Dinilai Kurang Transparan dan Merugikan, APPRA Manggelewa Demo PT Brantas Abipraya -->

Iklan Semua Halaman

.

Dinilai Kurang Transparan dan Merugikan, APPRA Manggelewa Demo PT Brantas Abipraya

Friday, February 19, 2021
APPRA Manggelewa saat berorasi dan berdialog dengan PT Brantas Abipraya yang diwakili Handoko. Foto ist.


Dompu, Berita11.com - Lebih kurang 50 orang massa aksi dari Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu NTB melakukan aksi demonstrasi PT Brantas Abipraya, Jumat (19/2/2021) pagi.


Menurut massa aksi yang dikoordinir Supriadin S,Pd ini, kehadiran PT Brantas Abipraya yang beroperasi di Desa Nusajaya dinilai kurang transparan dan merugikan warga setempat.


Massa meminta Direktur PT Brantas Abipraya untuk segera menganti seluruh beban kerugian yang timbul atas kegiatan pembangunan konstruksi "Smoking Area" oleh CV. Ardi Insan baik moril maupun materil dan kerugian untuk 5 (lima) CV yang mereka masukan namanya.


Selain itu, massa meminta transparansi informasi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) serta Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL).


Kemudian meminta Direktur PT Brantas Abipraya untuk mengakomodir tenaga ataupun buruh dan tukang lokal di Kecamatan Manggelewa dalam upaya pemberdayaan masyarakat setempat.


Tak hanya itu, massa juga meminta Direktur PT Brantas Abipraya untuk mengakomodir dan memperdayakan pengusahaan dum truk yang ada di Kecamatan Manggelewa dalam kegiatan material untuk pembangunan paska panen dan cordrey.


Meminta Direktur PT Brantas Abipraya untuk memperhatikan kondisi lingkungan masyarakat yang tinggal lokasi pembangunan dan menghentikan aktivitas kerja malam.


Dan terakhir massa meminta Direktur PT Brantas Abipraya untuk memperhatikan kondisi dan ruas jalan angkutan material di atas 8 ton yang dilewati mobil tronton.


Sekira pukul 08.30 Wita, massa aksi star dari bundaran perempatan pasar Manggelewa menuju lokasi pembangunan bulog PT Brantas Abipraya di Desa Nusajaya.


Sekira pukul 09.00 Wita, massa tiba di depan lokasi pembangunan bulog PT Brantas Abipraya dan melakukan orasi dan meminta kepada pekerja untuk sejenak menghentikan proses pekerjaan sebelum pihak PT Brantas Abipraya menemui massa aksi.


Setelah melakukan orasi secara pergantian, sekira pukul 12.30 Wita, pihak PT Brantas Abipraya yang diwakili Direktur operasional yakni Handoko menemui massa aksi dan memberikan tanggapan atas tuntutan massa aksi.


"Saya tidak bisa memberikan keputusan kaitan dengan tuntutan rekan-rekan, karena saya masih punya pimpinan yang lebih atas untuk memberikan keputusan ini," jelas Handoko.


Kendati demikian, Handoko berjanji, pihaknya bakal menyampaikan semua tuntutan massa aksi ke atasan untuk ditindaklanjuti, sambil menunggu keputusan pada Rabu (23/2) pekan depan.


"Saya akan meneruskan ke pimpinan kami apa yang menjadi harapan teman teman APRA dan kita tunggu sampai Rabu Minggu depan hasil kesimpulan tuntutan ini," janji Handoko.


Setelah mendengar penjelasan dari Handoko, sekira pukul 13.00 Wita, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib yang dikawal ketat oleh anggota TNI dan Polri. [B-10]