Bupati Dompu Dinilai tak Berlaku Adil, Suaebah Laporkan Suaminya ke Polisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Dompu Dinilai tak Berlaku Adil, Suaebah Laporkan Suaminya ke Polisi

Friday, December 25, 2020
Foto yang di atas, Suaebah dan kedua anaknya saat menunjukan surat izin perceraian yang dikeluarkan Bupati Dompu dan foto yang di bawah Suaebah sedang memberikan keterangan ke penyidik Polres Dompu. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Malang nasib dialami seorang ibu rumah tangga Suaebah 36 tahun, warga Dusun Wera, Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB.


Ibu dari dua anak ini tiba-tiba menerima surat izin perceraian dengan suaminya secara tertulis yang dikeluarkan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin dengan nomor : 867.3/08/BKD dan PSDM/2020 tertanggal 1 November Tahun 2020.


Padahal, istri dari seorang Aparat Sipil Negara (ASN) berinisial DW yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Dompu ini, tidak menginginkan itu terjadi.


Hal itu yang membuat dirinya menilai bahwa Bupati Dompu tidak berlaku adil, sebagai mana yang dilansir Topikbidom.com pada Kamis (24/12/2020) sore tadi.


"Saya kaget dan merasa heran, tiba tiba suami saya mendapat surat dengan perihal pemberian izin perceraian dari Bupati Dompu. Padahal saya tidak pernah mau diceraikan oleh suami saya," ungkap Suaebah.


Diakuinya, pascamenerima surat itu, dirinya merasa sedih dan kecewa. Bahkan merasa terpukul karena tidak sanggup menjalani kehidupan kalau perceraian itu benar-benar terjadi.


"Mestinya Bupati berlaku adil dan tidak memberikan izin perceraian untuk suami saya. Kalau begini caranya, bagaimana nasib saya dan kedua anak saya, apalagi mereka masih kecil," kecewanya. 


Suaebah mempertanyakan dimana keadilan itu. Menurutnya, Bupati Dompu seharusnya tidak  mengeluarkan surat izin perceraian, tetapi memberikan masukan kepada bawahannya agar tidak mengajukan perceraian.


"Saya kasihan kedua anak saya. Bagiamana nasibnya nanti kalau suami saya benar-benar menceraikan saya, kami sudah 10 tahun membina rumah tangga," katanya. 


Suaebah menceritakan, bahwa dirinya bersama kedua anaknya (laki-laki 10 tahun dan perempuan 6 tahun) sudah hampir setahun ditinggalkan dan ditelantarkan oleh suaminya, bahkan selama itu pula tidak pernah menafkahi. 


Akibatnya, Suaebah melaporkan suaminya atas ditelantarkan dan ketidaknafkahinya pada Kepolisian Resor Dompu, Kamis (24/12) malam.


"Malam ini, resmi saya laporkan suami saya ke Polres Dompu. Dan saat ini, saya sedang memberikan keterangan sebagai korban," ungkapnya.


Masih dilansir Topikbidom, hingga berita ini diekspos, Bupati Dompu yang dikonfirmasi wartawan via pesan WhatsApp belum juga merespon atau memberikan tanggapan mengenai persoalan ini. [B-10]