Soal Program Septic Tank, Mantan Jurnalis: Wartawan Harus Konfirmasi Kita Penerima Manfaat -->

Iklan Semua Halaman

.

Soal Program Septic Tank, Mantan Jurnalis: Wartawan Harus Konfirmasi Kita Penerima Manfaat

Thursday, October 15, 2020
Mantan Jurnalis Abdul Azis. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Seorang mantan Jurnalis Abdul Azis (29) menyikapi soal program septic tank Komunal yang diluncurkan pemerintah melalui Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Dompu yang dinilai amburadur dan tidak tepat sasaran sebagai mana yang beredar di media sosial belakangan ini.

 

Pria yang eksis di Kampung Media yang dipercaya sebagai koordinator wilayah Kabupaten Dompu sejak tahun 2010 hingga 2017 ini menyebutkan, wartawan tidak seharusnya menyebarkan informasi yang diperoleh dari orang lain atau yang dibawa angin sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

 

"Meski dapat informasi dari luar sana, wartawan seharusnya konfirmasi kami selaku penerima manfaat, supaya akurat beritanya," kata Azis saat ditemui Berita11.com di kediamannya, Kamis (15/10/2020) sore.

 

Pria yang juga eksis di media cetak Koran Sarangge selaku Pimpinan Redaksi selama 4 tahun ini mengaku, bahwa beberapa hari yang lalu, ada dua orang pria yang datang hanya mengambil gambar pada saat pengerjaan masih berlangsung, namun tidak pernah menanyakan terkait program tersebut.

 

"Datang-datang hanya ngintip gitu saja, dan sebut-sebut, kami dari wartawan, dalam hati saya bilang, kok begitu cara wartawan, tidak ada kode etiknya, saya juga pernah jadi wartawan, hampir 10 tahun, tapi saya maklumi mereka," ceritanya sembari tersenyum.

 

Mantan Jurnalis Abdul Azis usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.

Terkait dengan penilaian yang dikatakan amburadur, Azis menanggapi, tidak ada masalah karena penempatan pipa di atas tanah yang terlihat sesuai permintaan mereka selaku penerima manfaat.

 

Karena dalam waktu dekat, dirinya akan membangun rumah permanen sehingga pipa yang terlihat itu akan tertanam oleh timbunan. Meski demikian, para pekerja akan melakukan pengecoran.

 

"Orang menilai amburadur pekerjaan ini saya rasa tidak ada, karena pekerjaan ini berdasarkan keinginan kami sebagai penerima manfaat karena rencana kami akan membangun rumah dan pipa ini jelas akan tertutup," ungkapnya.

 

Dengan hadirnya program septic tank Komunal ini, pihaknya sangat terbantu dan bersyukur, karena dengan hadirnya bantuan tersebut bauh yang tidak sedap hasil BAB atau buang air sudah tidak terasa lagi.

 

"Alhamdulillah, setelah adanya pembuangan ini, kami sudah merasa nyaman dan tidak terasa lagi bauh yang tersebar di mana-mana, sebelumnya, bauh bekas buang air ini sangat meresahkan kami, kami sangat terbantu dangan hadirnya program ini," bebernya.

 

"Sekarang, kami tidak lagi sembarang buang air dan BAB dan ketika ada keluarga juga yang datang tidak lagi susah membuang air, ini sangat terbantu dan kami bersyukur," pungkasnya. [B-10]