Polsek Pekat Berhasil Bekuk DPO Kasus Laka Lantas Polres Kota Mataram -->

Iklan Semua Halaman

.

Polsek Pekat Berhasil Bekuk DPO Kasus Laka Lantas Polres Kota Mataram

Monday, October 12, 2020
Tengah, DPO Kasus Laka Lantas saat dibekuk di rumah keluarganya di Desa Kananga. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Kepolisian Sektor Pekat Polres Dompu berhasil bekuk seorang pria berinisial DA (32) warga Dusun Kuripan Utara, Desa Kuripan Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.


DA ditangkap Polisi bertempat di SP 06 Desa Kananga, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, Minggu (11/10/2020) malam, sekira pukul 20.35 Wita. 


DA tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kota Mataram karena diduga terlibat dalam kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) sesuai dengan LP/544/Kec/VIII/2020/Polres Kota Mataram, tanggal 14 Agustus 2020.


Kapolsek Pekat IPDA Muh. Sofyan Hidayat, S. Sos melalui PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah menjelaskan, penangkapan itu berawal dari Kapolsek Pekat menerima telepon dari unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Kota Mataram pada, Rabu (7/10) malam sekira pukul 23.00 Wita.


"Kemarin saya dapat telpon dari Polres Kota Mataram yang menyampaikan bahwa ada salah seorang DPO/01/IX/2020/Lantas yang menyebabkan korban meninggal dunia kemudian melarikan diri dari Mataram dan diduga berada di Desa Beringin Jaya," jelasnya.


Berdasarkan informasi tersebut, lanjut Hujaifah, pada hari Kamis dan Jum'at (8 dan 9) Tim Sus Polsek Pekat di bawah kendali Kapolsek Pekat melakukan penyelidikan terkait keberadaan terduga pelaku Desa Beringin Jaya.


"Setelah dua hari dilakukan penyelidikan tidak membuahkan hasil dan kegiatan dilanjutkan keesokan harinya. 


Selanjutnya keesokan hari yaitu Sabtu (10/10) malam, sekira pukul 22.00 Wita, petugas melakukan koordinasi dan penggalangan terhadap Kepala Desa Beringin Jaya dan beberapa Kepala Dusun guna membantu pihak Kepolisian dalam melaksanakan tugas serta menyampaikan identitas dan ciri-ciri dari DPO tersebut.


"Pada Minggu (11/10) malam, petugas memperoleh informasi dari seorang warga Dusun Punia di Desa Beringin Jaya atas nama RUS terkait keberadaan DA yang sedang bekerja di salah satu lokasi tambang pasir di Desa Nanga Kara,"   terang Hujaifah.


Dengan adanya informasi tersebut, Kapolsek Pekat bersama Timsus menuju ke lokasi tambang pasir milik Jumaun untuk memastikan keberadaan DPO, tiba di lokasi, Kapolsek beserta anggotanya menginterogasi pemilik lokasi tambang pasir dan Majid (operator alat berat). 


"Setelah dilakukan interogasi, didapatkan informasi bahwa DA memang benar pernah datang ke lokasi tambang pasir dan bekerja sebagai helper alat berat selama kurang lebih 7 hari," beber Hujsifah.


Namun pada hari Sabtu (10/10) malam, DA berpamitan kepada pemilik tambang pasir untuk pergi ke rumah keluarganya yang bernama Faisi yakni di SP 06 Desa Kananga Kecamatan Tambora.


Menindak lanjuti informasi dari dari pemilik tambang pasir, Kapolsek Pekat melakukan koordinasi dengan Kapolsek Tambora IPDA Nurdin via telepon terkait keberadaan DPO tersebut.


Setelah itu, Kapolsek Pekat bersama anggotanya didampingi pemilik tambang pasir menuju ke tempat terduga, di Desa Kananga.


"Tiba di sana, Kapolsek Pekat bersama anggota meminta izin kepada pemilik rumah Faisi untuk diperiksa rumahnya terkait dengan informasi keberadaan DPO dan setelah diperiksa, DA ternyata berada dalam salah satu kamar dan saat itu sedang tertidur," ungkap Hujaifah. 


DA akhirnya DA digiring ke Mapolsek Pekat untuk diamankan sembari menghubungi kedatangan Unit Laka Sat Lantas Polres Kota Mataram.


Pada Senin (12/10) pagi, sekira pukul 09.00 Wita, Polsek Pekat menyerahkan DPO kepada anggota Polres Kota Mataram dan yang datang menjemput DPO di antaranya AIPTU Fajar Alfian, AIPDA Parno dan BRIPKA Arif Priyonggo. [B-10]