Sebelum Dimasukan ke Yayasan Yasmin, Program Septic Tank Komunal Ditolak Warga -->

Iklan Semua Halaman

.

Sebelum Dimasukan ke Yayasan Yasmin, Program Septic Tank Komunal Ditolak Warga

Friday, October 16, 2020
Sebelah Kanan, Kepala Dusun Dorebara, A. Wahab, dan Sebelah Kiri, Kepala Dusun Potu Dua Faisal usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Program septic tank Komunal yang diluncurkan pemerintah melalui Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Dompu sebelum dimasukan ke Yayasan Yasmin memang ditolak oleh warga penerima manfaat.

 

Hal itu dibenarkan Kepala Dusun (Kadus) Potu Dua, Faisal, pria (39) dan Kadus Dorebara Selatan, A. Wahab, pria (52) saat ditemui di kediamannya masing-masing, Kamis (15/10/2020) sore.

 

Menurut Faisal, awalnya memang sudah dilakukan pengukuran di Dusun Potu Dua, sebanyak tiga titik. Namun pada malam hari, Faisal tengah membuatkan berita acara, tiba-tiba datang sejumlah warga penerima manfaat memberi tahukan bahwa di lokasi pengukuran tadi tidak jadi untuk dibangunkan program tersebut.

 

"Di lokasi pertama, tidak disetujui istrinya dengan alasan di lokasi itu akan dibangunkan rumah, di lokasi kedua, tidak disetujui anaknya dengan alasan yang sama dan di lokasi ketiga, juga tidak disetujui yang punya lokasi karena akan dibangunkan rumahnya," ungkap Faisal.

 

Warga penerima manfaat yang punya lokasi berkeinginan per individu, sedangkan dalam juklak juknisnya dianjurkan untuk per kelompok, dalam satu kelompok sebanyak lima sampai tujuh titik, sementara penerima manfaat lainnya berkeinginan dengan program tersebut.

 

"Akibat penolakan itu, saya bersama pendamping (fasilitator, red) dan Ketua Swadaya Masysrakat, juga kepala Dusun Dorebara Selatan memutuskan untuk mencari ke lokasi lain yaitu di Dusun Dorebara Selatan," bebernya.

 

Terpisah, Kadus Dorebara Selatan A. Wahab saat ditemui di kediamannya menuturkan, setelah dicek di lokasi, hampir sama dengan alasan di Dusun sebelumnya yakni di Dusun Potu Dua.

 

"Memang turunnya bantuan program septic tank Komunal ini, sebelumnya, kita datangin ke rumah masing-masing warga penerima manfaat, sebenarnya, warga mau menerima bantuan ini tapi ada kendala itu," beber A. Wahab.

 

Ia menjelaskan, ditolaknya warga penerima manfaat, karena, pertama, dekat dengan sumur, kedua, alasannya untuk membangun rumah anaknya, yang ketiga karena dekat dengan bor.

 

"Di Dusun Dorebara Selatan, hanya lima titik yang jadi menerima dan dikerjakan," bebernya.

 

Dengan penolakan yang lima titik lagi, lanjut A. Wahab, akhirnya warga penerima manfaat yang punya anak yang sekolah di Yayasan Yuhasmin memutuskan melalui musyawarah secara lisan, agar program tersebut dimasukan ke sekolah Yayasan Yuhasmin.

 

"Sebelum dimasukan ke Yayasan, kami melakukan musyawarah secara lisan bersama penerima manfaat, karena Yayasan itu tidak kalah pentingnya juga, apalagi itu tempat tidur dan belajar anak-anak layaknya pondok pesantren," urainya. [B-10]