Polisi Kirim SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Dilakukan Oknum Guru Ngaji di Desa Bara -->

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Kirim SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Dilakukan Oknum Guru Ngaji di Desa Bara

Monday, January 11, 2021
Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Kristofel, S.T.k Dokumentasi Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Sat Reskrim Polres Dompu mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu atas berkas kasus pencabulan diduga dilakukan oknum guru ngaji yang berinisial JN pria (27) warga Dusun Kabuntu, Desa Bara, Kecamatan Woja.


“Iya, hari ini, kami sudah kirim SPDP-nya,” ujar Kasat Reskrim Iptu Ivan Roland Christofel, S.T.K pada Berita11.com di Mapolres Dompu, Senin (11/1/2021) siang.


Kasat Reskrim menjelaskan, dugaan pencabulan terhadap bocah berusia 11 tahun yang merupakan peserta didiknya ini diketahui warga pada Minggu (3/1/2021) malam, sekira pukul 21.00 Wita.


Namun sebelumnya, terduga pelaku berkedok guru ngaji itu setiap kali melancarkan aksinya usai mengajar muridnya mengaji, dan tindakan amoral tersebut dilakukan di tempat beribadah yakni di dalam Masjid Arrahmah di desa setempat.


"Berkas perkara kasus dugaan pencabulan di Desa Bara itu terdaftar dengan Nomor : B/9.b/I/2021/Reskrim," jelas Ivan.


Menurutnya, untuk sementara, guru ngaji (terduga pelaku) dikenakan pasal sangkaan yakni pasal 82 ayat (1) yang berbunyi, bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.


"Untuk sementara, terduga pelaku diterapkan dengan Pasal 82 ayat (1) dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkasnya. [B-10]