Kiat Sukses Muis Meniti Karir di Perusahaan Tambang Hu'u -->

Iklan Semua Halaman

.

Kiat Sukses Muis Meniti Karir di Perusahaan Tambang Hu'u

Thursday, November 19, 2020
Abdul Muis. Foto Ist.



Bekerja di bidang teknik seperti perusahaan tambang memang membutuhkan skill khusus seperti kompetensi sebagai seorang geolog maupun miner, termasuk di antaranya juru blasting maupun drilling. Namun hal itu tak selamanya menjadi penghalang bagi seseorang dari disiplin ilmu berbeda, terutama putra-putri terbaik dari lingkar tambang itu beroperasi.

Abdul Muis adalah salah satu pemuda Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu yang mulai meniti karir di perusahaan tambang PT Sumbawa Timur Mining (STM) yang beroperasi di Hu’u, di bawah bendera PT Dompu Gutama Wisata.

Sebelum bekerja di lingkungan tambang seperti sekarang ini, Muis pernah merasakan suka duka dalam mencoba meniti karir pasca lulus dari kampus. Pada tahun 2019 dan 2020 dia mencoba menjadi abdi negara dengan mengikuti seleksi CPNS. Namun ternyata karir di lingkungan birokrasi bukanlah takdir hidupnya sekarang. Dua tahun berturut-turut mengikuti seleksi, dia gagal menjadi PNS.

Setelah menuntaskan pendidikan pada Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris tahun 2018 di kampus STKIP Taman Siswa Bima, Muis sempat memutuskan merantau ke Jakarta. Niatnya kala itu mendalami ilmu bisnis. Namun itu hanya berjalan beberapa bulan saja, hingga dia mencoba peruntungan bisnis online menjual madu yang dia packing dengan mereknya sendiri, Madu Muis.

Ketika di Ibukota, Muis bertemu pakar bisnis besar di Kota Bogor, Ganjar Wijaya. Setelah kembali ke Dompu, dia sempat melanjutkan bisnis memasarkan Madu Muis hingga Mekkah Arab Saudi dan Hongkong. Pria kelahiran Daha Dompu, 5 September 1996 ini kembali ke Nusa Tenggara Barat setelah ada panggilan kampus, tempatnya menimba ilmu, untuk mengikuti seleksi S2 Malaysia pada tahun 2019 lalu.

Saat mengikuti seleksi penerima beasiswa S2 Malaysia dari Pemerintah Provinsi NTB, “Dewi Fortuna” belum memihak Muis. Dia dinyatakan tidak lolos sebagai penerima beasiswa tersebut. Namun Mui tak lantas patah arang. Dengan bekal darah muda dan semangat yang masih menggebu, dia mencoba melamar berbagai pekerjaan.

“Pada tahun 2019 dan 2020 saya ikut seleksi CPNS. Namun kedua kesempatan itu sama-sama gagal. Sembari mengisi kekosongan waktu itu, saya melamar jadi guru dan alhamdulillah diterima di salah satu sekolah swasta ternama di Dompu, Ponpes Imam Bukhari Dompu,” ujarnya.

Karena jarak tempatnya mengajar dengan rumahnya yang cukup jauh, Muis hanya bertahan beberapa bulan saja menjadi pengajar di Ponpes Imam Bukhari Dompu. Dia kemudian memilih resign di sekolah tersebut.

“Saya mencoba melamar di beberapa PT yang ada di wilayah kecamatan Hu'u di bawah naungan PT STM, namun gagal di tahap seleksi berkas dan wawancara. Tapi saya tidak putus asa, saya terus berusaha melamar di PT lain yang saat itu merekrut karyawan dan alhamdulillah saya lulus dengan nilai tertinggi di ujian tulis maupun ujian wawancara tahap seleksi PT Dompu Gutama Wisata,” ujar dia.

Tak hanya seleksi berkas dan wawancara, Muis masih mengingat bagaimana sulitnya melewati tahap medical check up (MCU) selama setengah bulan. “Alhamdulillah hasilnya negatif penyakit di tubuh,” katanya.

Bagi Muis, berbagai terpaan cobaan yang pernah dirasakan adalah bagian dari ujian kehidupan. Dia juga pernah merasakan suka duka saat menempuh pendidikan S1 di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Saat kuliah di Bima, dia sudah akrab dengan hidup dan tinggal di masjid selama empat tahun.

“Makan seadanya bareng teman-teman organisasi. Uang jajan dapat kiriman seadanya. Sampai jadi reseller buku tawarain ke mahasiswa dan dosen. Jaga kafe, jualan madu dan lain-lain. Perjalanan hidup itu memang begitu indah. Kita tidak akan pernah tahu ke depannya seperti apa. Maksain kuliah dengan ekonomi terbatas. Meniti karir demi kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Cobaan hidup yang dia rasakan tidak hanya berhenti pada urusan kuliah. Sebelum meniti karir seperti sekarang ini, Muis harus merawat ibunya yang sakit bertahun-tahun. Selain itu, dia juga harus memikirkan hutang keluarga yang dipengaruhi kebutuhan biaya berobat ibunya dan kebutuhan lain.

“Kami tidak pernah terbuka akan hal itu. Tidak pernah mengharap belas kasih dari siapapun. Karena kami tahu Allah masih bersama kami” ujarnya.


Motivasi Pemuda Menyongsong Eksploitasi Tambang Hu’u

Berbekal sejumlah pengalaman dan cobaan hidupnya, Muis mengajak para pemuda di daerah terutama di wilayah Hu’u Dompu untuk optimistis menatap hidup yang lebih baik. Menurutnya, berdoa diiringi usaha, membangun relasi dan kompetensi adalah sebuah keniscayaan dalam meraih kesuksesan. Oleh karenanya setiap pemuda harus memiliki mempi untuk lebih baik, untuk mengubah diri sendiri, keluarga maupun komunitas untuk menjadi lebih baik. Hal itu setidaknya juga ditegaskan melalui Firman Allah dalam QS: Ar-Rad (13), Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.

“Hingga kini saya bekerja di tambang STM dengan status karyawan dari PT Dompu Gutama Wisata. Semoga kehidupan ke depan lebih baik dari hari ini. Ibu adalah rahasia kesuksesan. Berkat doa beliau dan mendukung setiap upaya yang saya lakukan,” katanya.

Walaupun belum apa-apa, Muis ingin para pemuda Kecamatan Hu’u untuk bangkit menjadi terbaik. “Saya hanya ingin memotivasi pemuda generasi emas Kecamatan Hu'u,” pungkasnya. [B-11]