Belasan Rumah Warga Kabupaten Bima Dilaporkan Tergenang Banjir -->

Iklan Semua Halaman

.

Belasan Rumah Warga Kabupaten Bima Dilaporkan Tergenang Banjir

Saturday, January 2, 2021
Sejumlah Rumah Warga di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima Tergenang Banjir Setelah Hujan Lebat Melanda, Jumat (1/1/2021).



Bima, Berita11.com— Hujan lebat disertai petir yang melanda Kabupaten Bima dan wilayah sekitar meninmbulkan korban jiwa dan belasan rumah warga tergenang banjir, Jumat (1/1/2021).

Hal tersebut dilaporkan Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, sebagaimana laporan melalui Pusdalop dan TRC setempat. Adapun korban jiwa, yaitu Fatan, bocah 10 tahun di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Kasubid Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Kom MM melalui broadcast BPBD di group Sahabat Bencana menjelaskan, luapan banjir terjadi di Dusun Lasepi sekitar jembatan penghubung Jalan Talabiu-Dore.

“Belasan rumah warga tergenang setinggi lutut kaki orang dewasa dan tidak ada (warga) melakukan evakuasi mandiri,” ujarnya.

Dilaporkannya, luapan banjir tersebut sebagai dampak luapan sungai Pela Parado Kabupaten Bima. BPBD Kabupaten Bima juga mengutip broadcast peringatan dini yang disampaikan BMKG Bima-Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima adanya peringatan dini curah hujan tinggi di wilayah Bima pada pukul 12.00 Wita, pada Jumat, 1 Januari 2021. Peringatan dini itu juga mengingatkan potensi air sungai deras di Donggo, Dompu, Pajo, Woha, Palibelo, serta potensi genangan air di jalan dan licin meliputi di Kecamatan Bolo, Madapangga, Woja Kabupaten Dompu, Manggelewa dan Kempo Kabupaten Dompu, Kecamatan Mpunda dan Rasanae Barat Kota Bima.

Pada hari yang sama, hujan lebat menyebabkan aliran sungai Padolo meluap hingga pemukiman warga sekitar bantaran sungai di Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat dan pada sejumlah kelurahan di Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, hujan lebat pada Kamis, 31 Desember 2021 lalu juga menimbulkan luapan banjir setinggi lutut orang dewasan di Desa Rada Kecamatan Bolo Kabuapten Bima. Luapan yang sama juga terjadi di Dusun Jala, Desa Nggembe, Kecamatan Bolo. Luapan banjir juga menimbulkan korban jiwa bocah 4 tahun yang tewas setelah terseret banjir setelah terpeleset di parit tak jauh dari pemukiman warga di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Sesuai broadcast BMKG Bima Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima, 18 kecamatan di Kabupaten Bima diprediksi dilanda curah hujan sedang hingga lebat mulai pukul 11.00 Wita pada Sabtu, 2 Januari 2020. Sebagian wilayah seperti Kecamatan Madapangga diperkirakan akan dilanda hujan lebat disertai petir. Curah hujan tersebut diperkirakan hingga pukul 14.00 Wita.

Melalui broadcast informasi cuaca yang ditanda tangani Kepala Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Satria Topan Primadi, S.Si dan Forecaster on Duty BMKG Stamet Bima, Jumratul Aida STr, BMKG menyampaikan imbauan untuk masyarakat bahwa curah hujan di NTB pada dasarian I Desember 2020 berada pada kategori yang bervariasi, yang mana curah hujan rendah (0-50 mm per dasarian) hingga menengah (51-150 mm per dasarian) mendominasi sebagian besar wilayah NTB. Curah hujan dengan kategori tinggi (lebih dari 151 mm per dasarian) hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bima bagian Barat. 




Stamet Bima juga menjelaskan, sifat hujan pada dasarian I Desember 2020 di wilayah NTB didominasi sifat atas normal (AN). Namun demikian, ada beberapa wilayah yang mengalami hujan bawah normal (BN) yaitu wilayah Kabupaten Bima bagian Timur. Monitoring hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) umumnya masih ada hujan hingga tanggal updating (0 hari) hingga kategori sangat pendek (1-5 hari).

Pada dasarian II Desember 2020, diperkirakan terdapat peluang curah hujan >50mm/ dasarian sebesar 90% yang merata hampir di seluruh wilayah NTB. Peluang curah hujan >100mm/ dasarian sebesar 60% diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Dompu bagian Selatan, serta sebagian wilayah Kabupaten Bima bagian Barat.

“Waspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Bima dan Dompu yaitu di perairan Selatan Bima dan Dompu serta perairan Samudera Hindia Selatan NTB. Waspadai potensi terjadinya hujan dalam intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terutama di pesisir barat, utara, dan selatan wilayah Bima dan Dompu yaitu Pekat, Kempo, Manggelewa, Pajo, Sanggar, Dompu, Madapangga, Donggo, Bolo, Monta, Belo, dan Kota Bima,” kata Kepala Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Stamet Bima juga mengingatkan dampak yang ditimbulkan adanya peningkatan intensitas curah hujan seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, genangan air, kilat/ petir di wilayah Bima dan Dompu. [B-11]