Tega, Tak Hanya Disetubuhi, Kakek Tua Ikat Tangan Bocah 13 Tahun dan Mengancam Dibunuh -->

Iklan Semua Halaman

.

Tega, Tak Hanya Disetubuhi, Kakek Tua Ikat Tangan Bocah 13 Tahun dan Mengancam Dibunuh

Monday, October 5, 2020
Gambar Ilustrasi.

Dompu, Berita11.com - Entah apa yang merasuki pikiran seorang kakek berinisial AS sehingga tega melakukan hal yang tidak terpuji terhadap seorang cucu tirinya yang masih berusia 13 tahun. 

Kakek yang berusia 62 tahun ini setelah mengikat tangan bocah yang masih di bawah umur ini, Bunga (bukan nama asli) kemudian meremas dan meraba seluruh bagian sensitifnya dan menyetubuhi layaknya memperkosa dan diancam akan dibunuh jika Bunga berteriak.

Perbuatan yang tidak terpuji ini dilakukan di rumahnya yakni di Dusun Ganta, Desa Jala, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu NTB beberapa tahun lalu saat Bunga sedang tertidur di siang hari.

Kejadian ini terbongkar setelah Bunga melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Dompu pada Minggu (4/10/2020) siang.

Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.TK melalui PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menerangkan, berdasarkan keterangan Bunga, saat mengetahui hal itu, Bunga berusaha berontak namun tak berdaya karena tangannya sudah tidak bisa bergerak ditambah lagi dengan ancaman dibunuh.

"Karena ancaman itu, Bunga merasa takut dan pasrah saat itu sembari menangis dengan pelan," terang Hujaifah yang dikutip dari keterangan Bunga saat memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada penyidik Reskrim Polres Dompu.

Akibat ketidak berdayaan dan rasa takut yang mengelilingi Bunga, akhirnya sang Kakek melancarkan aksinya.

Saat itu, kakek yang melampiaskan nafsu birahinya ini, sedikitpun tak menggubris dan merasa iba atas isak tangis Bunga yang merasa ketakutan dan kesakitan.

Aksi sang Kakek ini, diketahui ternyata bukan sekali itu saja, namun berulang kali dan kejadian awal saat Bunga masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar.

Merasa bisa menaklukkan Bunga atas insiden pertama, sehingga sang Kakek ini pun sering mengulang perbuatannya, namun tidak dengan cara diikat hanya dengan ajakan dan ancaman akan dipukul atau dibunuh. 

"Sejak kejadian pertama kali itu, sang kakek mengajak Bunga pada siang hari ketika rumah dalam keadaan sepi dan memastikan isterinya (neneknya Bunga, red) Syamsiah sedang pergi ke ladang," ungkap Hujaifah masih dikutip dari keterangan Bunga.

Tak tahan dengan perlakuan sang Kakek yang kerap kali mengulangi perbuatannya, Bunga pernah bercerita pada waktu yang berbeda ke bibinya (astuti) dan neneknya Syamsiah.

Namun dari keduanya, Bunga mendapat jawaban yang sama yakni "Jangan ngomong begitu, takut jadi fitnah. Kalau diketahui oleh paman-paman mu nanti mereka bisa ngamuk dan membunuh kakek mu" hal itu yang disampaikan keduanya terhadap Bunga karena tidak yakin dengan penuturan Bunga.

Seiring berjalannya waktu, cerita tersebut rupanya terendus oleh pihak keluarga dari ibunya Bunga, akhirnya mereka mencari tahu ke Astuti dan Syamsiah. 

Keduanya membenarkan bahwa Bunga pernah cerita hal itu, akhirnya pihak keluarga menanyakan ke Bunga dan Bunga pun membeberkan bahwa sang Kakek yang sudah menyetubuhinya berulang kali dan bahkan sudah tak ingat berapa kali melakukan hal itu.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga melaporkan ke Mapolres Dompu. Merespon laporan tersebut, Kasat Reskrim memerintahkan kepada penyidik untuk segera memeriksa saksi saksi. 

"Setelah tercukupinya bukti dari hasil pemeriksaan baik saksi, akhirnya Kakek pun ditangkap di rumahnya dan saat ini ditahan di rutan Mapolres Dompu," ungkap Hujaifah.

Atas perbuatannya sang Kakek dijerat dengan pasal sangkaan yakni pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 76E jo Pasal 82 (1) UU RI Nomor 23 tahun 2002. tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp.1.000.000.000.

"Terduga pelaku saat ini sedang ditahan di Rutan Mapolres Dompu untuk dilakukan proses lebih lanjut atas perbuatannya dengan mencabuli dan menyetubuhi cucu tirinya yang masih berusia 13 tahun," beber Hujaifah.

Untuk diketahui, Bunga merupakan putri satu satunya dari pasangan Zul dan Putri Ramadhan namun keduanya bercerai saat Bunga berusia satu tahun. 

Pascaperceraian itu, Putri Ramadhan memutuskan untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKW sedangkan Bunga ditinggal bersama orang tua dari ibunya. 

Saat Bunga berusia sekitar 9 tahun, bapaknya mengambil Bunga untuk diasuh oleh orang tuanya (Syamsiah) yang saat ini telah menikah dengan terduga pelaku (Kakek) atau bapak tirinya dari Zul. terduga pelaku adalah kakek tirinya Bunga bukan kakek kandungnya. [B-10]