Tergiur Harga yang Mahal, Dua Pria ini Dibekuk Polisi Lantaran Diduga Nyolong Porang -->

Iklan Semua Halaman

.

Tergiur Harga yang Mahal, Dua Pria ini Dibekuk Polisi Lantaran Diduga Nyolong Porang

Wednesday, December 23, 2020
Dua terduga pelaku nyolong porang setelah diamankan polisi. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Porang merupakan jenis tumbuh-tumbuhan yang cukup ramai dibicarakan, bahkan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu. 


Sehingga menjadi program unggulan salah satu Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati, karena Porang mempunyai harga yang cukup mahal yang memikat hati masyarakat lebih khusus di Bumi Nggahi Rawi Pahu.


Sejak awal diperkenalkan, animo masyarakat cukup tinggi untuk mencicipi varian baru di sektor pertanian bagi masyarakat dompu ini, lantaran porang memiliki beberapa kriteria keunggulan antara lain.


Selain harga jual yang tinggi, juga mengatasi resiko gagal panen yang rendah, tentunya itu menjadi pemantik semangat para petani untuk menanam.


Tergiur dengan dengan harga mahal itu, memantik pula niat jahat dua pria di Kecamatan Pekat yakni HD (18), warga Dusun Bagik Payung, Desa Kadindi Barat dan WT (17), warga Dusun Suka Jaya, nekat nyolong tanaman porang di lahan milik Jamaluddin (50) di sekitar desa setempat.


Peristiwa itu diketahuinya pada Senin (21/12), saat Jamaluddin tiba di lahan porang-nya pada sore hari. Jamaludin temukan sekira 70 pohon porang yang sudah tercabut dan bijinya sudah diambil oleh kedua terduga pelaku. 


Namun ia juga melihat sisa biji porang yang ditaruh di sebuah baskom, ia menduga itu adalah sisa biji porang yang tidak dibawa pelaku. Mengetahui hal itu, Jamaludin melaporkan ke Mapolsek Pekat.


Atas laporan korban, Kapolsek Pekat Ipda Muh Sofiyan Hidayat S.Sos berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Dompu, Selanjutnya Kasat Reskrim Iptu Ivan Roland Cristofel STK memerintahkan Tim Puma untuk menyelidiki dan menangkap pelaku. Keesokan harinya, Tim Puma yang dipimpin Bripka Zainul Subhan bergegas menuju Pekat.


Berbekal bukti petunjuk (biji porang yang ditinggal pelaku), Selasa 12 Desember 2020. Oleh polisi dibiarkan tetap pada tempatnya, seraya menunggu para pelaku datang mengambilnya.  


Anggota bersembunyi di semak sambil mengintai pelaku. Benar saja, Sekira pukul 14.30 wita, kedua pelaku datang mengambil biji porang itu, seketika itu pula anggota menyergap dan menangkap keduanya. Selanjutnya digelandang ke Mapolsek Pekat.


Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Hal itu dibenarkan kasat Reskrim melalui PAUR Subbag Humas Aiptu Hujaifah. [B-10]