Tenaga Tebang "Panen Uang" di Lahan Tebu -->

Iklan Semua Halaman

.

Tenaga Tebang "Panen Uang" di Lahan Tebu

Friday, October 9, 2020
Kegiatan harvesting di kebun Tebu milik petani mitra PT. SMS. (foto : ist)


Dompu, Berita11.com - Panen komoditi tebu sama halnya dengan "panen uang". Seperti itulah ungkapan seorang pria Lowo 35 tahun yang merupakan warga asal Provinsi Lampung ini. Ia mampu meraup upah belasan juta rupiah dalam jangka waktu kurang dari satu bulan.


Menurut Lowo, panen Tebu adalah masa yang paling dinanti, karena panen tebu bukan hal yang baru baginya, apalagi, dirinya sejak usia 12 tahun waktu di Lampung mempunyai riwayat menjadi tenaga panen tebu.


Seiring dengan berjalannya waktu, Lowo semakin menikmati pekerjaan tersebut, bahkan telah menjadi darah daging baginya untuk menjadi tenaga tebang, apalagi, Lowo sudah menguasai banyak hal mapun teknik dalam proses panen tebu.  


"Saya benar benar cocok sebagai pemanen tebu,” akui Lowo pada Berita11.com, Jumat (9/10/2020) siang.


Lowo menerangkan, ia tak hanya jago kandang, pertama mendengar pabrik tebu yang memiliki kawasan perkebunan pada tahun 2016 lalu yakni di Bumi Nggahi Rawi Pahu Kabupaten Dompu.


Lowo memutuskan untuk menempuh perjalanan panjang dari provinsi Lampung menuju Kabupaten Dompu Provinsi NTB tepatnya di PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pekat. 


"Sejak tahun 2016, saya mulai mengikuti kegiatan panen raya tebu di PT SMS, hingga sekarang, dan sampai saat ini saya masih setia menjadi bagian dari tenaga tebang Tebu," terang Lowo.


Luar biasa, dengan skill dan pengalaman ditambah kerja kerasnya, Lowo mengumpulkan pundi pundi dari panen Tebu bisa mencapai kisaran Rp16 juta, penghasilan itu tidak mencapai se-bulan.


Sosialisasi kegiatan harvesting bersama tenaga penebang.

"Angka ini, saya peroleh dalam kurun waktu kurang dari 30 hari pada musim panen pada bulan September lalu, karena produktifivitas saya bisa mencapai 3,1 ton per hari," bebernya.


Penghasilan yang cukup besar itu, bukan hanya dirasakan dirinya saja, akan tetapi dapat memberikan dampak positif bagi tenaga kerja lainnya termasuk tenaga kerja lokal.


Salah satunya, tenaga tebang lokal yang berlokasi di Dusun Aik Ampat Desa Pekat, yang merupakan berdekatan dengan perusahaan tersebut.


Dari cara kerjanya yang cepat, bersih dan rapi, tak heran jika Lowo jadi rebutan beberapa kontraktor tebang. Bahkan skill yang dimiliki Lowo dijadikan percontohan oleh tim Departemen Harvesting PT. SMS.


"Saya sampai diminta untuk mengisi materi pelatihan tata cara tebang bagi pemula dan khususnya tenaga kerja lokal," urainya.


Dikatakannya, ada satu kelompok tenaga tebang yang dijuluki ‘tenaga pelor’, salah satu kelompok terbaik, karena cara tebangan yang cepat, bersih dan rapi. Skill yang sama ditularkan juga ke beberapa kelompok tenaga tebang lainnya. 


Melalui kegiatan yang digelar Departemen Harvesting PT. SMS itu, Lowo memotivasi sekaligus berpesan kepada peserta bahwa tidak ada yang sulit selama pekerjaan itu dinikmati. 


"Saya jauh-jauh dari Lampung datang ke sini untuk panen tebu dan bisa menghasilkan uang cukup lumayan, saya berharap rekan rekan saya di sini juga bisa seperti saya, biar kita bisa sama-sama merasakan betapa manisnya uang dari hasil keringat kita sendiri,” motivasi Lowo. 

tenaga tebang Tebu asal Lampung

Sementara, Harvesting Assistant Departement Head PT. SMS, Dwi Rusdiansyah menyebutkan, tenaga tebang berpengalaman dari luar daerah berkontribusi menambah skill tenaga tebang lokal, ditambah dengan upaya pelatihan berkala dilakukan departemennya. 


"Alhamdulillah, tenaga lokal kemampuannya terus meningkat, dari produktivitasnya hanya 0,8 ton per hari, sekarang sudah mencapai 1,1 ton per hari," kata Dwi Rusdiansyah.  


Ia berharap kedepannya tenaga kerja lokal bisa setara pencapaian Lowo, selain itu, demi mencapai produktivitas itu, pihaknya memberikan trainning. 


Sebelumnya sudah dilakukan terhadap 2.100 tenaga kerja lokal yang direkrut pada masa panen Agustus lalu.  


Pada musim panen tahun 2021 mendatang, diperkirakan area panen terus bertambah baik di kawasan HGU maupun Mitra Mandiri, sehingga produktivitas panen pun akan meningkat menjadi 3.500 ton per hari dan tenaga kerja dibutuhkan lebih dari 3.000 orang.

 

"Untuk pemenuhan kebutuhan ini, kita adakan sosialisasi di setiap Desa di seluruh NTB. Kita start November, sosialisasi setiap Desa, agar semua masyarakat merasakan manisnya uang dari hasil panen tebu," kata Rusdiansyah. 


Pada kesempatan yang sama, Media and External Relations (MER) Departement Head PT. SMS, Muhammad Haryanto mengapresiasi kinerja dan kegigihan Lowo, menurutnya, Lowo sebagai ikon tenaga tebang di perkebunan tebu.  


"Lowo menjadi inspirator bagi penebang-penebang tebu lokal," apresiasi Muhammad Haryanto dengan sapaan akrab Muhary.


Semangat ini, kata dia, diharapkan bisa tertular ke warga lainnya, khususnya yang bersedia menjadi tenaga tebang. Karena bagaimana pun juga, daya serap kebutuhan tenaga kerja pada kegiatan tebang tebu sangat besar.


Tenaga yang dibutuhkan mencapai 1.900 orang pada masa panen Agustus sampai September lalu dan semua kebutuhan tenaga kerja itu dari sumber daya lokal. 


"Saya berharap, kedepannya semua penebang tebu lokal memiliki semangat dan skill yang sama seperti Lowo," pungkasnya. [B-10]