Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Terhadap H. M. Yakub di Dorebara Diancam 15 Tahun Penjara -->

Iklan Semua Halaman

.

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Terhadap H. M. Yakub di Dorebara Diancam 15 Tahun Penjara

Wednesday, November 18, 2020
Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel S.I.K. Dok Poris Berita11.com


Dompu, Berita11.com - Berkas Perkara pembunuhan terhadap  pria separu baya H. M. Yakub (65) warga Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu kini telah dinyakan sudah rampung atau lengkat  (P-21) dari Kejari Dompu setelah melewati proses penyidikan dari Polres Dompu hingga berbulan-bulan.

 

Peristiwa mengenaskan ini terjadi pada Rabu (15/7/2020) sore, sekira pukul 15.30 Wita, yang bertempat di So Kalonco Desa setempat, saat itu, korban diduga dibunuh secara bersama-sama oleh kedua terduga pelaku yakni SL pria (44)  dan AS pria (53) warga yang sama.

 

Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel S.T.K di ruang kerjanya mengatakan, setelah menerima surat dari Kejari yang menyatakan sudah lengkap, pihak kepolisian resor dompu menyerahkan kedua terduga pelaku beserta barang bukti (BB).

 

”Memang kami sudah menerima surat dari Kejaksaan, bahwa berkas perkara Pembunuhan di Desa Dorebara sesuai Laporan Polisi LP/295/VII/2020/Res. Dompu Tanggal 15 Juli 2020 dinyatakan lengkap dan sudah kami tindaklanjuti dengan tahap dua atau penyerahan tersangka dan BB pada Senin (16/11) kemarin,” kata Kasat Reskrim.

 

Ivan menjelaskan, peristiwa tragis itu berawal dari masalah sepele, lantaran kedua terduga merasa tidak adil dalam hal pembagian air irigasi di lahan pertanian yang digarapnya, sehingga memantik amarah keduanya dengan menghabisi nyawa korban dengan cara SL mencekik leher korban, sedangkan AR memegang atau memeluk serta menggigit tubuh korban.

 

“Setelah menghabisi nyawa korban, keduanya berupaya menciptakan alibi dengan membopong mayat korban dan menempatkan di sebuah pondok milik petani di areal persawahan, sehingga terkesan korban sedang tertidur dan bukan karena dibunuh, kemudian, kedua terduga meninggalkan jasad korban,” ungkap Ivan.

 

Karena dijumpai kejanggalan dan dicurigai ada penyebab lain terhadap kematian korban. Pihak keluarga meminta pihak kepolisian untuk mendalami peristiwa mengenaskan itu. Dan untuk kepentingan penyidikan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga korban sehingga ada kesepakatan untuk menggali kembali kubur korban guna dilakukan autopsi.

 

“Fakta dari hasil autopsi bahwa kematian korban akibat tindak kekerasan yang dialaminya. Dari hasil penyidikan yang terus dikembangkan sehingga terungkap bahwa kematian korban dibunuh oleh ke dua terduga,” terang Ivan.

 

Kedua terduga mengaku membunuh korban karena merasa tidak puas dengan pembagian air irigasi di areal pertanian (sawah) yang mereka garap, akibat perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal 338 yunto 351 (3) yunto 55 KUH Pidana dengan ancaman Lima belas tahun penjara. [B-10]