Menyikapi Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Kesadaran Kemanusiaan -->

Iklan Semua Halaman

.

Menyikapi Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Kesadaran Kemanusiaan

Saturday, December 5, 2020


Oleh: Adi Ardiansyah 

(Ketua Bidang Organisasi IMM Cabang Mataram) 


Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 di NTB kian memasuki fase injury time. Satu sisi secara pribadi, kami harus bersedih dengan kondisi hari ini, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi yang rawan berkumpulnya banyak orang. 

Jauh hari sebelum ini dilanjutkan, ada banyak masukan, saran, dan kritik terhadap penyelanggara untuk menunda pelaksanaan Pilkada serentak, tetapi suka tidak suka, kita harus menerima semua ini dengan tangan terbuka, termasuk kesiapan kita menerima kenyataan pahit dari konsekuensinya.

Pra-hari H pemilihan Pilkada serentak tentu meninggalkan banyak pesan dan kesan, apalagi sederet simbol maupun makna yang sering ditampilkan oleh Timses, simpatisan, hingga kompetitor yang sedang berlaga. 

Dalam kontestasi politik, setegang apapun kondisi realitas kita, hal pertama yang harus dijaga adalah kedewasaan menerima perbedaan pandangan serta pilihan itu lumrah adanya (no baper), selanjutnya kita pun wajib untuk tetap menjaga eksitensi silahturahmi antara sesama manusia, menghindari biasnya polarisasi akar rumpun sosial-kemasyarakatan hanya karena gebyar politik musiman, dan terakhir mari kita jadikan momentum Pilkada sebagai ajang untuk melakukan refleksi terhadap capaian kepemimpinan disetiap level atau kabupaten/kota.

Pilkada serentak di tengah pandemi merupakan ujian kedewasaan politik kemanusiaan para kompetitor, di mana signifikasi kenaikan kasus positif Covid-19 akibat kerumunan dan tidak patuhnya kita mematuhi protokol Covid-19 akan menjadi martir bagi keberlangsungan masa depan kemanusiaan. 

Ada beragam kegiatan produktif sejak penyelenggara menabuh genderang kompetisi Pilkada serentak di NTB ini, di mana semua instansi strategis seperti Kepolisian Daerah NTB (Polda NTB) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan para calon kepala daerah punya komitmen yang sama lewat nota kesepahaman MoU (Momerandum of Understanding) kampanye sehat, hingga pemilihan dengan menerapkan protokol Covid-19.

Hal itu merupakan upaya meminimalisasi dampak kenaikan kasus positif Covid-19 di tengah euforia Pilkada serentak yang melibatkan banyak massa. Bahwa penting rasanya animo keberpihakan harus digandeng dengan kesadaran untuk saling menjaga diri masing-masing agar tidak merugikan orang lain. Dengan do’a yang sama, semoga Pilkada serentak 9 Desember 2020 kita terhindar dari infeksi Covid-19 dan selalu diberikan kesehatan oleh illahi. Amin. (*)