Terpilih sebagai Ketua PC PGRI Kecamatan Dompu, Ini Progres Hardiyanto -->

Iklan Semua Halaman

.

Terpilih sebagai Ketua PC PGRI Kecamatan Dompu, Ini Progres Hardiyanto

Wednesday, January 27, 2021
Saat serah terima bendera organisasi PGRI yang diserahkan ketua PGRI Kabupaten Dompu dan diterima Ketua PC PGRI Kecamatan Dompu Hardiyanto Ishaka, S.Pd. Dok. Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Konferensi PGRI tingkat Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, akhirnya menunjuk Hardiyanto Ishaka, S.Pd menjadi Ketua PC PGRI Dompu yang digelar di SDN 2 Dompu pada Rabu (27/1/2021) siang.


Setelah terpilih sebagai Ketua PC PGRI Dompu, Kepala SDN 24 Dompu ini kepada Berita11.com mengatakan, langkah utama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki struktur organisasi terutama para anggota yang sudah tidak aktif.


"Progres awal kami lakukan adalah melakukan pendataan dulu, berapa anggota kita yang masih aktif dan non aktif, apalagi kemarin banyak yang sudah pensiun dan ada juga yang sudah meninggal dunia," kata Hardiyanto usai kegiatan konferensi PC PGRI tingkat Kecamatan Dompu.

 

Selain itu, pihaknya juga terlebih dahulu akan membentuk pengurus ranting di tiap-tiap desa atau kelurahan. Hal itu dilakukan agar mengetahui seberapa banyak jumlah anggotanya. 


"Beberapa tahun belakangan ini, PGRI di Dompu bisa dikatakan sedikit mundur disebabkan ketidakjelasan anggota dan inilah bagian motivasi saya ingin membangkitkan kembali organisasi PGRI ini," terangnya.


Hardiyanto bertekat, bagaimana guru, tenaga pendidikan, dan struktural di bidang pendidikan bisa maju kedepannya melalui organisasi PGRI.


Hal itu juga telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani.


Kemudian memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkannya.


"Target kita juga kedepan guru maupun tenaga kependidikan bisa maju demi mewujudkan organisasi yang martabat," ungkapnya.


Target yang juga dicanangkan adalah ingin membenahi masalah keuangan termasuk iuran-iuran karena tidak semua sekolah melakukan penyetoran iuran.

Pengurus Cabang dan Pengurus Kabupaten organisasi PGRI usai konferensi PC PGRI. Foto Poris Berita11.com. 

"Terutama SMP dan SMA yang belum melakukan iuran PGRI itu yang kita benahi dulu semua itu demi kemajuan organisasi PGRI," tandasnya.


Semua program yang telah dicanangkan, lanjut Hardiyanto, tentu tidak terlepas dari pengurus PGRI Kabupaten. 


PC PGRI Kecamatan dan PGRI Kabupaten nantinya akan bergandengan dalam mengawal kebijakan pemerintah terutama instansi yang menaungi dunia pendidikan yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. 


"Apakah kebijakan Dikpora tidak pro terhadap guru atau tidak, jika memang tidak, kami akan memberikan masukan, semua itu demi untuk membangun dan membela hak-hak guru," isyaratnya.


Selain itu, organisasi PGRI juga memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang tugasnya untuk mendampingi dalam setiap persoalan hukum ketika anggota dihadapkan atau dibenturkan dengan masalah hukum.


"Kita juga punya LBH untuk perlindungan guru maupun tenaga kependidikan yang sudah tergabung dalam organisasi, apalagi selama ini setiap kasus-kasus yang dihadapi guru lebih khusus di Kecamatan Dompu belum bisa mendapatkan hak keadilannya," pungkasnya. [B-10]