Simulasi Persiapan KBM TM, SDN 2 Dompu Gelar Sosialisasi Covid-19 Hadirkan Unsur Terkait -->

Iklan Semua Halaman

.

Simulasi Persiapan KBM TM, SDN 2 Dompu Gelar Sosialisasi Covid-19 Hadirkan Unsur Terkait

Monday, October 19, 2020
Dari Kanan, Kepala SDN 2 Dompu Rudi Hartono, S.Pdi, Sekertaris Puskesmas Dompu Kota, Mulyadin, A.Md.Kep, Kasi Kurikulum dan Penilaian Ir Emil Sribudi, Kabid Dikdas Zainal Afrodi, S.Pd. MM, Kepala BPBD Jufri, ST, MM, Kepala Dinas Dikpora M. Amin, S.Sos dan ujung Kiri, Camat Dompu selaku Ketua Komite SDN 2 Dompu Abdul Rahman, S.Sos. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Dalam rangka simulasi persiapan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka (KBM TM), Sekolah Dasar Negeri 2 Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB pada Senin (19/10/2020) siang, menggelar sosialisasi Covid-19 dengan menghadirkan unsur-unsur terkait.


Unsur terkait yang hadir diataranya Kepala Puskesmas Dompu Kota diwakili Sekertaris Puskesmas Mulyadin, A.Md.Kep, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora) M. Amin, S.Sos, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Zainal Afrodi, S.Pd. MM dan Kasi Kurikulum dan Penilaian Ir Emil Sribudi.


Kemudian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekaligus sekertaris Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Dompu Jufri, ST, MT, Camat Dompu selaku ketua Komite SDN 2 Dompu, Abdul Rahman, S.Sos dan salah satu anggota DPRD Dompu Ismanto (Boy).


Kepala SDN 2 Dompu Rudi Hartono, S.Pdi dalam sambutannya menjelaskan, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi juga kepada para peserta didik terkait pencegahan virus corona. 


Tak hanya, sekolah juga sudah mengeluarkan imbauan agar para peserta didik tetap menerapkan protokol kesehatan baik sebelum jam pelajaran maupun saat pulang.


"Sekolah sudah mempersiapkan semua sesuai anjuran pemerintah seperti tempat mencuci tangan serta menyediakan sabun di depan kelas maupun di pintu gerbang sekolah," beber Rudi.


Sekolah yang ia pimpin sudah dibentuk tim gugus penanganan Covid-19 yang berfungsi untuk menerapkan protokol Covid-19 seperti cek suhu tubuh peserta didik di depan pintu gerbang maupun orang tua wali yang datang mengantar anaknya.


"Kami juga akan melakukan cek suhu tubuh kepada siswa maupun orang tua siswa dan menganjurkan agar memakai masker bagi yang tidak mengenakan masker dan tempat duduk siswa maupun siswi sudah kami atur jaraknya sesuai anjuran protokol Covid-19," lanjut Rudi.

Sosialisasi sedang berlangsung. Foto Poris Berita11.com.

Sementara, Sekertaris Puskesmas Dompu Kota Mulyadin juga dalam sambutannya mengatakan, dari 16 item syarat untuk aktif proses KBM, hanya satu item yang tidak terpenuhi yakni baliho yang bergambar atau bertuliskan area wajib masker dan siswa wajib pakai masker dan cuci tangan.


"Meski 15 item yang terpenuhi, itu sudah luar biasa, jadi SD 2 Dompu, sebenarnya sudah layak untuk menjalankan proses KBM tatap muka dengan standar Covid-19," katanya.


Lebih jauh, Mulyadin menjelaskan, semua yang masuk di lingkup wilayah sekolah, baik dewan guru, peserta didik maupun orang tua yang mengantar anaknya, harus menggunakan masker dan mencuci tangan. 


Jadi tim gugus yang sudah dibentuk di sekolah tersebut harus benar-benar bekerja sesuai tugas yang sudah ditentukan.


"Dari tim gugus di sekolah dibagi tugas, ada yang mengarahkan mengecek suhu di depan pintu gerbang, atau mengarahkan siswa mencuci tangan serta mengarahkan siswa berjalan satu jalur," arahannya.


Tak hanya itu, Mulyadin kembali menegaskan, siswa atau dewan guru yang dalam keadaan sakit tidak diperbolehkan untuk masuk sekolah atau mengikti pelajaran, apalagi, ada yang mengalami gejala seperti sesak nafas, demam, batuk, pilek dan lain-lain.


"Siswa atau guru yang mengalami gejala sakit apapun, tidak diperkenankan untuk masuk dan mereka yang punya gejala tidak ada sanksi yang diberikan oleh sekolah karena memang sesuai protokol," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Kabid Dikdas Dikpora Zainal Afrodi juga dalam sambutannya mengatakan, penentu yang bisa memastikan sekolah untuk bisa mengikuti proses KBM di masa pandami ini adalah Puskesmas.

Saat sesi foto bersama usai gelar sosialisasi. Foto Poris Berita11.com.

Untuk itu, pihaknya berharap tehadap pihak Puskesmas untuk menindak lanjuti sehingga dikeluarkan rekomendasi bahwa SDN 2 Dompu layak untuk mengikuti pelajaran tatap muka.


"Apapun jadi keputusan Puskesmas Kota itu yang jadi acuan kami sebagai rujukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka, Alhamdulillah, dari ke 16 item tadi SDN 2 Dompu tinggal satu item yang belum terpenuhi dan insya Allah semua akan dipenuhi," katanya.


Zainal Afrodi meminta kepada seluruh keluarga besar SDN 2 Dompu, ketika sudah dimulai KBM agar tidak mengabaikan sepotong item pun terkait dengan protap Covid-19 dan pihaknya hanya menyediakan kurikulum tatap muka saja.


"Dimohon untuk keluarga besar yang ada di SD 2 Dompu untuk tetap menjaga semua item sesuai protokol Covid-19 meski menjalankan proses kegiatan belajar mengajar tatap muka nantinya," pintanya.


Masih di tempat yang sama, Sekertaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu Jufri menjelaskan, jika mengacu kepada peraturan Kementerian sampai pada perubahan pada tanggal 5 agustus beberapa bulan lalu.


Jufri berpendapat, masalah Covid-19 sudah tidak bisa dilaksanakan, karena pada pekan lalu, Kabupaten Dompu kembali dinyatakan zona merah yang begitu parah.


"Dua bulan lalu, Kabupaten Dompu dan Lombok tengah sempat berada di zona kuning dan diperbolehkan untuk kita sekolah bertatap muka, tetapi kita kembali lagi di zona merah, artinya, kita harus bergerak secara simunten tidak boleh sport on the sport," ungkapnya.

Sesi foto bersama. Foto Poris Berita11.com.

Menurut pria sapaan akrab Bang Jef ini, untuk melaksanakan proses KBM tatap muka jangan dulu meminta rekomendasi karena harus ada persetujuan pemerintah dalam hal ini ketua tim satgas untuk memberikan izin apakah proses belajar tatap muka bisa dilakukan atau tidak setelah melakukan simulasi.


"Kita sedang dalam tahapan simulasi atau uji coba, jangan dulu minta rekomendasi lah, nanti dari hasil simulasi ini akan membuat sebuah kesimpulan bahwa sekolah-sekolah boleh dilakukan tatap muka dengan metode yang dilaksanakan," arahannya.


Dikatakannya, untuk menjalankan proses KBM tatap muka, harus memiliki tiga poin utama yang benar-benar dijalani oleh dewan guru, di antaranya, Integritas, komitmen dan konsistensi.


"Guru harus memiliki integritas, komitmen tatap menggunakan masker, dan terakhir harus ada konsistensi, jangan hanya hari ini memakai masker, jangan hanya karena takut kepada siapapun memakai masker, harus ada dalam diri kita masing-masing," ungkapnya.


Selain itu, empat prinsip yang dituangkan dalam 4 M yang harus dan wajib diterapkan oleh semua dewan guru dan peserta didik saat menjalankan KBM tatap muka yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan menghindari Kerumunan.


"Jika ada orang tua murid yang tidak memakai masker, jangan izinkan untuk masuk zona sekolah, sekolah harus menyediakan masker ketika siswa mengalami masalah dengan maskernya, ruang kelas diatur jarangnya termasuk kantin nggak boleh dibuka," isyaratnya. 


Usai memberikan sambutan secara bergantian, sejumlah unsur terkait melakukan sesi foto bersama dengan seluruh dewan guru SDN 2 Dompu di halaman sekolah. [B-10]