkan Pemrov DKI Jakarta melalui website resmi.

“Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi bertahap kebijakan rem darurat dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar #PSBBTransisi dgn ketentuan baru selama dua pekan ke depan, 12 - 25 Okt 2020” demikian tertulis di website Pemrov DKI Jakarta.

Awalnya, pada Minggu (11/10/2020) pagi warga menikmati olahraga seperti yang terpantau di kawasan fx Sudirman. Mayoritas warga berolahraga dengan bersepeda. Warga yang mengayuh sepeda dating dari arah Bundaran Senayan menuju Semanggi maupun sebaliknya.

Seperti dikutip dari Detik.com, sebelumnya diketahui, PSBB DKI Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemprov DKI Jakarta pun telah membahas kelanjutan PSBB ketat pada Sabtu (10/10/2020). Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi pelaksanaan PSBB selama ini.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang kembali diberlakukan secara ketat berakhir hari ini. Pengetatan PSBB DKI ini diberlakukan sejak 14 September 2020 dan sebelumnya telah diperpanjang.

Pengetatan PSBB mulanya hanya diberlakukan selama 2 pekan, pada 14-27 September. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian memutuskan memperpanjangnya hingga 11 Oktober 2020 atau tepatnya hari ini dengan sejumlah pertimbangan.

Pertimbangan kala itu adalah masih meningkatnya grafik kasus COVID19 daerah penyangga DKI Jakarta. Karena itu, penyelarasan langkah-langkah kebijakan harus dilakukan, sehingga pengetatan PSBB harus diperpanjang.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," kata Anies dalam keterangannya, dikutip dari Detik.com.

Pada 5 Oktober lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, menyebut pihaknya masih mengkaji perihal perpanjangan PSBB. Apakah PSBB perlu diperpanjang atau tidak.

"Lagi ditunggu, kan ada kajian. Kajiannya kan hari-harian sampai sepekan. Pengkajian harian, kita laporkan mingguan di bahas di tim provinsi seminggu sekali, kecuali ada hal tertentu yang sangat emergency, tentunya bisa dipercepat. Jadi kita monitoring evaluasi, seminggu sekali minimal," ujar Widyastuti saat ditemui di Balai Kota DK

Pemprov DKI Jakarta pun telah membahas kelanjutan PSBB ketat pada Sabtu (10/10) kemarin. Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi pelaksanaan PSBB selama ini. [B-12/Detik.com]