Tak Dipenuhi Permintaan Pesangon karena di-PHK, Dua Pria ini Tikam Seorang Karyawan PT NPN -->

Iklan Semua Halaman

.

Tak Dipenuhi Permintaan Pesangon karena di-PHK, Dua Pria ini Tikam Seorang Karyawan PT NPN

Thursday, October 22, 2020
kedua terduga pelaku setelah diamankan polisi. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - RS (37) dan JM (42) warga Desa Hu'u, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, harus berurusan dengan aparat penegak hukum Kepolisian Resor Dompu.


Kedua pria ini diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menikam seorang pria Frid G Awola salah seorang karyawan di PT Nawakara Perkasa Nusantara (NPN) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Hu'u dengan menggunakan sebilah belati.


Peristiwa berdarah itu terjadi di depan pintu masuk PT. Sumbawa Timur Mining (STM) pada, Rabu (21/10/2020) sore kemarin, sekira pukul 18:30 Wita, akibatnya, korban mengalami luka yang cukup serius di bagian punggung sebelah kiri dan lengan kanan.


Penganiayaan itu terjadi didasari ketidakpuasan terduga karena permintaannya tentang pesangon dari PT NPN tidak dikabulkan, berhubung terduga di Putuskan Hubungan Kerja (PHK) karena sebelumnya telah melakukan penganiayaan terhadap salah seorang karyawan.


Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K melalui PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah menjelaskan, pada Senin (19/10), korban yang mewakili pihak PT NPN menemui terduga guna mendengarkan permintaan terduga tentang gaji sisa kontrak.


"Korban saat itu hendak menemui terduga guna mendengarkan pembayaran sisa gaji bulanan, uang sisa kontrak dan uang bipartit sesuai permintaan terduga, kemudian korban menjanjikan akan menemui terduga dua hari lagi setelah berkoordinasi dengan pihak PT NPN," ungkap Hujaifah.



Dari hasil rapat pihak PT NPN memutuskan tidak memenuhi permintaan terduga, tapi, hanya memberikan uang kebijakan dan uang bipartit yang dihitung secara Prorata. 

Barang bukti yang digunakan terduga pelaku yang berhasil diamankan petugas. Foto ist.

"Pembayaran kontrak dan gaji yang diminta terduga sudah tidak berlaku karena terduga berstatus di-PHK dan sesuai surat  Serjanjian Kerja Waktu Terentu (PKWT)," jelas Hujaifah.


Dengan mengendarai mobil, korban yang ingin memenuhi janjinya pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 sekira pukul 08.30 Wita bersama salah satu karyawan hendak menemui terduga yang berada di PT. STM untuk menjelaskan kebijakan pihak PT NPN.


Saat berada di depan pintu masuk PT. STM, korban masih berada di mobil langsung dihampiri oleh terduga dan mengeluarkan sebilah belati, karena kaca jendela mobil dalam keadaan terbuka sehingga memudahkan terduga melayangkan tikaman ke arah korban.


"Korban bersama temannya berupaya menyelematkan diri dan menuju ke arah Polsek Hu'u, namun terduga bersama temannya juga yakni JM melakukan pengejaran dengan menggunakan sepeda motor," beber Hujaifah.


"Kemudian korban berbelok menuju arah Dompu dan menyelematkan diri di Polsek Pajo, dan oleh pihak Polsek Pajo dilarikan ke RSUD Dompu," lanjut Hujaifah.


Mengetahui adanya insiden tersebut, Kasat Reskrim, memerintahkan tim PUMA untuk segera melakukan penyelidikan dan menangkap terduga.


"Menindaklanjuti perintah Kasat Reskrim, sekitar pukul 17.00 Wita, petugas mendapat informasi bahwa terduga berada di pesisir pantai lakey, akhirnya, anggota menuju tempat sesuai informasi dan menangkap kedua terduga," terang Hujaifah.


Keduanya terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Dompu dan dijerat dengan pasal sangkaan yakni pasal 351 ayat (1) KUHP. [B-10]