Dandim 1608/ Bima dan Wali Kota Hadiri Doa dan Syukuran Penempatan Perumahan Relokasi Kadole -->

Iklan Semua Halaman

.

Dandim 1608/ Bima dan Wali Kota Hadiri Doa dan Syukuran Penempatan Perumahan Relokasi Kadole

Monday, January 4, 2021
Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE dan Dandim 1608/ Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kemal saat Menghadiri Doa dan Syukuran Penempatan Perumahan Relokasi di Kadole Oi Fo'o Kota Bima, Senin (4/1/2021).


Bima, Berita11.com— Dandim 1608 Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal dan Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE menghadiri doa syukuran penempatan perumahan relokasi Kadole Oi Fo’o Kota Bima, Senin (4/1/2021) sore.

Selain Dandim Bima dan Wali Kota Bima, doa syukuran perumahan relokasi Kadole juga dihadiri 200 calon penghuni perumahan tersebut. Selain itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Bima, H Abdul Malik SP M.Ap serta para ketua kelompok masyarakat (Pokmas).

Panitia kegiatan, Johan Mahbub dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2020 lalu, akan tetapi adanya alasan tertentu, sehingga baru dilaksanakan pihaknya.

“Kegiatan ini hasil kerja kami dengan 6 suppplier, Pemeritah Kota Bima dan Kodim 1608/ Bima. Kami berharap setelah rumah ini sudah ditempati, mari kita jaga dan rawat rumah kita semua,” pesannya.

Dandim 1608 Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal dalam sambutannya mengajak para warga calon penghuni perumahan setempat mensyukuri bantuan perumahan relokasi tersebut.

“Kita nikmati atas pemberian rumah ini, bagi bapak dan ibu yang mendapat rumah ini sebagai rezeki yang kita syukuri. Mari kita nikmati dan kita syukuri, kita mendapatkan rumah dan kita jaga sebaik baik mungkin,” katanya.

Dandim berpesan, jika para calon penghuni perumahan merasa masih terdapat kekurangan pada rumah yang akan ditempati agar melapor kepada penyedia.

“Insya Allah pemerintah akan menambah fasilitas-fasiltas lain yang belum ada,” katanya.

Dikatakannya, berkaitan jalan yang belum diaspal dan kekurangan 100 uni rumah akan disiapkan. Demikian kekurangna fasilitas segera ditanggulangi. Oleh karenanya Dandim berharap agar penerima menempati dan merawat rumah tersebut dengan baik.

“Untuk pembangunan rumah ini sudah tidak ada kendala adapun. kekurangan fasilitas akan segera kami selesaikan melalui dana APBD,” isyaratnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi menghatakan, pemukiman bagi warga yang menjadi sasaran relokasi dibangun atas batuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan itu terdiri dari tiga yiatu di Kedole Oi fo'o dan Jatiwangi Kota Bima.

“Anggaran ini saya masih di DPR. Kalau saya tidak optimal, maka pemukinan ini hanya tanah saja. Pada awalnya perumahan ini dianggarkan Rp50 juta per unit, Setelah kami menjabat Wali Kota dan atas kerja keras kami, perumahan ini kami anggarkan Rp65 juta per unit,” ujar HM Lutfi.

Dikatakannya, anggaran untuk perumahan relokasi masuk pada awal tahun 2017 dan pembangunan itu mulai dilaksankan saat dirinya menjawab sebagai Wali Kota Bima.

“Setelah kami menjabat, kami menanyakan dana tersebut. Kami tidak mau menyakiti warga saya, pemerintah bertujuan untuk mensejatrakan rakyatnya,” ujar mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar ini.

Dikatakanya, awalnya Pemeritah Kota Bima hanya mencoba-coba karena Pemeritah Kota Bima tidak pernah membangun rumah berkerja sama denga pihak TNI di Kodim Bima.

“Kami memberanikan diri sehingga pembangunan rumah ini terlaksana. Sesuai master plan, daerah ini akan menjadi daerah maju ke depan. Jangan dianggap dearah ini daerah paling terbelakang,” kata Wali Kota.

Berkaitan permasalahan air yang belum keluar, pihaknya mengarahkan agar para penerima melapor kepada BPBD agar dibukakan kran air. “Kami sudah memerintahkan BPBD untuk penyedian air dan apabila fasilitas sarana dan prasana yang belum terealisasi, agar segera melaporkan ke pihak penyedia. Kami akan menyerakan masalah air dengan PDAM agar lebih konek,” katanya.

HM Lutfi juga menyampaikan harapannya, agar warga yang telah menempati rumah relokasi agar merawat hingga asri dan indah.

Dijelaskannya, pihaknya mengarahkan masyarakat penerima segera menempati rumah relokasi karena Pemerintah Kota Bima mendapatkan anggaran Rp230 miliar untuk normalisasi sungai Padolo dan sungai Melayu, yang mana untuk pelaksanaannya telah ditender.



“Kekurangan anggaran untuk perumahan ini kami akan meminta bantuan ke pemerintah pusat. Kami menginginkan kampung ini sebagai kampung percontohan dan kami akan sediakan fasitiltas serperti TPQ dan kesehatan,” isyarat HM Lutfi.

Ditambahkannya, pada masa mendatang pemerintah akan membangun sekolah di lokasi setempat, sehingga lurah diminta mencacah jiwa di perumahan relokasi.

“Rumah ini tidak boleh dipindahalihkan. Apabila sudah bosan bisa dialihkan kepada anak, karena lahan ini dibeli oleh pemerintah dari masyarakat. Belum ada pemecahan kerena rumah ini belum ada yang menempatinya. Setelah ada penghuninya pemeritah akan mensertifiatkan lahan ini,” tambah HM Lutfi. [B-12]