Berkas Pembunuhan di Mangge Asi Rampung, Tersangka Diganjar Pasal 338 KUHP -->

Iklan Semua Halaman

.

Berkas Pembunuhan di Mangge Asi Rampung, Tersangka Diganjar Pasal 338 KUHP

Friday, October 9, 2020
Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Ronald Cristofel, S.TK. Dok. Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Berkas perkara dugaan kasus pembunuhan sadis dialami Iskandar pria 39 tahun, yang terjadi di ladang jagung, Dusun Saka, Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu, pada tanggal 12 Juni 2020 kini sudah rampung atau dinyatakan P-21 oleh Kejari Dompu.


Sementara, tersangka inisial SF pria 29 tahun, diganjar dengan pasal sangkaan yakni pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman 15 Tahun Penjara.


Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, STK menjelaskan, proses penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut berjalan kurang lebih tiga bulan dan penyerahan tersangka beserta barang bukti akan ditindaklanjuti hari ini juga, dengan menyerahkan tahap dua ke Jaksa Negeri Dompu. 


"Terkait kasus pembunuhan di Mangge Asi sudah lengkap (P-21) dan akan segera kami tindaklanjuti," jelas Kasat Reskrim di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2020) pagi.


Menurut Ivan, perkara pembunuhan tersebut, cukup menjadi atensi publik, karena adanya desakan dari pihak keluarga korban yang mencurigai ada pelaku lain. Namun, di tingkat penyidikan tidak bisa dibuktikan, untuk hal ini, Kasat Reskrim angkat bicara. 


"Memang ada desakan di awal penanganan kasus tersebut, kami bekerja sudah optimal, proses penyidikan sudah maksimal, saksi saksi sudah kami periksa, bahkan saksi yang diajukan pihak keluarga korbanpun sudah kami periksa namun tak ada satupun keterangan yang bisa membuktikan adanya pelaku lain selain SF," beber Ivan.


Kasat Reskrim menegaskan, untuk penanganan perkara tersebut, penyidik tetap optimal, dengan P-21 kasus tersebut bisa menjawab tentang adanya kepastian hukum terhadap pelaku pidana dan juga wujud keseriusan dalam hal penanganan perkara. 


"Jika dikemudian hari ditemukan fakta yang bisa membuktikan ada pelaku lain selain SF, maka, akan diproses juga sesuai hukum berlaku," isyaratnya dengan tegas. [B-10]