Hati-hati Kemakan Pesan Berantai Hoaks Kartu Prakerja -->

Iklan Semua Halaman

.

Hati-hati Kemakan Pesan Berantai Hoaks Kartu Prakerja

Sunday, October 11, 2020

Ilustrasi.


Bima, Berita11.com— Pesan berantai (broadcast) tentang pendaftaran kartu Prakerja kembali beredar melalui pesan Whatshapp Group (WAG) dan jalur pribadi (japri). Namun bukan informasi resmi dari pihak pemerintah, yang beradar adalah informasi palsu (fake) atau hoaks. 


Isi pesan tersebut mengajak segera mendaftar sebagai peserta program Prakerja agar bias mendapatkan bantuan Rp600 ribu. Namun dalam pesan berantai tersebut, alamat website/ tautan yang untuk mendaftar sebagai peserta Prakerja bukanlah website resmi yang disampaikan pemerintah selama ini, www.prakerja.go.id, melainkan https://prakerja.vip.

Broadcast berisi imbauan dan ajakan untuk mendaftar dalam program tersebut juga menyebar dalam sejumlah WAG komunitas dan warga di NTB, termasuk di Bima. 


isi pesan berantai tersebut yakni:


Daftar Prakerja Sekarang

Dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja

Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya

yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan

Langkah untuk mendaftar Prakerja

  • Kunjungi situs https://prakerja.vip
  • Isi formulir data diri
  • Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp
  • Bantuan akan dikirim melalui rekening bank

harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan https://prakerja.vip


Diketahui, saat ini program Prakerja memang telah berlangsung hingga gelombang 10, tetapi sudah ditutup pada 28 September 2020 pukul 12.00 WIB. Adapun Prakerja Gelombang 11 hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan dibuka.

Sebelumnya, pada 5 Oktober 2020 lalu, Head of Communication PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan terkait program Prakerja gelombang 11. 

Sebagaimana diketahui, sembarang mengklik tautan (link) yang belum terverifikasi kebenarannya atau bukan dari website resmi rentan untuk disusupi tindaka jahat seperti malware maupun upaya pencurian data user dan password seperti jalan masuk untuk menunggangi account media sosial seperti melalui pola phising.
[B-19]