PC Kecamatan Dompu Gelar Konferensi PGRI Periode 2021-2026 -->

Iklan Semua Halaman

.

PC Kecamatan Dompu Gelar Konferensi PGRI Periode 2021-2026

Wednesday, January 27, 2021
Konferensi PC Kecamatan Dompu sedang berlangsung. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Pengurus Cabang (PC) Kecamatan Dompu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Dompu menggelar konferensi pengurus baru periode 2021-2026. Acara berlangsung di aula SDN 2 Dompu, Rabu (27/1/2021).


Kegiatan yang mengusung tema "Peran Strategis sebagai Organisasi PGRI yang Bermartabat Menuju Pendidikan yang Bermutu" ini dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Dompu yang baru, Muhammad Asrul Ryadi, S.Pd.


Turut hadir Kepala Dinas Dikpora M. Amin, S.Sos, kemudian Kepala UPTD Kecamatan Dompu Irin Irianti, S.Pd, Ketua PC lama periode 2016-2021 Jaharudin, S.Pd beserta pengurusnya dan sejumlah pengurus cabang yang bakal melaksanakan pemilihan.


Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Dompu Asrul Ryadi mengatakan, pelaksanaan konferensi tersebut bertujuan untuk memilih dan menentukan PC yang baru guna melaksanakan kegiatan program kerja selama lima tahun kedepan sebagaimana yang diamanatkan oleh orgnisasi.


"Organisasi PGRI telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menegaskan bahwa Guru dan Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani," kata Asrul Riyad.


Selain itu, lanjut pria yang juga Kepala SDN 6 Pajo ini, untuk memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan mutu pendidikan.


"Organisasi ini memiliki fungsi dalam rangka meningkatkan kualitas mutu, kualitas kompetensi, meningkatkan wawasan dalam berfikir sehingga organisasi ini lahir di samping sebagai organisasi perjuangan dan ketenaga kerjaan," ujarnya.


Untuk itu, pria yang humoris ini mengajak semua guru atau pendidik untuk bersama-sama dan bahu membahu meningkatkan kompetensi serta meningkatkan profesionalisme dalam hal mendidik dan mengajar.


"Organisasi PGRI hadir dalam rangka memperjuangkan aspirasi-aspirasi anggota PGRI memperjuangkan harkat dan martabatnya memperjuangkan segala keinginan-keinginan anggotanya," uajarnya.


Dikatakannya, anggota PGRI termuat dalam pasal 2 dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang menyatakan bahwa anggota biasa dan anggota kehormatan.


"Yang dimaksud dengan nggota biasa ini adalah tidak memandang apakah ini guru di TK, guru di SD, SMP dan SMA tapi PGRI adalah milik kita semua sesuai yang tertuang dalam pasal 2 dan PGRI adalah Guru," bebernya.


Asrul Riyadi menerangkan, anggota kepengurusan dalam organisasi PGRI bukan hanya guru saja, akan tetapi di luar dari pada guru pun bisa bergabung demi mewujudkan organisasi yang maju dan martabat.


"Anggota PGRI bisa dari tenaga kependidikan atau yang dikenal PTT atau GTT. Kemudian dari struktural di bidang pendidikan juga masih diperbolehkan untuk menjadi anggota PGRI," isyaratnya.


Di tempat yang sama, Kadis Dikpora M. Amin, S.Sos mengajak anggota pengurus PGRI untuk bersatu dalam memajukan dunia pendidikan. Pada kesempatan itu pula, Kadis Dikpora memberi isyarat untuk mengajukan proposal untuk pembangunan gedung PGRI.


"Di akhir tahun 2020 dan di awal tahun 2021 dalam anggaran APBDP kami akan memperjuangkan untuk mendapatkan anggaran yang cukup dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan," janji Kadis Dikpora. [B-10]