Belum Setahun, Jalan dari Desa Saneo Menuju Dam Mila Terputus dan Rusak Parah -->

Iklan Semua Halaman

.

Belum Setahun, Jalan dari Desa Saneo Menuju Dam Mila Terputus dan Rusak Parah

Saturday, January 30, 2021
Kondisi jalan yang terputus dan rusak parah. Dok. Berita11.com. 


Dompu, Berita11.com - Sepanjang lebih kurang 200 meter badan jalan yang menuju Bendungan Mila tepatnya 50 meter dari bibir Sungai Sori Na'e, Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu NTB terputus dan mengalami kerusakan yang begitu parah, Kamis (28/1).


Akibatnya, warga tani yang menuju lahan perkebunan tidak bisa lagi untuk melintas, tak hanya warga tani saja, pengunjung wisata Bendungan Mila pun juga tidak bisa lewat, Padahal, jalan tersebut belum setahun dikerjakan.


Selain warga tani dan pengunjung wisata, kendaraan proyek pembangunan Dam Rababaka Kompleks baik dari Balai Wilayah Sungai (BWS) ketika mengantar kebutuhan proyek maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan ketika hendak mendatangi dan cek vider pintu 1 tentu tidak bisa lewat. 


Menurut warga Desa Saneo, Bung Fudin, jalan yang menghabiskan anggaran negara yang cukup banyak ini, dibuka mulai bulan Oktober 2019 lalu, kemudian diaspal sekitar bulan September 2020 lalu.


Rusak atau terputusnya jalan itu disebabkan longsor sehingga terjadi eropsi karena diduga kuat tidak dilakukan pengerasan sehingga mengalami kerusakan.


"Sepanjang jalan itu, tidak ada pengerasan maupun pasangan pondasi penahan pada bibir jalan, begitu juga gorong-gorong tidak ada untuk pembuangan air, jadi ketika air hujan dari atas gunung dan terjadi longsor langsung menabrak badan jalan, makanya terjadi kerusakan," ujarnya.


Dia meyakini bahwa jalan yang dibangun sepanjang 30 kilo meter hingga tembus ke Dam Mila maupun Dam Tanju itu, tidak menutup kemungkinan pasti akan mengalami hal yang sama.


Bagaimana tidak, jalan tersebut diduga kuat tidak dilakukan pengerasan yang begitu kuat yang dikerjakan oleh kontraktor dari PT Nindya Karya.


"Bahkan saluran irigasi pun tidak lama lagi akan mengalami hal yang sama, baru berumur kurang lebih satu tahun sudah rusak parah, gimana 5 tahun kedepan," tanda tanya dia dengan nada sedikit heran.


Ia menyesali terhadap proyek yang baru saja dikerjakan oleh PT NK yang bisa dikatakan baru seumur jagung sudah mengalami kerusakan.


Terkadang motor yang dikendarai warga ketika hendak berkebun, baru bisa melewati jalan itu, harus diangkat atau dipikul bareng-bareng hingga melewati jalan yang rusak.


"Proyek yang dikerjakan itu tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat akan tetapi berdampak buruk bahkan bisa saja terjadi kematian," nyesalnya. [B-10]