Tim PUMA Polres Bima Ringkus Dua Terduga Curas, Dua Orang Lainnya DPO -->

Iklan Semua Halaman

.

Tim PUMA Polres Bima Ringkus Dua Terduga Curas, Dua Orang Lainnya DPO

Monday, October 5, 2020
Kasat Reskrim Polres Bima IPTU Adhar, S.Sos dan Lima unit Sepeda Motor Barang Bukti hasil curian terduga pelaku. Foto ist.

Bima, Berita11.com - Berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), Tim PUMA Polres Bima meringkus dua orang pria terduga pelaku masing-masing berinisial D (30) dan RD (20) wara Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Senin (5/10/2020).

Sedangkan dua orang pria lainnya masing-masing berinisial SR (20) dan OS (19) warga yang sama jadi buron Polisi atau tercatat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pengungkapan garong sepada motor ini berawal dari laporan dari para korban di berbagai Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Bima dan wilayah hukum Polres Dompu.

Korban pertama, Muhtar warga Desa Sanggari Kecamatan Donggo dengan TKP depan Postu Desa Palama Donggo, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/150/V/2019/res.bima Polsek Donggo Tanggal 22 Mei 2019.

Korban kedua, Sulastri warga Desa O'o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu dengan TKP di Desa O'o Donggo dan Laporan Polisi LP /336 / X/ 2020 /NTB/Res Bima, Tanggal 5 Oktober 2020.

Korban ketiga, Haerul Anwar warga Desa Doro Melo, Kecamatan Manggelewa TKP di Desa setempat dengan Laporan polisi LP/ 64 / X/ 2020/ NTB/ res.dompu/ sek. Manggelewa, Tanggal 5 Oktober 2020.

Kasat Reskrim Polres Bima IPTU Adhar, S.Sos menjelaskan, sebelumnya, tim mendapatkan informasi bahwa ada dua unit sepeda motor yang dibawa tersangka D, kemudian tim berkorelasi dengan Kanit Reskrim Polsek Bolo untuk memastikan keberadaan sepeda motor tersebut.

Sekitar pukul 05.00 Wita, petugas berkumpul di Polsek Bolo, kemudian Tim PUMA bergabung dengan personel Polsek Bolo menuju tempat persembunyian D.

"Saat dilakukan penggerebekan di gubuk milik D namun terduga tidak ada di tempat, sehingga tim memutuskan untuk kembali, namun saat di perjalanan anggota berpapasan dengan D dan seorang temannya," ungkap Adhar.

Menurut Kasat Reskrim, tim berusaha memberhentikan sepeda motor terduga pelaku, akhirnya D berhenti dan turun dari sepeda motornya sambil mengayunkan sebilah parang kearah anggota.

Sedangkan satu orang temannya, berinisial R turun dari sepeda motor dan membalikkan kedua tangannya dalam posisi tiarap.

Melihat kondisi D yang mengayunkan sebilah parang, anggota memberikan tembakan peringatan beberapa kali namun D tidak mengindahkan, malah berusaha untuk menjauh dari petugas.

"Anggota berusaha mengejar dan memperingatkan untuk berhenti dan menyerahkan diri, namun pelaku kembali menantang sambil mengayunkan sebilah parang, sehingga anggota melakukan tindakan tegas dengan menembak ke arah kakinya," urainya. 

lanjut Kasat Reskrim, tembakan yang dilepas tidak mengenai pelaku dan anggota tetap maju ingin menangkapnya, bersamaan dengan itu, pelaku tetap mengayunkan sebilah parang panjang yang dipegangnya kearah anggota.

Karena merasa terancam, Adhar menambahkan, terpaksa anggota melakukan tindakan tegas dengan menembak kembali pelaku sehingga pelaku terjatuh.

"Akibat terkena tembakan D tidak berdaya, akhirnya, anggota membawa D untuk dilakukan perawatan ke Puskesmas Bolo dan dirujuk ke RSUD Bima," beber Adhar.

Atas perbuatan tersangka D, terduga melanggar pasal 365 ayat 1 dan 2 ke 2e KUHP dengan ancaman 9 sampai 12 tahun penjara.

Adapun jumlah barang bukti yang berhasil disita dari tangan para pelaku antara lain, lima unit sepeda motor, satu bilah perang panjang, dua kunci motor dan satu kunci T.

Untuk diketahui, tersangka inisial D merupakan residivis kasus curanmor dan tersangka D merupakan DPO yang dikeluarkan sejak tahun 2019 sebagaimana DPO /28/VI/ 2019 / Reskrim, tertanggal 1 juni 2019. [B-10]