Dukungan untuk SALAM Makin tak Terbendung di Kota Mataram -->

Iklan Semua Halaman

.

Dukungan untuk SALAM Makin tak Terbendung di Kota Mataram

Thursday, October 1, 2020
Dukungan untuk Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Nomor Urut 2, Selly-Manan (SALAM) Semakin Luas. Sejumlah Tokoh dan Warga Menyatakan Berbagai Program dan Visi-Misi Pasangan ini Lebih Kongkrit.


Mataram, Berita11.com— Fenomena dukungan warga kota untuk pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tampaknya tak terbendung dan makin seksi.

Hal itu terkait kreatifnya SALAM dalam mengemas isu yang mudah dipahami dan dirasakan langsung implementasinya oleh pemilih kota. Maka tak heran jika arus kuat dukungan warga ke SALAM makin tebal.

Gerakan SALAM yang masif mampu menarik perhatian dan simpati lebih banyak pemilih dari berbagai strata sosial Kota Mataram. Terutama dari kalangan pemilih cerdas, kelas menengah, milennials, perempuan, kelompok minat dan hobi, wirausaha, pendidik dan lainnya.

Seperti kejadian semalam, belasan orang perwakilan Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram bertemu Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani di kediaman Selly di Panji Tilar 15, Kota Mataram, Rabu (30/9/2020).

Komunitas yang beranggotakan anak-anak muda pegiat olahraga berkuda ini, menyatakan dukungan untuk SALAM dan berharap pasangan SALAM bisa lebih memerhatikan kegiatan olahraga berkuda di Kota Mataram.

Menurut mereka, potensi atlit berkuda di Kota Mataram sangat besar. Apalagi Mataram sudah lama memiliki lapangan pacuan kuda di kawasan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Sayangnya lapangan pacuan kuda justru beralih fungsi untuk medan balapan motor.

"Padahal kalau lapangan pacuan Kuda itu dimanfaatkan akan sangat berguna bagi kami. Karena itu, kami berharap SALAM bisa memerhatikan hal ini ke depan agar Kota Mataram melahirkan atlit berkuda berbakat,” kata Muhammad Ahdari, pendamping Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram.

Ahdari mencontohkan, Habibie salah seorang anak pegiat olahraga berkuda. Habibie merupakan aset Kota Mataram yang kini lebih sering ikut pacuan kuda di Lombok Tengah hingga Dompu dan Bima. Prestasinya dalam olahraga berkuda justru mendongkrak nama daerah lain. Padahal Habibie warga Kota Mataram asli Gubuk Mamben Sekarbela . Namun arena keterbatasan perhatian dan fasilitas pembinaan, ia justru lebih sering mengikuti event balap kuda atas nama kabupaten lain.

Ahdari menjelaskan, potensi atlit berkuda cukup besar di Kota Mataram. Tapi karena keterbatasan fasilitas, akhirnya mereka berlatih di Praya, Lombok Tengah.

"Sangat sayang sekali jika potensi dan prestasi atlit berkuda mataram justru mengharumkan daerah lain. Harusnya Kota Mataram bisa menunjukan banyak talenta berbakat berkuda yang handal," tukasnya.

Hj Selly Andayani menyambut baik semangat dan optimisme generasi muda dari Komunitas Berkuda Mataram ini. Menurutnya, SALAM akan memfasilitasi gagasan dan kegiatan yang positif bagi generasi muda Kota Mataram, termasuk di bidang olahraga berkuda.

"Tentu semua komunitas olahraga semua cabor yang ada perlu mendapat perhatian yang sama. SALAM akan melakukan hal ini, dan akan memaksimalkan fungsi lapangan pacuan Kuda nantinya," katanya.

Ia optimis akan banyak prestasi anak-anak muda Kota Mataram yang cemerlang di bidang olahraga, jika saja kegiatan pembinaan dan penyediaan fasilitasnya dilengkapi oleh pemerintah daerah. Prestasi mereka tentu akan menoreh nama baik bagi Kota Mataram di tingkat nasional.

Ke depan, SALAM akan rutin menggelar event-event pacuan kuda. Hal itu bukan saja mendorong animo untuk olehraga berkuda, tetapi juga bisa menjadi potensi destinasi wisata, atraksi baru di Kota Mataram ke depan.


Dukungan Pengusaha dan Wirausahawan Muda

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Mataram yang tergabung dalam Lembaga Cipta Daya Wirausaha (LCDW).

LCDW merupakan gabungan pengusaha, wirausahawan dan pelaku UMKM di Kota Mataram dari berbagai bidang usaha.

Ketua LCDW John Fitriadi mengatakan, dukungan untuk SALAM karena figur Selly Andayani dikenal punya semangat luar biasa dalam penguatan dan pengembangan UMKM di Kota Mataram bahkan NTB. 




"Kami ke buk Selly dan mendukung SALAM, karena beliau selama ini peduli dengan UMKM. Bisa dibilang buk Selly ini Bunda-nya UMKM,” kata Johnusai menggelar talkshow ekonomi kreatif di kediaman Selly Andayani , Jl Panji Masyarakat No 15 Mataram, Kamis (1/10/2020).

Dialog bisnis perwakilan LCDW dengan Selly Andayani membahas peluang dan tantangan sektor UMKM Kota Mataram di masa mendatang.

Selly mengungkapkan bagaimana teknologi harus mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari geliat ekonomi, termasuk UMKM.

Mantan Kadis Perdagangan NTB ini menjelaskan, bagaimana konsep e-commerce NTB melalui aplikasi I-Shop NTB mampu mengubah paradigma pasar produk UMKM NTB.

"Kota Mataram juga harus melakukan hal yang sama. Digitaliasasi harus mulai dilakukan di era ekonomi 4.0 ini," tegasnya.

Selly menyemangati para pelaku usaha ini agar terus berkreasi dan inovasi, mengangkat potensi-potensi Kota Mataram ke depan.


Fenomena Dukungan SALAM

Fenomena dukungan untuk pasangan SALAM di Kota Mataram juga terus tumbuh dari kalangan masyarakat pemilih pemula. Hal ini juga nampak di kantong-kantong akar rumput yang sebelumnya apriori dengan Pilkada.

Kegiatan sosial kemanusiaan menggunakan kendaraan roda tiga yang dilakukan SALAM dengan berbagi masker dan sosialisasi pencegahan Covid-19 juga mendapat respons positif berbagai kalangan.

Selain itu lewat kegiatan Flashmob di sejumlah kawasan strategis juga mendongkrak nama SALAM. Kampanye simpatik dibarengi dengan pembagian masker oleh SALAM justru mendapat sambutan, antusiasme dan dielu-elukan warga di kampung-kampung.

"Setiap hari ratusan masker SALAM kita bagi ke warga dikampung kampung tanpa pandang bulu agar terhindar dari bahaya covid sekaligus upaya SALAM mendorong Kota Mataram menuju zona hijau,” tukas Mahsan SH, relawan Selly Manan yang keliling keluar masuk kampung dengan kendaraan Viar Roda Tiga mengkampanyekan protokol kesehatan. [B-19/*]