Soal Kelompok Langganan yang “Enggan” Memilih, KPU Tetap Optimis Partisipasi Lampui 77,5 Persen -->

Iklan Semua Halaman

.

Soal Kelompok Langganan yang “Enggan” Memilih, KPU Tetap Optimis Partisipasi Lampui 77,5 Persen

Tuesday, December 1, 2020
Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Sesuai Protokol Covid-19 di Kabupaten Bima. Foto Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Meskipun pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 berbeda jauh dengan pelaksanaan pemilihan sebelumnya karena situasi pandemic Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima tetap optimistis angka partisipasi pemilih melampui target nasional atau di atas 77,5 persen.

Ketua KPU Kabupaten Bima, Imran S.Pd.I SH mengungkapkan, optimisme pihaknya itu dilandasi pengalaman angka partisipasi pemilihan sebelumnya termasuk Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan pada tahun 2019, yang mana partisipasi pemilih di Kabupaten Bima di atas 80 persen.

“Kita tetap optimis angka partisipasi pemilih di Kabupaten Bima melampui target nasional. Karena sebelumnya juga mencapai 80 persen lebih,” ujarnya di kantor KPU Kabupaten Bima, Senin (30/11/2020).

Soal target partisipasi pemilih tersebut juga pernah diafirmasi oleh Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, KPU Provinsi NTB, Agus Hilman M.Si.

“Target kita sebenarnya, secara nasional itu 77,5 persen, tapi kalau melihat dari perkembangan di masing-masing kabupaten kota di NTB, itu sepertinya akan asimetris. Tidak akan semua mencapai itu. Namun kalau di Bima, melihat trend partisipasi dari tahun ke tahun, partisipasi itu tidak selalu berkaitan dari upaya atau kegiatan ikhtiar sosialisasi,” kata Agus saat menghadiri simulasi pemungutan dan penghitungan suara sesuai protocol Covid-19 di wilayah Kabupaten Bima, belum lama ini.

Menurut dia, partisipasi pemilih juga tidak bisa lepas dari kuatnya kontestasi saat tahapan Pilkada serentak. Kontestasi yang tinggi juga berjalan linear terhadap partisipsai.

“Selain memang nanti penyelenggara akan kerja untuk sosialisasi itu. Itu hanya variable tidak kalah penting. Melihat itu, Kabuapten Bima saya yakin akan mampu melampui target partisipasi nasional. Melihat kenyataan hari ini, tapi nanti tentu kita akan melihat di TPS,” katanya.

Dia juga mengatakan, penyelenggara juga intens melakukan sosialisasi sesuai seluruh instrument. “Belum lagi melihat hiruk pikuk di media sosial. Saya melihat itu, mudah-mudahan bisa mencapai 77,5 persen untuk di Kabupaten Bima,” harapnya.


Antisipasi KPU Terhadap Kelompok Khusus Penolak Pimilu dan Golput

Pada setiap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sejak rezim lama, tidak bisa dielakan adanya kelompok khusus dengan ideologi tertentu menolak ikut memilih sehingga menjadi bagian dari kran golongan putih (Golput).

Menurut Agus Hilman, KPU telah mengantisipasi adanya keengganan kelompok tertentu termasuk di Kabupaten Bima untuk ikut berpartisipasi sebagai pemilih dalam Pilkada serentak 2020.

“Untuk kelompok khusus, (diketahui) ketika konfirmasi ke teman-teman untuk masuk ke tempat-tempat yang selama ini cenderung menutup ruang masuknya penyelenggara, berkaitan dengan kepemiluan atau pemilihan,” katanya.

Menurut dia, KPU telah berupaya maksimal melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, termasuk pada kelompok tersebut.

“Baik ketika kita Coklit atau melakukan sosialisasi. Tapi yang jelas kita sudah berupaya. Kemarin juga sudah kita sampaikan, saya melihat teman teman (penyelenggara Pilkada) melakukan pendekatan kepada tokoh tokoh agama, melaui menjadi khotib, melalui khutbah dan sebagainya,” ujar dia.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman KPU pada pelaksanaan Pilpres dan Pileg, kelompok tertutup itu membuka ruang menjadi pemilih. “Saya belum cek di pemilihan ini, apakah berkenan atau membuka diri. Kita berharap teman-teman kelompok yang menutup diri (berpartisipasi),” harapnya. [B-11]