Merasa Ditipu, Nasabah Gugat Bank BRI Cabang Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Merasa Ditipu, Nasabah Gugat Bank BRI Cabang Dompu

Friday, October 2, 2020
Kuasa hukum korban Muktamar, SH. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Seorang pria Muhammad warga Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu menggugat secara perdata Bank BRI atas dugaan penipuan. Nasabah ini mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Dompu, pada Kamis (1/10/2020) pagi.

Menurut kuasa hukumnya Muktamar, SH, dugaan modus penipuan yang dilakukan Bank BRI Cabang Dompu dengan menawari kliennya untuk dibuatkan kredit baru dengan nominal kisaran Rp144 juta.

Namun pada faktanya, surat-surat atau berkas yang ditandatangani kliennya beberapa tahun lalu malah bukan berkas pengajuan kredit akan tetapi addendum restrukturisasi kredit.

"Yang kami pahami, restrukturisasi kredit adalah penanganan terhadap nasabah yang bermasalah, okey klien kami bermasalah tapi bukan Rp144 juta tapi tunggakan Rp13 juta," kata Muktamar, SH, Jumat (2/10) pagi.

Sebelumnya, kliennya mempunyai tunggakan sebesar Rp13 juta sehingga pihak Bank menyatakan sebagai kredit tur macet dan mengeluarkan akta addendum restrukturisasi kredit dengan nominal kisaran Rp144 juta. 

"Jadi, di sini kami melihat bahwa telah terjadi manipulasi angsuran yang seharusnya telah disetor klien kami ke Bank namun pihak Bank ini sudah mengubah seolah-olah klien kami tidak pernah membayar iuran kredit," ungkapnya.

Sementara, dalam surat somasi yang dikeluarkan pada bulan Juli 2016 lalu, Muktamar kembali menerangkan, sudah jelas mengatakan bahwa pinjaman kliennya hanya Rp13 juta sekian.

"Tiba-tiba pada tahun 2017 lalu, muncul bahwa klien kami ini kreditnya macet sebesar Rp144 juta," terangnya.

Anehnya lagi, pada tahun 2018 lalu, terjadi pelelangan terhadap agunan kliennya yakni sebuah rumah tanpa sepengetahuan dari kliennya dan proses lelang tersebut diduga kuat telah menyalahi aturan pelelangan itu sendiri.

Dikatakannya, kliennya hingga saat ini masih membayar angsuran dengan berbagai fariasi, mulai dari Rp2 juta lebih hingga Rp1 juta lebih dan pembayaran itu dilakukan sejak tahun 2017 lalu, karena diduga diteror oleh pihak Bank BRI. 

"Jika tidak membayar angsuran akibat restrukturisasi kredit tadi maka rumahnya disita, namun kenyataannya, angsuran tetap dibayar dan rumahnya pun tetap dilelang," bebernya.

Dengan kejadian yang dialami kliennya itu, pihaknya sangat kecewa, dan jika hal itu dibiarkan, kata Muktamar, kejahatan akan terus terjadi bagi nasabah-nasabah lain, dan hal itu perlu diungkap.

"Menurut kami, ini kejahatan yang sangat luar biasa dan perlu kami ungkap dan tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada nasabah lain yang mengalami hal ini di Kabupaten Dompu," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan penipuan ini ada tiga unsur yang tergugat di antaranya Bank BRI Cabang Dompu kemudian KPKNL Kantor pelelangan di Bima dan salah satu pegawai Bank BRI Cabang Dompu inisial SP.

Sedangkan turut tergugat ada dua orang yakni pembeli pelelangan rumah inisial E dan pihak Notaris inisial RH.

Sementara, pihak Direktur BRI atau bagian yang menangani soal itu, saat didatangi awak media, pada Jumat (2/10) siang, sekira pukul 14.09 Wita guna dimintai tanggapan, namun satupun sedang tidak ada di tempat. Hal itu disampaikan Security (Satpam) Armansyah.

"Pak Direktur sedang ke Mataram tadi pagi pak, begitu juga yang tangani masalah ini," ungkap Armansyah. [B-10]