Dugaan Penipuan Dialami TKW di Hu'u sudah Memenuhi Unsur Tinggal Gelar Perkara -->

Iklan Semua Halaman

.

Dugaan Penipuan Dialami TKW di Hu'u sudah Memenuhi Unsur Tinggal Gelar Perkara

Thursday, January 7, 2021
Plh Kepala Satuan Reserse Kriminal Ipda Rusnadin dan TKW Nuraini asal Desa Jala. Dokumentasi Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Berkas dugaan penipuan dan penggelapan yang diadukan Nuraini (36) warga Dusun Soro, Desa Jala, Kecamatan Hu'u, yang dilaporkan pada hari Rabu (2/12/2020) bulan lalu sudah memenuhi unsur. 


Hal itu disampaikan Pelaksana tugas harian (Plh) Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dompu Ipda Rusnadin, saat dikonfirmasi Berita11.com di ruang kerjanya, Kamis (7/1/2021) siang.


Menurutnya, berkas yang menjerat pria berinisial OA tersebut hanya tinggal menunggu Kasat Reskrim Iptu Ivan Roland Christofel, S.T.K untuk dilakuka gelar perkara peningkatan kasus dari pengaduan menjadi laporan resmi.


"Berkasnya sudah memenuhi unsur, Sore ini pak Kasat balik, karena beliau cuti, jika beliau fit, bisa saja gelarnya nanti malam dan bisa saja besok, tergantung pak Kasat," terang Rusnadin.


Sebelumnya, lanjut Rusnadin, berkas tersebut sudah dilakukan koordinasi awal dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu dan pihak Kejari sudah menyatakan memenuhi unsur.


"Terkait dengan kasus penipuan dan penggelapan, Kejaksaan juga sudah menyatakan memenuhi unsur," bebernya.


Berangkat ke berkas kasus pencemaran nama baik yang dilaporan sebelumnya oleh Nuraini, penyidik masih mendalami, sehingga belum bisa dilakukan gelar peningkatan kasus.


Karena, kata Rusnadin, berkas tersebut membutuhkan keterangan saksi ahli yang mengetahui bahwa akun tersebut betul-betul dipakai bersama antara Nuraini dan OA saat pacaran dulu. 


"Terkait dengan kasus dugaan pencemaran nama baiknya kami masih mendalami sehingga belum bisa dilakukan gelar perkara peningkatan kasus," jelasnya.


Setelah dilakukan gelar atas perkara dugaan kasus penipuan dan penggelapan baru dilakukan pemeriksaan ulang dengan mengambil keterangan, baik saksi maupun korban.


"Nanti kita akan panggil kembali saksi dan korban untuk dibuatkan laporan polisi, dan bisa saja Minggu depan terduga pelaku juga akan ditahan," pungkasnya. [B-10]