Langgar Protokol Kesehatan, 219 Warga Bima NTB Terjaring Operasi Yustisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Langgar Protokol Kesehatan, 219 Warga Bima NTB Terjaring Operasi Yustisi

Tuesday, November 24, 2020
Warga Kabupaten Bima Menjalani Sanksi Sosial karena tidak Mematuhi Protokol Pencegahan Covid-19 saat Operasi Yustisi di Wilayah Hukum Polres Bima.



Bima, Berita11.com— Sebanyak 219 warga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat yang melanggar protocol kesehatan pencegahan Covid-19 terjaring operasi yustisi serentak dan menyelusuru yang digelar Polsek dan Kepolisian Subsektor jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bima, Senin (23/11/2020).

Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bima, Ajun Komisaris Polisi, Hanafi menjelaskan, 219 warga yang terjaring dalam operasi yustisi serentak tersebut melanggar protocol Covid-19 karena tidak menggunakan masker.

Dikatakannya, operasi yustisi adalah bagian penegakan hukum atas Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Perbub Bima Nomor 43 Tahun 2020. Sasaran operasi para pengendara yang tidak menggunakan masker.

“Dari 219 pelanggat yang terjaring dalam operasi tersebut, 41 eccentric pelanggar dijatuhi sanksi sosial berupa push up, squad jump, penghormatan dan menyanyi , sedangkan 178 pelanggar diberi sanksi teguran,” ujar Hanafi mewakili Kapolres Bima.

Operasi Yustisi di Wilayah Hukum Polres Bima, Senin (23/11/2020).



Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari hasil operasi yustisi oleh Polsek dan Polsubsektor jajaran Polres Bima bersama anggota Koramil/ Pos Rayon Militer dan Satuan Pol PP, rata-rata pelanggaran tidak mengenakan masker dan langsung diberik sanksi di tempat.

“Kami berharap ke depannya kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan akan semakin meningkat dan tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga kita terhindar dari virus Covid-19,” harapnya. [B-12]