Enam Rumah Sakit di NTB Terima Bantuan dari USAID -->

Iklan Semua Halaman

.

Enam Rumah Sakit di NTB Terima Bantuan dari USAID

Tuesday, October 27, 2020
Wagub NTB, Dr Sitti Rohmi Djalilah Meneruskan Bantuan Ventilator kepada Enam Rumah Sakit di NTB, Selasa (27/10/2020). Foto Ist.


Mataram, Berita11.com— Enam rumah sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima bantuan alat kesehatan (ventilator) dari United States Agency for International Development (USAID), Selasa (27/10/2020).

Penyerahan bantuan diteruskan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah di RSUD Kota Mataram. Adapun enam rumah sakit di NTB yang menerima bantuan dari USAID yakni RSUD Kota Mataram, RSU Awet Muda Lombok Barat, RSUD Praya Lombok Tengah, RSI Siti Hajar, RSAD Wira Bhakti Mataram, dan RS Harapan Keluarga.

Pada momen penyerahan bantuan, Wagub NTB mengatakan, disiplin penerapan protokol kesehatan adalah kunci utama pencegahan penularan Covid-19 di NTB. Prokes mulai dari penggunaan masker, cuci tangan mengggunakan sabun, menggunakan sanitizer dan menjaga jarak harus menjadi tatanan hidup baru bagi masyarakat NTB menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Sitti Rohmi juga berharap masyarakat tidak mengabaikan prokes. Karena meski grafik kasus Covid-19 ini terus melandai, namun masyarakat diharapkan tetap patuh terhadap anjuran pemerintah. Terlebih Provinsi NTB sendiri telah mengimplementasikan Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular, yang di dalamnya mengatur pemberian sanksi bagi pelanggar Prokes.

“Jadi biasakan pakai masker. Jangan dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, tapi ini untuk kesehatan kita semua,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Hj. Nurhandini Eka Dewi menyoroti antisipasi penularan Covid-19 di sektor pariwisata, khususnya saat libur panjang yang akan dimulai Rabu, 27 Oktober 2020.

Mantan Kepala Dikes Kabupaten Lombok Tengah ini menyebut ada sejumlah komponen pariwisata yang harus berperan dalam penanganan Covid-19, di antaranya, pelaku, pengusaha, pekerja dan pengunjung pariwisata.

Editor: Redaksi