10 Wilayah dalam Sumpah Palapa Diikrarkan Patih Gajah Mada Salah Satunya Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

10 Wilayah dalam Sumpah Palapa Diikrarkan Patih Gajah Mada Salah Satunya Dompu

Friday, January 1, 2021
Muhammad Redo Iradat. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Kabupaten Dompu ternyata mempunyai catatan sejarah yang besar juga tak kalah hebatnya dengan wilayah-wilayah daerah lain yang ada di Nusantara.


Pasalnya, wilayah Dompu yang dulunya bernama Dompo tercatat dalam 10 wilayah yang dikuasai oleh Patih Gajah Mada.


10 wilayah itu tertuang dalam sumpah palapa yang diikrarkan saat upacara pengangkatan menjadi Patih Amangkubumi Majapahit. 


Sumpah Patih Gajah Mada yang ingin menaklukan seluruh kepulauan Majapahit banyak diejek para menteri-menteri Kerajaan Majapahit saat itu.


Penyatuan Nusantara ini mampu dilaksanakan Patih Gajah Mada pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.


Gajah Mada dengan gigih mampu mewujudkan sumpahnya itu, dibantu Adityawarman dan Laksamana Nala yang memimpin angkatan laut Kerajaan Majapahit bertugas mengawasi perairan.


Adapun 10 wilayah daerah yang telah dikuasai Patih Gajah Mada antara lain Gurun (Lombok), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumatra Utara), Pahang (Malaya), Dompo (Sumbawa), Bali, Sunda, Palembang (Sriwijaya), Tumasik (Singapura).


"Jadi, Maha Patih Gajah Mada bersumpah dari 10 wilayah yang ada di Nusantara salah satu wilayah yang harus ditaklukkan adalah Dompo atau Dompu tidak disebutkan Bima, Mbojo, atau Sumbawa," kata Muhammad Redo Iradat saat menghadiri kegiatan Dzikir dan Shalawat di atas Bukit Sultan Dorompana pada malam pergantian tahun baru 2020 ke 2021.


Menurut M. Redo Iradat, hal itu tertuang dalam kitab sejarah yang bernama Nagarakrtagama dan Pararaton yang ada di Museum Trowulan (Arkeologi) yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.


"Di sana ada kitab yang bernama Nagarakrtagama Pararaton. Hal itu juga diakui oleh Yunesko bahwa Dompo adalah bagian dari warisan dunia karena setara dengan Negara Singapore," bebernya.


Pada masa kerajaan Majapahit, Nusantara dikuasai oleh tentara Majapahit dan ingin menaklukkan Dompo karena Dompo merupakan daerah pusat kayu cendana yang bermutu tinggi, kayu cendana sangat diperlukan dalam berbagai ritus keagamaan.


Sebenarnya, daerah-daerah ini pernah menjadi negara rekanan Kerajaan Singhasari pada masa Kertanagara.


Namun, hubungan dengan negara-negara itu longgar setelah Singhasari runtuh akibat kematian Kertanagara, ditambah lagi rentetan pemberontakan dalam negeri pada masa Kertarajasa (Raden Wijaya) dan putranya, Jayanagara.


Berangkau ke Situs Dorompana yang memiliki kuburan duduk satu kompleks dengan areal Makam Sultan Syamsuddin, sehingga beberapa tahun lalu pihak balai arkeologi Denpasar Bali terkejut ketika mengetahui ada kuburan duduk di Kalurahan Kandai Satu.


"Dorompana memilik situs yang bersejarah salah satunya kuburan Sultan Syamsuddin yang bergelar Sohibul Karomah Wal Fadhillah dan Dewa Ma Wa'a Bata dan dinobatkan sebagai Sultan Pertama yeng membawa Islam di Dompu pada tanggal 24 September 1545 Masehi," ungkapnya.


"Kuburan ini merupakan kuburan pada jaman kesultanan sebelum era kerajaan dulu," sambung Redo.


Balai arkeologi Denpasar Bali hanya mengetahui situ yang bersejarah yang berada di wilayah Kecamatan Hu'u atau di tempat-tempat lain.


Namun ternyata Lingkungan Dorompana Kelurahan Kandai Satu juga memiliki sejarah yang tak kalah hebatnya dengan daera-daerah lain.


"Selain Situ Makam Sultan, Kandai Satu juga memiliki situ Doro Bata yang konon katanya tempat penyimpanan barang-barang milik kerajaan dulu," terangnya.


Untuk itu, pria pegiat sejarahwan ini menitipkan ke para pemuda yang ada di Lingkungan Dorompana agar menjaga dan merawat sehingga Kandai Satu dijadikan Kelurahan Tematik. [B-10]