35 Bidan di Dompu Ikut Pelatihan Midwifery Update Tahun 2020 -->

Iklan Semua Halaman

.

35 Bidan di Dompu Ikut Pelatihan Midwifery Update Tahun 2020

Saturday, November 21, 2020
Peserta pelatihan Midwifery Update dan pengurus Cabang IBI Kabupaten Dompu usai menggelar kegiatan. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11,com - Sebanyak 35 Bidan angkatan ke X mengikuti pelatihan Midwifery Update yang digelar Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Dompu. 


Giat tersebut dilaksanakan di Gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) selama dua hari, dimulai Jumat (20/11) dan Sabtu (22/11) November 2020.


Peserta yang mengikuti kegiata pelatihan Midwifery Update terdiri dari sembilan Puskesmas di antaranya Puskesmas Dompu Barat, Dompu Kota, Dompu Timur, Ranggo, Rasabou, Soriutu, Kilo, Kempo dan Calabai termasuk Bidan dari RSU Pratama dan RSUD Dompu. 


Sedangkan Narasumber atau pemateri yakni dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak dan fasilitatornya dari Kabupaten Dompu.


Adapun materi pelatihan adalah perkembangan terkini profesi Bidan, APN Asuhan BBL, Kegawatdaruratan kebidanan, Resusitasi neonatal, SHK, Metode kanguru. Selain teori, peserta juga mendapatkan pengetahuan praktek.


Pelatihan Midwifery Update bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kebidanan yang bermutu yang dilakukan oleh bidan yang kompeten, memegang teguh falsafah kebidanan, dilandasi oleh etika dan kode etik bidan, standar profesi, standar pelayanan, dan SOP.


Karena bidan memegang peranan penting dalam menurunkan AKI dan AKB serta menyiapkan generasi penerus yang berkualitas dengan memberikan pelayanan yang berkesinambungan.


Selain itu, peserta yang lulus Midwifery Update juga melampirkan 25 SKP untuk mendapatkan STR. Pengajuan permohonan re-registrasi dilakukan paling lambat 6 bulan sebelum masa berlaku STR habis.


Ketua Pengurus IBI Cabang Dompu periode 2019-2024 Ida Fitriani. S.Keb, Bd menjelaskan, kegiatan pelatihan Midwifery Update tahun 2020 tersebut dilaksanakan kali keduanya selama masa Pandemi Covid-19.


Dikatannya, Bidan yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) mati dengan jangka waktu yang telah ditentukan dibebaskan untuk mengikuti Midwifery Update, peraturan itu untuk meringanan beban bagi para Bidan.


“Bidan harus mengikuti Update setelah habis masa berlaku STR dan Midwifery Update disyaratkan bagi bidan  yang telah  memiliki STR dan akan  habis masa berlakunya,” kata Ida Fitriani. [B-10]