Kapolres Dompu Diminta Tegakkan Supremasi Hukum Terkait Goyang "Saruncu" -->

Iklan Semua Halaman

.

Kapolres Dompu Diminta Tegakkan Supremasi Hukum Terkait Goyang "Saruncu"

Thursday, January 28, 2021
Massa aksi saat berdialog dengan Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Cristofel, S.T.K. Foto Join Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Kesatuan Masyarakat Dompu (KMD) melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor Dompu, Kamis (28/1/2021) pagi, sekira pukul 10.45 Wita.


Massa aksi meminta Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K agar menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu dalam penangan dugaan kasus goyang hot layaknya orang serut kayu atau "Saruncu Haju" yang terjadi di ruang isolasi RSUD Dompu pada Senin (11/1/2021) lalu.


Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Firman menilai bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian tampak seperti tumpul ke atas dan tajam ke bawah, apalagi aktor atau pemeran adegan senonoh itu merupakan oknum kepolisian yang bertugas di Polres Dompu.


"Kami meminta kepada aparat kepolisian agar segera membongkar dan menjerat pelaku dibalik Vidio asusila yang terjadi di RSUD Dompu tanpa pandang bulu," pinta Firman.


Hal senada disampaikan Adhy M.Y bahwa tindakan seperti itu sudah mencoreng wajah dan adat dari masyarakat Dompu di Bumi Nggahi Rawi Pahu terlebih lagi marwah dan harkat martabat dari seorang perempuan yang telah dirampas oleh aktris tersebut.

Massa aksi saat berorasi sebelum dilakukan dialog. Foto Join Berita11.com.

"Hal itu yang menjadi kekecewaan bagi kami masyarakat Kabupaten Dompu, dan yang menjadi pertanyaan kami, kenapa sampai hari ini pelaku "Saruncu" belum juga ditetapkan jadi sebagai tersangka," teriaknya.


Usai melakukan orasi secara bergantian, massa aksi diterima oleh Kasat Reskrim Iptu Ivan Roland Cristofel, S.T.K dan melakukan dialog di depan Mapolres Dompu.


Dalam dialognya, Kasat Reskrim menyampaikan, hingga saat ini, berkas dua orang pemeran adegan mesum dalam ruang isolasi tersebut sudah dinaikan menjadi penyidikan.


"Dua orang pemeran itu masih kita dalami, untuk prosesnya penyidikan sampai saat ini kita baru menemukan unsur pelanggaran Undang-undang protokol kesehatan atau karantina," beber Kasat Reskrim. 


Ivan berjanji, jika oknum anggota kepolisian yang berinisial F dan pemeran wanita inisial N terbukti bakal ditetapkan sebagai tersangka sesuai Undang-undang berlaku.


"Kalau kedua alat bukti mengarah kepada oknum polisi itu akan di tetapkan sebagai tersangka, selama dua minggu terakhir ini kami fukus penyidikkan kasus ini," ungkapnya. [B-10/Join]