Tak Peduli Seragam Dinas Masih Melekat di Badannya, Kades Matua Angkut Sampah Warga -->

Iklan Semua Halaman

.

Tak Peduli Seragam Dinas Masih Melekat di Badannya, Kades Matua Angkut Sampah Warga

Monday, November 30, 2020
Aktifitas Kades Matua Syam Firdaus, ST saat mengangkut sampah untuk dibuang ke TPA di Dusun Palikarawe, Desa Lune, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Langkah inisiatif yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Matua Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu Syam Firdaus, ST ini patut dijadikan contoh bagi desa-desa lain.


Pasalnya, Kades yang biasa disapa Kang Halen ini terlihat seolah tak peduli dengan seragaman Dinas yang masih melekat di badannya saat mengangkut sampah yang menumpuk di depan rumah warga pada Senin (30/11/2020) pagi.


Tumpukan sampah di depan rumah warga sebanyak 413 rumah itu sejak Sabtu (28/11) lalu, karena sopir yang digaji khusus sudah dua hari belakangan ini tidak bisa masuk kerja lantaran sakit.


Tumpukan sampah itu diangkut menggunakan mobil Cherry bersama dua orang tenaga khusus untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Dusun Palikrawe, Desa Lune, Kecamatan Pajo.


"Sopirnya izin, nggak masuk kerja karena sakit. Jadi, untuk menjaga kenyamanan masyarakat, saya harus turun lokasi, untuk mengatasi hal itu, apalagi tumpukan sampah sudah bauh tak sedap, kasihan masyarakat," kata Kang Halen.


Kang Halen menjelaskan, mobil angkut sampah merupakan program desa yang telah dijalankan mulai dari Senin hingga Sabtu, dan retribusinya ditarik per bulan senilai Rp5 per rumah.


"Alhamdulillah, masyarakat juga sangat antusias dengan adanya mobil angkut sampah seperti itu, jadi sampah itu sudah tidak ada lagi yang berseraka," jelasnya.


Retribusi yang ditarik Rp5 ribu per bulan itu, Kang Halen kembali menerangkan, untuk biaya operasional mobil, karena Operasional mobil dalam satu tahun bisa mencapai Rp50 juta, itu belum termasuk gaji buruh dan sopirnya.


"Dari jumlah 413 rumah, itu pun belum bisa terpenuhi semua, karena, ada yang bilang tidak pernah buang sampah lah dan lain sebagainya, tapi kita biarkan saja, karena prinsip kita, selagi kita masih hidup kita tetap masih punya sampah," terangnya.


Untuk itu, Kang Halen menghimbau terhadap warganya agar jangan lagi membuang sampah di sembarang tempat apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan, tentu sampah yang dibuang bisa menjadi penyakit.


"Untuk warga saya, jangan lagi buang sampah sembarangan, karena kami sudah luncurkan program mobil sampah, mari kita ciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman," imbuhnya sembari mengakhiri penyampaiannya. [B-10]