Bawaslu Kabupaten Bima Gelar Rakor Evaluasi Tahapan Kampanye, ini Hasilnya -->

Iklan Semua Halaman

.

Bawaslu Kabupaten Bima Gelar Rakor Evaluasi Tahapan Kampanye, ini Hasilnya

Friday, October 2, 2020
Suasana Rakor Evaluasi Kampanye di Kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu, Bawaslu Kabupaten Bima, Jumat (2/10/2020) Sore.


Bima, Berita11.com— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima menggelar rapat koordinasi (Rakor) evaluasi tahapan kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima di Sentra Gakumdu kantor Bawaslu Kabupaten Bima, Jumat (02/10/2020) sore.

Dari Rakor ini disepakati sejumlah larangan dalam kegiatan blusukan seperti pengerahan massa, musik dan orgen tunggal. Jika masih ada pengerahan massa, musik dan orgen tunggal, maka Polri -TNI akan membubarkan kegiatan tersebut.

Selain itu, nama nama tim kampanye disampaikan dengan batas akhir Senin, 5 Oktober 2020. Jika hingga deadline tersebut tidak disampaiakan, maka tim dan Paslon tidak boleh melakukan kampanye. Dalam Rakor juga disepakati alat peraga kampanye (APK) harus ditertibkan tiga hari setelah disetujui oleh KPU Kabupaten Bima berkaitan konten, lokasi dan ukuran baliho. Jika hingga ketentuan tersebut tidak ditertibkan, maka akan ditertibkan oleh Bawaslu, Polri, TNI dan Satuan Pol PP. Blusukan diperbanyak di titik yang masuk dalam kegiatan kampanye. Adapun Rakor untuk menegaskan kembali peraturan sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang, peraturan pemerintah, PKPU maupun Perbawaslu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah mengatakan, terhadap semua pasangan calon, sehari sebelum melaksanakan kampanye agar menyerahkan salinan dan nama-nama tim kampanye ke Bawaslu Kabupaten Bima.

Dirinya juga mengingatkan segera menertibkan Alat Peraga kampanye (APK) yang masih terpasang, khususnya APK yang tidak sesuai dengan PKPU Nomor 5 tahun 2020. Hal tersebut sebagaimana yang sudah disepakati saat pertemuan di Polres Bima Kota.

“Bahwa evaluasi kampanye sudah 70 persen dan pasangan calon sudah mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Dia mengatakan, Bawaslu Kabupaten Bima sudah memberikan kesempatan selama tiga hari sesuai surat yang disampaikan Selasa, 29 September 2020 lalu. “Bahwa kami memberikan kesempatan kepada pasangan calon untuk menertibkan sendiri terkait dengan alat peraga kampanye yang tidak sesuai standar sebagaimana ketentuan Peraturan KPU,” ujarnya.

Adapun penghubung (liaison officer) Paslon dr Irfan- H Herman Alfa Edison, Idhar M.Pd menyatakan, berkaitan SK tim kampanye bahwa Paslon nomor 1 akan meneruskan ke KPU Kabupaten Bima dan menembuskan ke Bawaslu Kabupaten Bima pada Senin.

“Apapun masukan dari Bawaslu Kabupaten Bima akan kami sampaikan ke Calon Bupati Bima. Terkait APK, kami akan komunikasikan dengan teman-teman di lapangan terkait standar KPU untuk pemasangan baliho,” ujarnya.

Idhar mengatakan, blusukan IMAN telah sesuai jadwal dan STTP yang dikeluarkan pihak kepolisian.

“Kami tetap memakai masker dan sarung tangan untuk Paslon. Kami juga telah mengimbau kepada masing-masing simpatisan agar bisa membatasi massa pendukung,” katanya.

Adapun tim penghubung Paslon SYAFAAD, Ilham mengatakan, berkaitan APK agar KPU Kabupaten Bima menyiapkan, sehingga pihaknya dapat menjawab animo masyarakat yang menanyakan berkaitan baliho tersebut.

“Terkait evaluasi kampanye bahwa Paslon SYAFAAD, sudah kami memberikan imbauan dan pembatasan kepada simpatisan agar tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun. Agar tidak ditegur oleh Bawaslu Kabupaten Bima karena berdasarkan protokol kesehatan,” katanya.

LO Paslon InDah, nomor urut 3, Dafullah mengatakan, banyak hal yang perlu pihaknya sampaikan yaitu berkaitan SK tim penghubung, yang mana sudah pihaknya serahkan kepada KPU Kabupaten Bima sehari sebelum penetapan calon sebanyak tigarangkap. “Baik untuk Polres maupun Bawaslu Kabupaten Bima. Terkait APK, saya telah memanggil tim dan relawan baik melalui telpon maupun group WA agar sesegara mungkin menertibkan APK, karena tidak sesuai dengan aturan,” katanya.

Pihaknya meminta KPU secepatnya menetapkan ukuran baliho maupun stiker untuk dipasang pada tempat yang telah ditentukan. “Saat kampanye Paslon nomor 3 telah menyiapkan masker dan tetap menjaga jarak serta membatasi simpatisan antara satu dengan yang lain demi menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPU Kabupaten Bima Yuddin Candra Nan Arief mengatakan, menindaklanjuti Bawaslu, pihaknya meminta nama-nama tim kampanye dan penghubung diserahkan kepada KPU, Bawaslu dan Polres. “Sehingga tidak ada perbedaan saat menyerahkan nama-nama tersebut,” katanya.

Yuddin menjelaskan, APK telah didesain dan rampung pada Jumat sore. “Hari ini kami akan periksa dan paraf agar kami bisa mencetak desain baliho dari masing-masing paslon. Spanduk masing-masing paslon sebanyak 2 spanduk per desa. Ketika tim ingin melaksanakan kegiatan kampanye agar ditembuskan ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Bima,” imbaunya.

Kasat Intel Keamanan Polres Bima Ahmad Majmuk mengatakan, berkaitan blusukan sangat diapresiasi oleh pihak kepolisian. “Agar massa masing-masing simpatisan bisa dibatasi, sehingga massa tidak membludak.,” katanya.

Diingatkannya, bahwa Polda NTB telah mengkampanyekan kampanye sehat. “Teknisnya kami akan medokumentasikan dan meneruskan ke Polda,” katanya.

Pihaknya mengharapkan masing-masing tim penghubung tetap menjaga protokol kesehatan. “Tidak ada kebijakan massa pendukung yang tidak bisa dikontrol oleh tim masing-masing paslon,” ujarnya.

Dirnya juga meminta masing-masing tim penghubung bekerja sama menjaga protokol kesehatan. “Kami telah membentuk zona wilayah agar bisa terkoordinir oleh Bawaslu maupun KPU Kabupaten Bima,” katanya.

Pihaknya juga berharap agar tim penghubung menyampaikan kepada Paslon untuk menghindari blusukan ke pasar mengingat pihak kepolisian sedang melaksanakan operasi yustisi berkaitan Covid-19.

“Agar masing-masing Paslon untuk secepatnya menyampaikan tim-tim kampanye mulai tingkat kecamatan sampai tingkat desa,” katanya.

Sementara itu, Kasat Intel Keamanan Polres Bima Kota, IPTU M. Ananda, S.Kom menyampaikan, Polres Bima Kota menyampaikan ucapan terima kasih atas kepada tim penghubung yang telah memasukkan surat pemberitahuan sebelum kampanye dilaksanakan.

“Untuk kampanye zona tengah agar memasukkan surat pemberitahuan di dua Polres, yaitu Polres Bima Kota dan Polres Bima. Hindari pengerahan masa dalam satu kecamatan,” katanya.

Ia juga meminta agar tidak mengadakan lomba di tingkat kecamatan maupun desa. Selain itu, masing-masing tim penghubung untuk bisa menyampaikan kepada pihak kepolisian berkaitan titik kumpul pengerahan massa di tingkat desa. “Agar kami bisa sampaikan ke Kapolsek agar giat tetap termonitor,” ujarnya.

Selain Ketua Bawaslu Abdullah SH dan sejumlah anggota Bawaslu, Rakor juga diikuti Ketua KPU Kabupaten Bima Imran, S.Pd.I., SH beserta komisioner lain, Kasat Intelkam Polres Bima IPTU Ahmad Majmuk, S.Pd, Kasat Intelkam Polres Bima Kota IPTU M. Ananda, S.Kom, Dan Unit Intel Kodim 1608/Bima Letda Inf Husain dan tim penghubung dari masing-masing Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bima. [B-12/B-11]