Partisipasi tak Sampai 80 Persen, 77.531 Warga Kabupaten Bima Golput saat 9 Desember? -->

Iklan Semua Halaman

.

Partisipasi tak Sampai 80 Persen, 77.531 Warga Kabupaten Bima Golput saat 9 Desember?

Friday, December 11, 2020
Penghitungan Suara di TPS 1 Desa Sanolo, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Foto B-11/ Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Partisipasi pemilih saat pemungutan suara dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima pada 9 Desember 2020 lalu tak mencapai target lokal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima. Dari sumber yang dihimpun, terdapat paling tidak 77.531 warga Kabupaten Bima atau 21,37 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak memberi hak suara atau menjadi golongan putih (Golput).

Dari sejumlah sumber yang dihimpun, suara sah tiga paslon 281.002 atau 77,63 persen, suara tidak sah sebanyak 3.424 atau 1 persen, sedangkan warga yang Golput sebanyak 77.531 orang atau 21,37 persen.

Sebagaimana pleno penetapan oleh KPU Kabupaten Bima, DPT final Pilkada 2020 Kabupaten Bima sebanyak 361.957 pemilih yang terdiri dari 179.066 pemilih laki-laki dan 182.891 pemilih perempuan. Jumlah pemilih tersebut tersebar untuk 984 tempat pemungutan suara (TPS) pada 191 desa di wilayah Kabupaten Bima. Pada pemilu terakhir sebelum Pilkada serentak 2002, KPU Kabupaten Bima menetapkan DPT Pileg dan Pilpres tahun 2019 sebanyak 363.114 pemilih.

Sebanyak 361.957 pemilih tetap Kabupaten Bima tersebar pada 18 kecamatan yaitu:


Kecamatan Lambitu (12 TPS)

Pemilih laki-laki: 2.210

Pemilih Perempuan: 2.188

Jumlah pemilih: 4.398



Kecamatan Sanggar (26 TPS)

Pemilih laki-laki: 4.821

Pemilih Perempuan: 4.926

Jumlah pemilih: 9.747


Kecamatan Sape (114 TPS)

Pemilih laki-laki: 21.220

Pemilih Perempuan: 21.302

Jumlah pemilih: 42.522


Kecamatan Soromandi (35 TPS)

Pemilih laki-laki: 6.582

Pemilih Perempuan: 6.669

Jumlah pemilih: 13.251


Kecamatan Monta (76 TPS)

Pemilih laki-laki: 13.629

Pemilih Perempuan: 14.159

Jumlah pemilih: 27.788


Kecamatan Ambalawi (43 TPS)

Pemilih laki-laki: 7.832

Pemilih Perempuan: 7.670

Jumlah pemilih: 15.502


Kecamatan Bolo (95 TPS)

Pemilih laki-laki: 17.752

Pemilih Perempuan: 18.409

Jumlah pemilih: 36.161


Kecamatan Palibelo (57 TPS)

Pemilih laki-laki: 9.825

Pemilih Perempuan: 10.423

Jumlah pemilih: 20.248


Kecamatan Parado (21 TPS)

Pemilih laki-laki: 3.682

Pemilih Perempuan: 3.723

Jumlah pemilih: 7.405


Kecamatan Wawo (36 TPS)

Pemilih laki-laki: 6.618

Pemilih Perempuan: 6.923

Jumlah pemilih: 13.541


Kecamatan Tambora (21 TPS)

Pemilih laki-laki: 2.840

Pemilih Perempuan: 2.615

Jumlah pemilih: 5.455


Kecamatan Langgudu (64 TPS)

Pemilih laki-laki: 10.799

Pemilih Perempuan: 11.061

Jumlah pemilih: 21.860


Kecamatan Donggo (38 TPS)

Pemilih laki-laki: 6.744

Pemilih Perempuan: 6.968

Jumlah pemilih: 13.712


Kecamatan Wera (63 TPS)


Pemilih laki-laki: 11.353

Pemilih Perempuan: 11.550

Jumlah pemilih: 22.903


Kecamatan Lambu (76 TPS)

Pemilih laki-laki: 14.308

Pemilih Perempuan: 14.303

Jumlah pemilih: 28.661


Kecamatan Belo (54 TPS)

Pemilih laki-laki: 9.879

Pemilih Perempuan: 10.429

Jumlah pemilih: 20.308


Kecamatan Woha (89 TPS)

Pemilih laki-laki: 17.499

Pemilih Perempuan: 17.721

Jumlah pemilih: 35.220


Kecamatan Madapangga (64 TPS)

Pemilih laki-laki: 11.473

Pemilih Perempuan: 11.852

Jumlah pemilih: 23.325



Berkaitan hasil pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima tahun 2020 tingkat TPS pada 9 Desember 2020, tim Paslon nomor urut 3 menyiarkan hasil hitung cepat (quick count) yang direkap dari data C1 dengan hasil Paslon nomor urut 3 (In-Dah) meraih suara 44,36 % atau 149.677 suara sah, pasangan nomor urut 2 (SYAFAAD) memperoleh suara 37,64 % dan pasangan nomor urut 1 (IMAN) meraih 18,00%.

Pada bagian lain, dikutip dari aplikasi web tungsura Pilkada2020.kpu.go.id, pada pukul 22.20 Wita, Jumat, 11 Desember 2020, perolehan suara terbanyak nomor urut 3 Hj Indah Dhamayanti Putri – H Dahlan M Noer sebanyak 44,2 % atau 79.236, peraih suara urutan kedua, Paslon nomor urut 2 H Syafruddin HM Nur–Ady Mahyudi sebanyak 37,4 % atau 66.955, perolehan suara paslon nomor urut 1 H Irfan–H Herman A.E sebanyak 18,4% atau 32.979. Adapun jumlah suara yang masuk dalam aplikasi Tungsura KPU hingga pukul 22.26 Wita baru mencapai 60,06 atau baru masuk 591 TPS dari 984 TPS.

Pantauan langsung pada kegiatan pemungutan suara 9 Desember 2020, di TPS 1 Desa Sanolo, jumlah suara sah hanya 287 dari 373 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Adapun perolehan suara terbanyak diraih Paslon nomor urut 3 sebanyak 141, paslon nomor urut 2 sebanyak 123 dan paslon nomor urut 1 sebanyak 23, sedangkan suara tidak sah 2.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara 2 Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Isnaini mengatakan, khusus di TPS 2 Desa Sanolo terdapat sembilan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang mencoblos menggunakan E-KTP. Jumlah tersebut belum termasuk di TPS lain di desa setempat maupun seluruh wilayah di Kabupaten Bima. Dari 490 warga yang tercatat dalam DPT, hanya 370 yang memberi hak suara di TPS setempat.

“Ada 121 kertas suara yang tidak terpakai. Kalau kertas suara yang rusak tidak ada,” ujarnya Rabu lalu.

Berkaitan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, sejumlah anggota KPU Kabupaten Bima enggan menjawab telpon maupun layanan pesan ketika hendak dikonfirmasi berkaitan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, termasuk tingkat partisipasi pemilih.


KPU Kabupaten Bima Targetkan Partisipasi Pemilih 85 Persen


Sebagaimana dilansir Berita11.com, Ketua KPU Kabupaten Bima, Imran S.Pd.I SH mengungkapkan, optimisme pihaknya itu dilandasi pengalaman angka partisipasi pemilihan sebelumnya termasuk Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan pada tahun 2019, yang mana partisipasi pemilih di Kabupaten Bima di atas 80 persen.

“Kita tetap optimis angka partisipasi pemilih di Kabupaten Bima melampui target nasional. Karena sebelumnya juga mencapai 80 persen lebih,” ujarnya di kantor KPU Kabupaten Bima, Senin (30/11/2020).

Soal target partisipasi pemilih tersebut juga pernah diafirmasi oleh Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, KPU Provinsi NTB, Agus Hilman M.Si.

“Target kita sebenarnya, secara nasional itu 77,5 persen, tapi kalau melihat dari perkembangan di masing-masing kabupaten kota di NTB, itu sepertinya akan asimetris. Tidak akan semua mencapai itu. Namun kalau di Bima, melihat trend partisipasi dari tahun ke tahun, partisipasi itu tidak selalu berkaitan dari upaya atau kegiatan ikhtiar sosialisasi,” kata Agus saat menghadiri simulasi pemungutan dan penghitungan suara sesuai protocol Covid-19 di wilayah Kabupaten Bima, belum lama ini.

Menurut dia, partisipasi pemilih juga tidak bisa lepas dari kuatnya kontestasi saat tahapan Pilkada serentak. Kontestasi yang tinggi juga berjalan linear terhadap partisipsai.

“Selain memang nanti penyelenggara akan kerja untuk sosialisasi itu. Itu hanya variable tidak kalah penting. Melihat itu, Kabuapten Bima saya yakin akan mampu melampui target partisipasi nasional. Melihat kenyataan hari ini, tapi nanti tentu kita akan melihat di TPS,” katanya.

Dia juga mengatakan, penyelenggara juga intens melakukan sosialisasi sesuai seluruh instrument. “Belum lagi melihat hiruk pikuk di media sosial. Saya melihat itu, mudah-mudahan bisa mencapai 77,5 persen untuk di Kabupaten Bima,” harapnya.


Antisipasi KPU Terhadap Kelompok Khusus Penolak Pimilu dan Golput

Pada setiap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sejak rezim lama, tidak bisa dielakan adanya kelompok khusus dengan ideologi tertentu menolak ikut memilih sehingga menjadi bagian dari kran golongan putih (Golput).

Menurut Agus Hilman, KPU telah mengantisipasi adanya keengganan kelompok tertentu termasuk di Kabupaten Bima untuk ikut berpartisipasi sebagai pemilih dalam Pilkada serentak 2020.

“Untuk kelompok khusus, (diketahui) ketika konfirmasi ke teman-teman untuk masuk ke tempat-tempat yang selama ini cenderung menutup ruang masuknya penyelenggara, berkaitan dengan kepemiluan atau pemilihan,” katanya.

Menurut dia, KPU telah berupaya maksimal melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, termasuk pada kelompok tersebut.

“Baik ketika kita Coklit atau melakukan sosialisasi. Tapi yang jelas kita sudah berupaya. Kemarin juga sudah kita sampaikan, saya melihat teman teman (penyelenggara Pilkada) melakukan pendekatan kepada tokoh tokoh agama, melaui menjadi khatib, melalui khutbah dan sebagainya,” ujar dia.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman KPU pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg, kelompok tertutup itu membuka ruang menjadi pemilih. “Saya belum cek di pemilihan ini, apakah berkenan atau membuka diri. Kita berharap teman-teman kelompok yang menutup diri (berpartisipasi),” harapnya.

Sebelum pelaksanaan Pilkada, sejumlah pemerhati Pilkada pesimis tingkat partisipasi pemilih. Hal itu setidaknya diungkapkan Edo Rusyadin.

Menurut dia, keraguan salah satunya dilihat kebijakan kampanye melalui media, di antaranya melalui media daring (media online) yang ditiadakan oleh KPU, karena yang difasilitasi oleh KPU hanya melalui media cetak dan elektronik. [B-12/ B-11]