Para Pemuda dari Tiga Kecamatan Gempur Kejari Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Para Pemuda dari Tiga Kecamatan Gempur Kejari Dompu

Monday, November 16, 2020
Massa aksi dari tiga Kecamatan saat berada di depan gedung DPRD Dompu usai menggelar orasi di Kejari Dompu. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Puluhan pemuda yang tergabungan dari tiga Kecamatan yakni Kecamatan Kempo, Manggelewa dan Kilo atau Gerakan Pemuda Kempo Manggelewa dan Kilo (GPKMK) menggempur Kantor Kejakasaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu, Senin (16/11/2020) siang.


Massa GPKMK mendesak Kejari Dompu segera tuntaskan dugaan penyalahgunaan anggaran Masjid Al-Muhajjirin yang berlokasi di Desa Dorokobo senilai lebih kurang Rp100 juta dan anggaran PURE lebih kurang Rp50 juta.


Menurut koordinator umum (Kordum) M. Sofian dugaan Penyalahgunaan anggaran tersebut diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) Dorokobo M. Taufik telah dilayangkan laporan pada tanggal 3 November 2020 lalu, namun dinilai lamban.


"Kami meminta kepada pihak Kejaksaan Dompu untuk segera proses Kepala Desa Dorokobo dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan anggaran Masjid Al-Muhajjirin dan PURE," teriak Sofian di atas mimbar orasi.


Menanggapi hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Dompu Indra, SH saat dikonfirmasi Berita11.com via pesan WhatsApp siang, sekira pukul 14.47 Wita mengatakan, pihaknya saat ini sedang dalam tahap pengumpulan bukti sesuai laporan.


Hal itu juga, kata Indra, telah disampaikan kepada massa GPKMK saat menyikapi tuntutan massa aksi di depan kantor Kejari Dompu.


"Tadi saya jelaskan kepada masyarakat bahwa sampai saat ini tetap masih dalam pengumpulan bahan data dan keterangan dari semua pihak terkait. Nantinya, pasti kami akan menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan kami, jadi masih berjalan," jelas Indra. [B-10]