Tambahan Baru Positif Covid-19 di NTB 26 Kasus, di Kabupaten Bima 13 Orang -->

Iklan Semua Halaman

.

Tambahan Baru Positif Covid-19 di NTB 26 Kasus, di Kabupaten Bima 13 Orang

Tuesday, October 13, 2020

Lalu Gita Ariadi. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Trend kasus positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa bulan terakhir cenderung meningkat. Pada Selasa, 13 Oktober 2020, Gugus Tugas Provinsi NTB mengumumkan tambahan 26 kasus baru positif Covid-19, yang mana 13 di antaranya merupakan tambahan dari Kabupaten Bima.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi M.Si menyebutkan, tambahan 26 kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 201 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Bima. Dari 201 yang diperiksa, 174 sampel hasilnya negatif, dan merupakan satu sampel positif ulangan.

Dia menyebut 26 kasus baru positif Covid-19 di NTB yaitu pasien nomor 3558, an. MJY, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara,

Pasien nomor 3559, an. I, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara, pasien nomor 3560, an. TF, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara.

Pasien nomor 3561, an. MDA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Utara, pasien nomor 3562 an. FBP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram, pasien nomor 3563, an. AA, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa.

Selain itu, pasien nomor 3564, an. R, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa, pasien nomor 3565, an. N, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Diha, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3324. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima, pasien nomor 3566, an. MJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3157. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;

Pasien nomor 3567, an. W, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Pasien nomor 3568, an. K, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3243. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima, pasien nomor 3569, an. RA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3243. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Pasien nomor 3570, an. RAH, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tumpu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3243. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima, pasien nomor 3571, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3243. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima, pasien nomor 3572, an. N, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3242. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Pasien nomor 3573, an. ES, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3242. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima, pasien nomor 3574, an. NH, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3242. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Pasien nomor 3575, an. J, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3242. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima, pasien nomor 3576, an. A, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3242. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Pasien nomor 3577, an. Z, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima, pasien nomor 3578, an. T, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima, pasien nomor 3579, an. JB, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3578. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima.

Pasien nomor 3580, an. SH, perempuan, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima, pasien nomor 3581, an. SW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu, pasien nomor 3582, an. MR, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Pasien nomor 3583, an. HB, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram.

Gita menjelaskan, hari ini juga terdapat penambahan 51 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu pasien nomor 973, an. RD, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Lamongan, Jawa Timur; pasien nomor 1159, an. NWD, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Giri Madya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 1699, an. WW, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 1907, an. LP, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, pasien nomor 1931, an. SHS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 2054, an. J, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 2070, an. BDP, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk ber-KTP di Malang. Pasien berdomisili di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pasien nomor 2183, an. EAN, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2187, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pasien nomor 2272, an. MTZ, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pasien nomor 2338, an. AR, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;

Pasien nomor 2378, an. FRT, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien nomor 2379, an. EH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk ber-KTP di Banyuwangi, Jawa Timur; pasien nomor 2380, an. MA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pasien nomor 2381, an. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pasien nomor 2481, an. IN, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2482, an. BS, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 2502, an. RJ, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 2508, an. AS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 2515, an. GS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pasien nomor 2550, an. AI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 2551, an. HS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 2643, an. SR, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 2671, an. AS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pasien nomor 2719, an. AF, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pasien nomor 2809, an. AAYW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pasien nomor 2810, an. JH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pasien nomor 2836, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, pasien nomor 2837, an. T, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;

Pasien nomor 2843, an. PW, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2844, an. HH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 2845, an. RP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 2846, an. MS, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pasien nomor 2847, an. MDP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pasien nomor 2861, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 3284, an. D, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Pasien nomor 3286, an. YG, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 3324, an. A, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, pasien nomor 3329, an. S, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima;

Pasien nomor 3347 an. YJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Pasien nomor 3354, an. AFR, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, pasien nomor 3359, an. HW, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, pasien nomor 3390, an. Z, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 3416, an. S, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, pasien nomor 3437, an. MA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pasien nomor 3459, an. AYW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;

Pasien nomor 3460, an. EH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pasien nomor 3499,an. SH, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.

Pasien nomor 3500, an.ASB, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pasien nomor 3501, an.SW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, pasien nomor 3502, an. J, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

“Dipermaklumkan, bahwa pasien nomor 865, an. M, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram yang pada tanggal 12 Oktober 2020 diumumkan selesai isolasi dan sembuh, sebenarnya sudah pernah diumumkan sembuh pada press release sebelumnya,” jelas Gita Ariadi.

Pihaknya juga menyebutkan, hari ini juga terdapat dua kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3477, an. AJ, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur dan pasien nomor 3544, an. H, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

“Dengan adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif, 51 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (13/10/2020) sebanyak 3.583 orang, dengan perincian 2.937 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 438 orang masih positif,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Hingga kini, jumlah kasus suspek sebanyak 11.934 orang dengan perincian 232 orang (2%) masih dalam isolasi, 79 orang (1%) masih berstatus probable, 11.623 orang (97%) sudah discarded. Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 27.804 orang, terdiri dari 2.655 orang (10%) masih dalam karantina dan 25.149 orang (90%) selesai karantina.

Adapun pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 86.103 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.504 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 84.599 orang (98%).

“Kita patut bersyukur seluruh pasien dapat ditangani dan terawat dengan baik sehingga tetap ada trend kesembuhan setiap harinya. Protokol pencegahan dan kesehatan dalam masa pandemi ini wajib dilaksanakan oleh setiap orang untuk menekan dan mengurangi penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurut dia, penting menjaga diri dan orang lain dari virus corona dengan betul-betul memperhatikan pergerakan antar wilayah dalam akivitas kegiatan sosial dan ekonomi yang dilaksanakan serta menjauhi kerumunan baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Mari kita jaga terus kewaspadaan kita dengan tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, jaga jarak dan jauhi kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, terus membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta jauhi stress,” ajaknya. [B-19]