108 Tahun Muhammadiyah: Mencerahkan dan Menggembirakan Kemanusiaan -->

Iklan Semua Halaman

.

108 Tahun Muhammadiyah: Mencerahkan dan Menggembirakan Kemanusiaan

Thursday, November 19, 2020


oleh HIKMATULLAH  


Muhammadiyah, sebagaimana Prof. William Liddle mengatakan The Largest Islamic Organisation atau organisasi Islam terbesar yang seabad lebih mampu bertahan dan terus bergerak melintasi zaman. Tidak hanya itu, yang paling menakjubkan lagi adalah organisasi ini masih terus berkembang dan memberi warna serta pengaruh yang kuat terhadap wajah keislaman dan keindonesiaan sampai saat ini. 

Dalam perjalanan sejarahnya selama 108 tahun, Muhammadiyah telah mengalami berbagai zaman dan bermacam tantangan. Mulai zaman penjajahan, zaman revolusi, zaman demokrasi parlementer orde lama, zaman pembangunan orde baru, bahkan hingga kini zaman otonomi Reformasi. Terkadang Muhammadiyah mengalami pasang naik, kadang pula melewati pasang surut, tapi tetap saja bahtera Muhammadiyah terus berlayar melintasi arus zaman yang kian pesat. 

Ada hal yang menarik selama 108 tahun Muhammadiyah berdiri, dimana identitas Muhammadiyah dengan gerakan pembaharunya (tajdid) di sesuaikan dengan konteks situasional yang dihadapi. Namun ada beberapa pokok pandangan Muhammadiyah yang bersifat konstan dan sampai sekarang masih tetap relevan. 

Pertama keyakinan terhadap islam sebagai agama wahyu yang telah memberikan nilai-nilai dasar bagi para pemeluknya untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena nilai-nilai islam kongruen dengan nilai-nilai kemanusiaan, maka perjuangan muhammadiyah pada hakikatnya juga merupakan perjuangan kemanusiaan. Kedua, patriotisme dan nasionalisme adalah bagian dari ajaran-ajaran islam juga. Ketiga, muhammadiyah menjadikan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu strategi dasar perjuangan. Keempat, Muhammadiyah tidak pernah ingin berpolitik praktis. Kelima dalam usaha menggapai tujuan dakwahnya, Muhammadiyah berusaha untuk berswadaya dan berswasembada. 

Kelima pokok pikiran inilah yang menarik dari Muhammadiyah sehingga masih tetap eksis bergerak hingga sekarang, bahkan semakin berkembang. Dan rahasia penting dari pohon besar bernama Muhammadiyah adalah akar yang bernama keihklasan. 

Seluruh kader dan aktivis Muhammadiyah, dari tingkat ranting sampai tingkat pusat, bekerja dan berorganisasi secara ikhlas, tidak pernah mendapat gaji/honorium. Inilah yang membuat muhammadiyah besar. Kata Amien Rais, Selama para anggota, kader dan aktivis Muhammadiyah tetap bekerja ikhlas dan tidak mengejar imbalan keduniaan, maka selama itu pula Muhammadiyah akan terus tegar berdiri dan berkembang menjadi pohon yang penuh manfaat dalam taman sarinya bangsa Indonesia. 

Dengan demikian, gerakan Islam Muhammadiyah akan selalu hadir menjadi gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi syuhada’a alannas, menjadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil-‘alamin.

Pada Miladnya yang ke-108 ini, Muhammadiyah mengusung tema ‘Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri’. Menurut Haedar Nashir, tema ini diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang. Tetapi, pada saat yang sama Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk di era pandemi ini. Dengan kata lain, di masa pandemi yang sarat beban ini, Muhammadiyah berazam akan terus memancarkan semangat untuk terus berbuat. 

Pada kenyataanya, semenjak massa awal wabah covid-19 menyapa negeri ini, Muhammadiyah berkomitmen mengentaskan pandemi dengan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) sebagai tim khusus pengantisipasi persebaram virus corona. 

Selain itu, melalui tema milad ini juga Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah, lembaga-lembaga politik dan kenegaraan, untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kompleks. Bahkan menurut Haedar Nashir, dengan pandangan keagamaannya yang kokoh, dengan sistemnya yang kuat, dengan sumber daya manusianya yang mumpuni dan kerjasama dengan seluruh pihak insya’allah Muhammadiyah akan mampu dan memberi kontribusi bagaimana menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid. 

Dari penjelasan diatas maka tidak berlebihan jika penulis mengatakan Muhammadiyah Mencerahkan sekaligus menggembirakan kemanusiaan. Muhammadiyah telah banyak berperan melalui berbagai pelayanan sosialnya. Tidak tanggung-tanggung, ribuan amal usaha yang meliputi lembaga pendidikan, kesehatan, juga ribuan lembaga filantropi, dan sebagainya yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi bentuk konkret dari peran Muhammadiyah untuk negara, demi terwujudnya negeri yang baldhatun thayyibatun wa robbun ghofur. Inilah bentuk patriotiosme (Wathaniyyah) dan nasionalisme (Qaumiyyah) dari Muhammadiyah. 

Selamat Milad Persyarikatan, Al- Islam Agama ku, Muhammadiyah gerakan ku (*) 

Penulis adalah Sekertaris Bidang Hikmah DPD IMM DKI Jakarta 2020-2022