Jaya Putra: Pemdes Seteluk Tengah tak Pernah Terima Dana CSR dan Bansos dari PT SKS -->

Iklan Semua Halaman

.

Jaya Putra: Pemdes Seteluk Tengah tak Pernah Terima Dana CSR dan Bansos dari PT SKS

Tuesday, February 2, 2021
Kades Seteluk Tengah, Jaya Putra.


Seteluk, Berita11.com— Pemerintah Desa (Pemdes) Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat “angkat bicara” berkaitan persoalan dana respon sosial perusahaan (Corporate Social Responsibillity/CSR) PT SKS yang ditanyakan masyarakat, khususnya petani sekitar lokasi proyek Embung Tobang.

Kendati proyek Embung Tobang sudah berlangsung beberapa bulan, namun hingga kini dana CSR maupun Bansos lain belum ada yang diberikan PT SKS selaku pelaksana proyek tersebut kepada masyarakat sekitar.

“Tidak ada dana CSR diberikan perusahaan PT SKS ke pemerintah desa. Apalagi dalam bentuk lain tidak ada. Disinggung atau komunikasi soal CSR saja tidak ada,” ujar Kades Seteluk Tengah, Jaya Putra di Seteluk KSB, Rabu (27/1/2021).

Menurut dia apabila pihak Pemdes setempat menerima dana CSR, maka akan diperuntukan pemberdayaan masyarakat.

PT SKS merupakan perusahaan pemenang tender proyek Embung Tobang dengan anggaran Rp30 miliar lebih.

Pelaksana proyek Embung Tobang dari PT SKS, Andi yang dihubungi melalui sambungan nomor telepon selular dan sambungan media sosial whatshapp tidak memberi jawaban.

Aktivis muda Seteluk, Bayu Winata mengatakan, PT SKS harus transparan berkaitan dana CSR maupun Bansos lain yang wajib diberikan ke masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Selain itu, dia menyinggung persoalan pengambilan material alam di kawasan hutan lindung yang dilaporkan warga. Hingga kini belum ada respon perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup maupun KPH berkaitan persoalan tersebut.

Diungkapkannya, persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak Polres. “Apabila persoalan ini tidak diindahkan, maka bersama masyarakat tani akan memasukkan laporan ke Polres Sumbawa Barat,” isyaratnya. [B-14]