Kapolsek Pekat Gelar Tikar Ajak Kades serta Elemen Pemuda Pengelola Alat Musik Sasak -->

Iklan Semua Halaman

.

Kapolsek Pekat Gelar Tikar Ajak Kades serta Elemen Pemuda Pengelola Alat Musik Sasak

Friday, October 16, 2020
Kegiatan tikar sedang berlangsung bersama beberapa Kades dan sejumlah elemen pengelola musik Sasak. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Kapolsek Pekat IPDA Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos menggelar tikar di garasi Polsek setempat dan ajak beberapa Kepala Desa serta elemen pemuda pengelola alat musik sasak di Kecamatan Pekat untuk duduk bersama, Kamis (15/10/2020) pagi.


Hal tersebut diinisiasi langsung oleh Kapolsek Pekat sebagai bagian dari upaya Harkamtibmas khususnya di Wilayah hukum yang dia pimpin.


Selain itu, IPDA Muh. Sofyan Hidayat bermaksud mengajak masyarakat untuk berkomitmen melawan Covid-19 guna mempertegas Inpres Nomor 06 Tahun 2020 dan aturan Pemerintah Propinsi NTB Nomor 7 Tahun 2020. 


Kapolsek Pekat melalui PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menjelaskan, pada kesempatan itu, Kapolsek didampingi Kanit Intelkam BRIPKA Mustawa, Kanit Bimas BRIPKA Firdaus dan para Bhabinkamtibmas menyampaikan beberapa arahan serta himbauan.


"Para Kepala Desa harus siap untuk bersama-sama dengan pihak Kepolisian demi menjaga Kamtibmas menjelang maupun sesudah Pemilukada," imbuhnya.


Menurut Kapolsek, dukungan dari para Kades dan elemen masyatakat sangat dibutuhkan dalam upaya Harkamtibmas di Kabupaten Dompu lebih khusus di Kecamatan Pekat.


"Jangan sampai ada perpecahan, hanya karena beda pilihan, mari kita ciptakan Pemilukada yang aman dan damai," arahannya.


Melalui kesempatan itu pula, Kapolsek juga menghimbau agar Pemerintah Desa mensosialisasikan terhadap warga tentang Inpres dan Perda tersebut.


"Buat para Kades mohon menindak lanjuti apa yang diintruksikan presiden dan peraturan pemerintah provinsi terhadap warganya," arahannya.


Sementara, khusus para pemuda pengelola alat musik Sasak juga diberikan penekanan khusus serta himbauan. Berikut beberapa pesan Kapolsek terhadap pengelola musik Sasak. 


-Pada saat ada kegiatan hajatan yang menggunakan alat musik tradisional agar tidak mengganggu ketertiban umum di jalan raya.


-Patuhi protokol Covid-19 dengan tidak melihatkan masyarakat banyak yang menimbulkan kerumunan massa.


-Lakukan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Desa setempat serta yang mengadakan acara agar setiap pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan lancar.


- Apabila ditemukan kegiatan adat yang tidak tertib atau pesertanya tidak mematuhi protokol Covid-19, maka pihak Kepolisian akan tindak tegas dengan memberikan sanksi yaitu melakukan penyitaan terhadap alat musik (dibekukan). [B-10]