KPU Ajak Mahasiswa Sukseskan Pilkada 2020 -->

Iklan Semua Halaman

.

KPU Ajak Mahasiswa Sukseskan Pilkada 2020

Thursday, October 15, 2020

 

Foto Bersama Komisioner KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin dan Kader PMII Usai Sosialisasi Tahapan Pemilihan Serentak 2020.


Bima, Berita11.com-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima mengajak mahasiswa ikut mensukseskan Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Bima.


Ajakan tersebut disampaikan anggota KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin S.Pd.I di hadapan lebih kurang 30 kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Sekretariat PMII Cabang Bima di Lingkungan BTN Nusantara Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, Kamis (15/10/10).


Sosialisasi bertema Peranan Mahasiswa dalam Mensukeseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima tahun 2020 tersebut diikuti aktivis PMII di antaranya Ketua Umum PMII Cabang Bima, Muamar Silfah dan Mabincab PMII  Cabang Bima Abdul Muluk.


Komisioner KPU Kabupaten Bima Ady Supriadin menjelaskan,  tujuan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendidikan pemilih dan sosialisasi untuk organisasi kemahasiswaan yang  sebelumnya juga dilaksanakan oleh pihaknya.




"Sebenarnya sudah kita lakukan beberapa waktu yang lalu, juga karena ada sesuatu hal
kita baru, mulai lagi.  Tatap muka dengan berbagai elemen masyarakat termasuk mendatangi OKP OKP.  Ini jadi bukan hanya PMII yang kita agendakan untuk pendidikan pemilih dan sosialisasi tentang Pilkada 2020. Rencana kita akan masuk di kampus, perguruan tinggi dan OKP yang lainnya termasuk HMI maupun yang lain," katanya.


Dikatakannya, sejumlah informasi yang ingin disampaikan pihaknya berkaitan tahapan Pilkada 2020. Selain itu, cara menjadi pemilih.


"Harus diketahui mahasiswa adalah elemen melenial penting karena jumlahnya sekiitar 30-40 persen. Jumlahnya cukup banyak, sehingga potensi mereka ini harus terselesaikan secara baik nanti di hari Rabu 9 Desember 2020," katanya.


Ady yang juga kader PMII mengatakan,  saat ini KPU Kabupaten Bima sedang merekrut calon  KPPS, sehingga tidak menutup kemungkinan terbuka untuk kader-kader PMII ikut serta dalam mensukseskan Pilkada 2020 di Kabupaten Bima.


"Bahkan di Indonesia angka pemilih pemula, pemilih muda usia 17-40 tahun itu jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang yang usia sudah ujur, yang sudah dewasa masuk usia 50-an. Itu jauh lebih banyak usia pemilih pemula itu," katanya.


Angka pemilih muda bahkan 40 persen, sehingga potensi yang luar biasa tersebut bisa menggerakkan apapun. "Apalagi dalam sebuah komunitas yang terorganisir, dalam kelembagaan organisasi  potensi besar yang bisa menggerakkan untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilukada, " ujarnya.


Menurut Ady, hal itu bisa menggerakan secara  langsung ikut mensukseskan dan menginstruksikan datang ke TPS  tanggal 9 Desember nanti. Pergerakan bisa secara kelembagaan dalam  mengawasi proses di TPS.


"Itu peran mahasiswa dalam proses pengawasan  di tempat pemungutan suara, karena regulasi dan undang-undang membuka ruang bagi masyarakat, termasuk mahasiswa untuk mengawal setiap proses tahapan yang berjalan," ujarnya lagi.


Dia menambahkan, peran mahasiswa dalam proses pengawasan dugaan pelanggaran maupun dugaan kecurangan, bisa dilaporkan dan bisa diadukan pada ruang-ruang yang sudah dibuka untuk diproses hukum. Karena proses di TPS rawan sekali tindak pelanggaran Pemilu.  "Ketika adanya pelanggaran di TPS, maka PMII atau organisasi kemahasiswaan bisa  untuk mengawal proses pemungutan suara di tingkat PPS," katanya.


Adapun Ketua Umum PMII Cabang Bima  Muamar Silfah mengatakan, komisioner KPU Kabupaten Bima adalah orang luar biasa.


"Peran PMII boleh dan di mana saja, tapi sebagai institusi lembaga resmi, PMII tidak boleh masuk dalam politik praktis. Kader boleh masuk dan berada di mana saja, ini penting juga memberikan satu inspirasi bagi kader dan anggota PMII yang sesungguhnya," katanya.


Dia mengatakan,  PMII harus memberikan informasi yang mempu mendamaikan situasi. Mulai dari kampung, desa, kecamatan dan Kabupaten. 


"Mestinya yang harus adil adalah azas utama   sahabat-sahabat boleh berada di mana saja. Kapan saja, di mana saja,  tapi tidak boleh ikut dalam hal politik praktis yang menjadi titik penting pencerahan yang harus mesti dilakukan oleh PMII secara organisatoris. Sekali lagi  terima kasih kepada sahabat  yang sudah meluangkan waktu bersama sahabat-sahabat lain. Semua ini yang harus diambil  sikap dari pertemuan ini," katanya.


Pada kesempatan yang sama, Mabincab PMII Bima Abdul Muluk mengatakan, secara kelembagaan organisasi, PMII Cabang Bima menanggapi  positif sosialisasi oleh KPU.


"Kegiatan ini sangat luar biasa sekali untuk melakukan edukasi terhadap mahasiswa untuk  di kalangan anggota dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, kaitan dengan sosialisasi pemilihan kepala daerah supaya kader-kader nantinya bisa melakukannya edukasi juga terhadap masyarakat. Artinya bukan hanya sampai di sekretariat ini yang kemudian akan diimplementasikan terhadap masyarakat secara luas," katanya. [B-12]